Entah kenapa jatuh cinta itu lucu. Selucu ketika dengan mudahnya aku jatuh cinta kepadamu. Dan akupun tidak tau pasti kenapa aku bisa merasakan ini semua. Mungkin karena aku tersihir oleh kharismamu? Atau sikap cuekmu yang membuat rinduku di dalam hati ini jadi tak mau pergi? Lalu diam-diam dalam hati kusimpan tanya, apakah aku jatuh cinta kepada orang yang salah?

Apa perlu juga aku tanyakan pada dirimu kenapa kamu mau untuk menjalin komitmen denganku? Aku tau banyak wanita diluar sana yang jauh lebih baik dariku, diam-diam menaruh hati padamu atau mencoba merebut perhatianmu. Namun akupun tahu, kamu tidak mudah menambatkan hatimu begitu saja. Hingga saat ini kau memberikan kepercayaan ini padaku. Karena itulah aku mau bertahan, meskipun perbedaan demi perbedaan diantara kita, kita temukan seiring berjalannya waktu.

Kata mereka….

Semakin jauh aku mengenalmu, dan secarik cerita dari sahabat-sahabatmu. Kau adalah manusia langka, kata mereka. Memangnya kamu ini apa sih, alien? Mereka berpesan dan bertanya kepadaku, cukup tangguhkah aku bisa bertahan disisimu. Mereka mewanti-wanti, jangan pernah berharap hal-hal manis darimu, karena semua itu bisa saja terjadi. Ya, tentu saja dalam skala kemungkinan terkecil. Karena sekali lagi, you’re the one and only.

Aku tidak memintamu untuk selalu ada disaat aku membutuhkanmu.

Advertisement

Hei lihat pasangan yang lain, mereka yang kemana-mana selalu berdua. Jalan berdua, makan berdua, diantar kesana kemari, menghabiskan sisa senja dengan saling bertukar cerita. Lalu lihatlah kita, yang tenggelam dalam kesibukan kita masing-masing. Meskipun aku masih mengingatmu disela kesibukanku, aku tak yakin kamu akan mengingatku. Aku tau aku selalu menjadi yang nomor dua. Dibandingkan dengan kesibukanmu, dan teman-temanmu.

Aku tidak memintamu untuk selalu memberiku kabar setiap waktu.

Apa yang terjadi dihariku, hari ini juga tak bisa dengan lepasnya kubagi denganmu. Begitu juga dengan apa yang terjadi diharimu, hari ini yang lebih suka untuk kau simpan sendiri. Aku juga tidak memintamu untuk selalu memberitahuku dengan siapa, dimanapun kamu berada atau apa yang sedang kamu lalukan. Tahu kah kamu sayang, bahwa aku dulu adalah seorang gadis kecil yang tak tahan bila tak ada kabar dari orang yang aku sayang.

Dulu aku tak bisa mengontrol emosiku yang meledak ketika ia yang dulu dekat denganku mengabaikanku walaupun sejenak. Kini aku sudah banyak berubah, perjalanan dan pengalaman yang merubahku hingga saat ini aku bertemu denganmu. Perjalanan mengajariku bahwa aku telah bertemu dengan orang-orang baik yang kusia-siakan hanya karena keegoisanku yang butuh untuk selalu diperhatikan tanpa mendengarkan.

Aku tidak memintamu untuk selalu memberiku perhatianmu.

Tidak bisa kupungkiri bahwa aku sebenarnya memang butuh perhatian-perhatian kecil itu. Aku butuh merasa kamu berada disisiku meskipun kamu tidak benar-benar berada disini. Namun kucoba untuk mengerti, bahwa memang seperti itulah kamu. Akupun tak berharap banyak bahwa kamu akan berubah. Aku tidak berharap untuk bisa mendapat ucapan selamat pagi darimu ketika aku membuka mata dari tidurku, atau ucapan selamat tidur dan mimpi indah ketika aku ingin melepas lelah.

Iya, memang seperti itulah kamu, bagimu mengirim pesan-pesan kecil seperti itu atau meneleponku setiap hari adalah hal yang hanya membuang waktu. Akupun tidak ingin merubahmu sayang, aku mungkin hanya bisa sedikit berharap kamu akan berubah nanti. Cuma sedikit, setelah kamu bisa melihat ketulusanku untuk memahamimu.

Hei sayang, namun bisakah engkau memahamiku untuk hal ini saja?

Aku hanya memintamu untuk sejenak ada ketika aku benar-benar sudah tidak mampu lagi membendung rinduku yang kutahan. Hanya sejenak saja aku butuh kamu diantara waktumu dengan teman-temanmu atau urusanmu yang lain. Walau hanya beberapa patah sapa di aplikasi chatting yang selalu kita pakai. Walau hanya senandung kecilmu di telepon, yang kau tau.. ya tidak bisa setiap hari aku bisa mendengar suaramu. Dan kamupun kembali membuatku terkesima bahwa itu sudah cukup mampu melegakan timbunan rinduku yang mungkin tak kamu mengerti.

Ingat di hari ulang tahunku? Bahkan kamu lupa dan aku yang mengingatkanmu bahwa hari itu adalah hari ulang tahunku, lalu hanya dengan 40 menit teleponmu, kamu sudah membuatku bahagia sepanjang hari itu. Mungkin kamu tidak pernah tau. Aku bahkan tidak berharap ada kue ulang tahun, kado atau bunga darimu, atau bahkan kamu ada disisiku di hari itu. Aku hanya butuh sejenak waktumu.

Hal yang paling penting adalah aku percaya kamu.

Meskipun kamu tak selalu berada disini, aku percaya kamu akan baik-baik saja. Kamu akan menjaga hatimu hanya untukku. Aku percaya kamu karena kamu juga sudah memberikan kepercayaan itu padaku. Dengan cara seperti inilah aku berterimakasih padamu sayangku, karena aku bisa berteman dengan siapa saja tanpa ada larangan darimu, tak ada cerita posesif berlebihan dan tak ada pula rasa terkekang.

Aku mungkin merasakan sebenarnya kamu sedih, ketika aku mengeluh tentang sifat cuek dan ketidakpekaanmu. Ada sorot kesedihan dari nada bicaramu yang tulus ketika membuatku tidak bahagia, namun kamu tidak tau cara bagaimana bisa membuat senyumku kembali ada. Sejauh ini aku memahamimu, bahwa kamu adalah orang baik yang menjelma dalam tubuh dengan sifat lahir yang sudah Tuhan tentukan. Seperti itulah kamu, sudah dari pabriknya.

Eh jadi begini saja ya, selebihnya biar kusampaikan padamu dengan caraku, dengan bahasa yang hanya kita berdua saja yang bisa mengerti.

Inilah caraku mencintamu.

Dariku yang masih selalu berusaha untuk memahami tentangmu.