Awalnya aku sedang tak ingin menulis tentang hatiku sementara waktu. Tempo hari yang lalu, temanku bertanya bagaimana hatiku kini. Rasa ingin tahunya mendorongku untuk sedikit menulis tentang kondisi hati yang pernah dipatahkan karna sebuah pengkhianatan. Kutuliskan ini untuk temanku karna dia memintaku untuk membuatnya jika aku telah benar-benar meninggalkan masa lalu.


Berawal dari sebuah receipt penerbangan dari salah satu agen online booking ticket yang saat itu diunggah di story Instagram pribadi. Temanku ingin tahu tiket yang kupesan tujuannya kemana. Dia tanya “Surabaya?”, spontan kujawab “Kenapa aku harus ke Surabaya lagi?”


Advertisement

Aku pernah bersusah payah melalui hari. Malam-malamku aku lalui seorang diri. Luka pernah sangat menganga di dada. Dengan rasa sakit yang rasanya ada ribuan belati tajam menghujam. Kian hari warnanya kian lebam. Aku pernah seterpuruk itu melawan kenyataan.

Perlahan aku bangkit dari keterpurukan. Berhenti mengutuk diri dan kembali menjalani kehidupan. Meski getirnya takdir terasa tak begitu bersahabat. Lambat laun keadaan mulai bisa kukendalikan. Banyak waktu yang telah kuhabiskan. Dan biarpun saat ini belum bisa pergi dari masalalu dengan berlari. Ada langkah kecilku yang tak pernah berhenti. Kuyakinkan hati bahwa usaha keras tak akan mengkhianati.

Akhir-akhir ini aku masih sering menghabiskan akhir pekan sendirian. Ketika kudapati liburan, hanya berdiam diri di kosan entah bermain video game atau mendengarkan musik sembari tiduran. Pernah kuhabiskan akhir pekan mengunjungi sebuah konser musik dengan bintang tamu yang sedang ramai diperbincangkan. Aku bukan anti social. Hanya saja terlalu malas untuk melakukan kegiatan yang menguras banyak tenaga dan pikiran. Bagiku libur adalah istirahat total dari semua kegiatan, kecuali kebiasaan kecil mendegarkan musik sembari tidur bermalas-malasan.

Advertisement

Kamu pasti tahu Banda Neira dengan lagunya “Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti”. So do i. Hatiku pernah dipatahkan, namun kini ia tumbuh kembali meski belum mampu kembali peka dalam merasa. Aku pernah merasa sangat kehilangan, tapi kini aku yakin ada sebuah rencana baik yang Tuhan persiapkan. Dan aku pun pernah disia-siakan, hingga akhirnya aku lebih memilih menunggu waktu yang akan datang. Dimana aku pasti menjadi sebuah makna berharga bagi seseorang di kemudian hari saling menjaga.


"Yang patah tumbuh, yang hilang berganti

Yang hancur lebur akan terobati

Yang sia-sia akan jadi makna

Yang terus berulang suatu saat henti

Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi

Yang patah tumbuh, yang hilang berganti

Yang patah tumbuh, yang hilang berganti"

Banda Neira – Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti


Jadi, jika kamu tanya bagaimana hatiku kini, akan aku jawab dengan tegas. Aku baik-baik saja sekarang. Hatiku mungkin mati rasa. Tak ada masalah bagiku dengannya. Meski aku tak lagi peka. Setidaknya luka yang sakitnya sulit kuredakan kini telah menghilang. Aku tidak sedang bahagia memang. Hanya saja, ini perlu kusyukuri karna sejatinya aku telah berhasil mewujudkan rencanaku dalam menenangkan hati. Ya, berhasil menapaki langkah kedepan untuk mengobati diri. Hati yang mati rasa ini menjadi bukti nyata tak ada lagi rasa sakit di dada.

Membahas korelasi antara sakit hatiku dengan Surabaya rasanya terlalu panjang jika harus kutuliskan disini. Kita bisa berbincang nanti, entah sepulang kerja lalu mengunjungi sebuah café kopi atau sengaja berencana di akhir pekan untuk menghabiskan senja bersama. Biar kuceritakan kenapa Surabaya pernah menjadi sebuah kota yang sangat berarti bagiku setelah Bandung tercinta.

Juga jika kamu ingin tahu bagaimana sosoknya yang pernah dengan tega membuat luka mendalam, aku akan dengan senang hati bercerita padamu nanti. Di sela-sela ceritaku, kuharap kamu menyadari satu hal. Aku telah benar-benar berlalu. Karna saat kuceritakan tentang kisahku di masa lalu dengannya, kamu tak akan sedikitpun melihat kesedihan di wajahku. Akan kamu temukan sungging senyumku yang penuh. Akan kamu dengar renyah tawaku ketika cerita yang kubawa terasa seperti sebuah canda. Karna sejatinya kamu adalah wanita, kamu pasti lebih peka merasa dan memahami apa yang kubawa nanti tanpa perlu aku jelaskan panjang lebar. Terimakasih atas segala perhatianmu. Semoga tulisan ini menjawab keraguanmu tentang kondisi hatiku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya