Hai Kamu, Cinta yang aku rahasiakan..

Dimulai dari sebuah pertemuan yang tanpa sengaja membuat kita saling menyapa. Di mana kita bekerja dalam gedung yang sama. Kamu sebagai seorang waiters salah satu restoran dan aku seorang sales promotion girl pakaian. Perkenalan berlanjut ketika aku tanpa sengaja menemukanmu di salah satu media sosial, memfollow dan kemudian kita mulai chat singkat. Dari media sosialmu aku tau jika kamu sudah memiliki kekasih. Awalnya pun aku tidak memiliki hati padamu karena aku pun telah memiliki kekasih walaupun aku dan dia menjalani hubungan jarak jauh.

Advertisement

Setelah itu kita mulai sering bermain bersama, hampir setiap malam kita pergi berdua. Kamu yang semula hanya aku anggap sebagai adik laki-laki dengan mudahnya membuat aku terhanyut dalam kenyamanan bersamamu. Membuat hari-hariku yang biasanya hanya monoton menjadi sesuatu yang lebih menyenangkan.

Rasanya aneh. Kamu seorang yang aku anggap adik tapi bisa mengisi kekosonganku dan menjauhkan perasaan sepi yang membuntutiku. Kamu berhasil merobohkan tembok yang telah aku bangun agar tidak ada orang lain yang masuk dalam hatiku. Rasa itu pun mulai tumbuh. Apakah kamu juga merasakannya?

Malam itu, aku mendapatkan jawaban atas pertanyaanku.

Advertisement

"Jederrrr"

Aku dibuatmu terkejut dengan pernyataan bahwa kamu merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan. Kamu memintaku untuk menjadi kekasihmu. Aku tau ini rasa yang salah karena kamu sudah berdua dengannya dan aku pun begitu. Aku mulai mengalami kegelisahan yang sebelumnya tidak pernah aku rasakan.

Jujur kegelisahan ini sungguh menyebalkan. Aku mencintai kekasihku, memikirkan kekasihmu bila tau mengenai kedekatan kita, tapi aku pun tak bisa apabila harus jauh darimu.

Pada akhirnya kita memutuskan untuk menjalani hubungan secara diam-diam. Kita tau hubungan kita ini salah dan menyakiti pasangan kita. Hanya saja kita terlalu berani untuk mengambil risiko yang ada di depan. Nekat? Mungkin itu yang sedang kita lakukan.

Kadang aku menghabiskan waktuku hanya untuk melihatmu dari kejauhan ketika kamu berkerja, melihat foto-fotomu dan melihat aktivitasmu di media sosialmu hanya sekedar untuk mengetahui apa yang kamu lakukan bila tidak bersamaku. Sering terbesit di pikiranku untuk berkomentar dan menyapamu di media sosial, namun tidak aku lakukan karena wanitamu sering memegang media sosialmu.

Sering kali aku merasa cemburu ketika kamu membahas mengenai wanitamu, membuat story di media sosial mengenai wanitamu, berkomentar dengan wanitamu di sosial mediamu. Hal-hal itu yang terkadang sempat membuatku malas untuk membalas chatmu beberapa saat. Namun, apa dayaku, itu risiko yang harus aku tanggung ketika memilih untuk bersama dengan lelaki yang memiliki kekasih. Berbagi. Ya, aku harus berbagi dengan wanitamu.

Entah, jurus apa yang kamu gunakan. Kamu selalu saja bisa membuatku kembali berada di pelukanmu, memercayaimu, dan membuat rasa itu semakin berkembang. Perasaan aneh yang membuat aku tidak ingin lepas darimu dan tidak ingin kehilanganmu.

Perasaan macam apa ini? Perasaan takut kehilangan tapi kita tau masing-masing sudah memiliki kekasih. kita hanyalah sekedar teman yang kadang saling mengisi di kala jenuh, saling mengisi ketika kosong, saling menguatkan ketika sedang lemah, saling bertukar pikiran dan cerita ketika senggang dan kini terjebak di suatu perasaan serta hubungan yang tidak dapat dijelaskan.

Terkadang aku mengharapkan lain, aku berharap kamu selalu ada, selalu seperti ini bahkan aku ingin lebih tanpa peduli status yang mengikat kita berdua.

Egois? Memang. Aku ingin kamu selalu hadir mengisi hari-hariku. Hanya untukku. Tidak ada yang lain. Tidak ada wanitamu. Hanya aku saja. Bersamaku setiap saat tanpa ada batasan jarak.

Untukmu cinta yang aku rahasiakan, maafkan keegoisanku yang terkadang tidak sadar diri bahwa aku bukan wanitamu. Aku menyanyangimu meskipun aku tau kita tak bisa bersama. Terima kasih untuk cintamu. Terimakasih untuk alam yang mempertemukan kita. Biarkanlah cinta ini menjadi rahasia hanya untuk kamu dan aku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya