Cinta, satu kata yang bisa membuat sebuah kisah paling sempurna dalam kehidupan ini. Ketika Adam dan Hawa dipertemukan, Cinta membuat mereka tegar. Cinta membuat mereka bahagia. Cinta membuat mereka harus terpisah ribuan kilometer. Cinta juga yang menyatukan mereka. Cinta memberikan mereka jalan untuk tetap bersama.

Pada akhirnya mereka bersatu dan melahirkan jiwa-jiwa yang hidup dengan cinta. Mereka bahagia meskipun bukan lagi tinggal disurga. Dunia yang penuh perjuangan dan pengorbanan. Tapi mereka percaya bahwa cinta akan membawa mereka kembali kesurga itu.

Advertisement

Aku, adalah seorang Adam yang masih mencari Hawa-ku. Saat tulang rusuk ku diambilnya, dia berlalu dan pergi. Tuhan Memisahkan kami hingga kini. Aku bahkan tidak tahu, apakah jarak kami dalam ribuan meter atau hanya sepenggal tangan saja. Ini masih rahasia.

Sepertinya perjuangan ku akan lebih berat dari Adam. Aku harus mencarinya dengan satu petunjuk bahwa Hawa-ku sifatnya tidak jauh berbeda dari diriku. Dia cerminan diriku selama ini. Tuhan sempat berbisik, jika aku ingin Hawa ku baik, maka perbaiki dirimu terlebih dahulu. Lalu, aku harus perbaiki diriku terlebih dahulu? Kapan aku mecarinya? Apakah dia datang dengan sendirinya?

Ternyata benar, perjuangan Adam tidak seberat perjuangan ku. Adam tahu siapa Hawa nya, sedangkan aku masih dirahasiakan oleh Tuhan-ku.

Advertisement

Pada fase dimana aku beranjak dewasa, aku mulai mencari dia yang telah ambil tulang rusuk ku. Aku pernah mengira bahwa aku bisa mendapatkan nya dalam waktu yang singkat. Tapi aku salah, mereka yang pernah singgah itu bukanlah Hawa- ku. Mereka juga mencari Adam nya. Mereka juga berpikir bahwa aku adalah Adam nya. Tapi mereka tidak sesuai dirusuk dan hatiku. Akupun tidak bisa memaksakan nya.

Tuhan pun memisahkan kami, bukan untuk dipertemukan lagi tapi untuk mencari Adam dan Hawa yang benar. Lalu, buat apa Tuhan mempertemukan kami? Jika memang dia bukan tulang rusuk ku. Apa kebaikan nya? Bukan kah hanya memberi luka dan meninggalkan kenangan yang hanya mengganggu perjalanan ku mencari dia yang benar-benar ambil tulang rusuk ku?

Mungkin Adam diuji untuk tetap jauh dari Hawa nya dalam jangka waktu yang lama. Sendiri. Bahkan tidak ada seorangpun didunia ini selain dia dan Hawa. Adam tidak pernah bertemu dengan Hawa yang salah selain benar-benar Hawa nya. Karna pada saat itu, Tuhan tidak menciptakan dua bahkan tiga hawa yang berbeda. Adam tidak akan pernah keliru jika ia nantinya dipertemukan dengan Hawa.

Sedangkan aku, bertemu dengan beberapa Hawa. Bersama dalam waktu yang terbatas. Mengecap yang nama nya cinta, mengukir kenangan indah bersama, merasakan pahit nya perbedaan pendapat dan kejam nya egois masing-masing. Akhirnya terrpisah juga. Kita pun saling menyakiti. Tidak ingin kenal lagi. Menutup pintu rapat-rapat agar dia tidak berusaha masuk lagi. Untuk apa? Kenapa kita dipertemukan jika memang bukan untuk bersama, selamanya?

Apadaya, aku tidak pernah kapok untuk mencari, meskipun aku belum yakin apakah dia yang Tuhan pertemukan saat ini adalah dia yang benar-benar ambil tulang rusuk ku. Yaaa, aku saat ini menemukan seseorang yang membuatku jatuh cinta. Bukan cinta pada pandangan pertama. Tapi aku menemukan banyak kesamaan diriku padanya. Ketika dia berbicara, hatiku mendengarkan. Ketika dia tersenyum, mataku terpaku padanya. Ketika dia bersedih, aku ingin mengoyak senyum ku untuk nya. Dia benar-benar membuatku lupa bahwa aku pernah tersakiti. Dia bahkan bisa membuatku resah apabila sedetik saja dia tidak bersamaku. Bayangan nya tidak luput dalam pikiranku. Sedetik saja pun tidak. Semua terasa tidak wajar. Semangatku kadang memuncak jika bertemu dengan nya, kadang dia juga bisa membuatku galau tak sewajarnya.

Pertemuan semacam ini apakah menjadi ujian bagiku? Bukankah dulu aku pernah berucap bahwa untuk melupakan seseorang yang lama aku harus menghapusnya dengan cara menghadirkan seseorang yang baru? Tapi kenapa setiap pertemuan ada luka yang sama. Tergores disetiap sudut hati dan pikiran. Setiap pertemuan, ada saja rasa sakit yang merusak hari-hariku. Apakah ini pertanda bahwa pertemuan ini bukan pertemuan dengan Hawa-ku yang sebenarnya?

Untukmu yang tulang rusuk ku kau ambil, cepatlah kau datang menemuiku. Kembalikan rusuk ku dan bahagia bersamaku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya