Hallo, apa kabar kamu?

Haruskah aku nyanyikan lagu Hello untukmu?

Advertisement

Ah, aku belum berjarak ribuan mill darimu bukan? Aku belum berpisah denganmu bertahun-tahun bukan? Jadi pastinya,tak perlu kulakukan itu. Kamu,kamu,kamu,kamu lagi. ia kamu, Kamu yang dulu datang lalu membual ingin mengukir cerita yang akan berakhir indah denganku di waktu yang akan datang,kamu yang dulu berkata,akan menyanyikan lagu Rude,jika ayahku tak mempermudah langkah kita untuk Bahagia dan kamu yang berlalu dengan menggores luka tanpa peduli sedikitpun apa itu membekas atau tidak.

Aku disini,tapi tenang,aku bukan datang untuk menagih janji-janjimu itu. Setelah sekian lama merawat hati agar pulih,dan setelah sekian lama tak mau mencari tahu bagaimana kamu, Hari ini tiba-tiba aku mendengar sesuatu tentangmu, rasanya aku tak bersyukur dan ingin tuli saat itu, bukan karena itu sakit, aku mulai bosan saja karena semua tentang kamu lagi, Aku mendengar bahwa kau,kau telah memeluk kata bahagia dengannya. Lucunya cinta,kemarin aku yang tertawa bahagia denganmu.

Sekarang, kau denganya dan dunia kalian. Tapi tak apa, karena aku tak mengikat bahagiamu agar denganku, meski dulu aku begitu ingin. Aku hanya berharap dia memberikanmu bahagia yang sama seperti kau kepadaku, dan aku berharap pelukanmu,tak kendur memeluk kisahmu itu,agar tak ada luka seperti hari kemarin. Meski begitu,aku tahu,aku masih ada dipikiranmu sebagai serpihan kisah, lupakan aku dan berbahagialah saja. Tetapi,jika suatu saat,kau merasakan sakit dan kau dapati itu sakit yang sama, disaat kau menyadari jika kata tulus tak akrab dengan semua orang dan kau dapati aku diwaktu lalu memiliki itu, dan jauh dialam mimpi tiba-tiba kau bertemu dengan rasa bernama salah dan mau mencium kata maaf, inilah aku sepenggal kisah dari masa lalumu,aku mau berkata : Aku tak pernah menyalahkan kau atau kisah kita, aku tak pernah mau membencimu,meskipun ketika sakit menghampiri,aku menghujammu dengan caci, dan mengutukmu dalam hati.

Advertisement

Maaf,aku hanya pernah terlalu mencintai hingga merasakan sakit yang dalam, jika kau cukup pintar, mungkin kau akan tahu. Jadi,jangan datang lagi untuk kata maaf seperti yang kau lakukan dihari kemarin, aku tak pernah dan tak akan bisa menghapus luka,meski tersenyum saat berpapasan denganmu. Karena hanya mereka yang punya cinta tanpa batas dan mampu pulih yang bisa menerima itu, sedangkan aku, aku tak punya rasa sebesar itu untukmu. Meski aku tak betul-betul membencimu.

Namun ingatlah,setiap tetesan air mata yang jatuh dariku tak pernah sia-sia, Karena ketika rasa tulus telah berlalu, kau tak pernah tahu apa yang datang menghampirimu, Karena ku yakin, kau tahu, jika karma itu bukan hanya sepenggal kata.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya