Gunung lebih indah tanpa sampah.

Sering kita liat sekarang tak sedikit gunung yang bersih dari sampah di setiap jalur pendakian ataupun di tempat pendaki biasanya mendirikan tenda untuk bermalam. Akui saja kamu para pendaki masih suka dengan tidak sadar membuang sampah dijalan kalau nggak ada yang liat. Ya contohnya seperti sampah plastik, Beng-Beng, Madu, Choki-Choki, ataupun cemilan lainnya yang kamu makan saat di perjalanan, iseng deh nyempilin sampah di semak-semak kalau tak ada pendaki lain yang melihat.

Biar nggak dianggap cupu dan gatau perkembangan zaman, banyak anak muda tepatnya millenials sekarang ikut-ikutan naik gunung. Biar keren katanya. Pendaki ikutan zaman lah biasanya yang kurang kesadarannya untuk memungut sampah yang ada di gunung. Jangankan memungut sampah, membawa sampah sendiri sajapun kurang kesadarannya.

Advertisement

Makin keren dengan kertas bertulisan “Yuk naik gunung bareng..”

Berawal dari foto-foto dengan latar pemandangan gunung nan indah, kalian berpose dan berfoto layaknya model. Sampai ada juga yang berfoto dengan menggunakan tulisan di kertas dan di pegang di tangan, yang biasanya bertulisan “Hai, kapan kamu ke sini?” atau “Dapat salam nih dari puncak gunung, kapan nyusul?” Dan masih banyak lagi tulisan-tulisan unik lainnya.

Nah iya, awalnya hanya berfoto, tapi kamu lupa dengan sampah kertas mu itu. Banyak sampah kertas terbuang di gunung. Entah memang sengaja dibuang atau jatuh dari saku jaket mu. Hehehe

Advertisement

Kedinginan, butuh rokok untuk menghangatkan

Ada juga sampah rokok yang banyak terlihat di gunung, baik hanya punting bahkan ada batang rokok yang masih utuh. Coba tolong, sampah yang satu ini lebih diperhatikan oleh para pendaki yang suka merokok.

Mengurangi beban di Carrier, meninggalkan perintilan-perintilan yang tak terpakai

Iya, berat memang bawaan dalam carrier. Tapi kalau tak mau membawa beban berat nggak usah naik gunung aja sekalian. Dari pada harus meninggalkan sampah berlebih di gunung.

Masih masuk di akal kalau melihat sampah pembungkus makanan di gunung, walaupun tiak bisa ditolerir kalau membuangnya sembarangan. Tapi apa jadinya kalau kamu membuat sarung tangan kamu di shelter tempat peristirahatan? Entah memang tak terlihat, jatuh, lupa atau sengaja kamu meninggalkannya di situ untuk mengurangi beban dalam carrier.

Tidak sedikit sampah serupa seperti ini, bahkan terkadang ada baju yang terjemur di pepohonan yang biasanya ada di tempat pemasangan tenda para pendaki. Heran yah, bawa baju kok bisa lupa dan di tinggal di pohon.

Yuk jadi pendaki keren yang membuat gunung terlihat makin keren!

Namun, semua itu akan berlalu bila kesadaran pendaki semakin meningkat akan keindahan alam yang harus di jaga dan di lestarikan. Tentu kamu pasti ingin di bilang pendaki keren yang mendaki gunung-gunung keren pastinya. Kamu sudah menjadi pendaki yang cinta alam yang bukan lagi ikutan zaman kalau kamu sudah sadar dengan semua sampah-sampah yang harus kamu bawa turun kembali.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya