Memasuki usia 20, biasanya akan bertambah pula problem atau masalah hidup yang akan dialami. Tidak menutup kemungkinan hal tersebut juga akan menambah tingkat kedewasaan seseorang. Dia akan lebih sering untuk memikirkan dahulu apa yang akan dilakukannya. Bertindak gegabah atau buru-buru bukan lagi menjadi kebiasaannya. Semua itu akan terkikis secara perlahan seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia.

Usia 20 bukanlah usia yang bisa dikatakan remaja lagi. Itulah mengapa di usia 20 tahun biasanya seseorang akan dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana. Hal tersebut karena pada usia tersebut gejolak emosi biasanya akan sedikit demi sedikit mulai berkurang. Ia akan lebih mudah untuk mengontrol emosinya, entah itu pada saat marah, senang, bahagia, atau sedih. Ia bukan lagi anak remaja usia 17 atau 18 tahun-nan, yang masih sibuk dengan urusan kekanak-kanakan.

Advertisement

Bahkan dalam hal asmara sekalipun, mereka yang berusia 20 tahun tidak akan lagi menjalin hubungan yang main-main. Melainkan sebaliknya, mereka akan mulai menjalin komitmen. Bukan lagi mengumbar kata cinta yang penuh dengan rayuan semata. Mereka akan menjajaki sebuah hubungan yang dapat membawa mereka pada jenjang yang lebih serius lagi. Mereka tidak ingin menjalin hubungan yang hanya sekedar pamer kemesraan belaka apalagi tanpa ada keseriusan. Masuk usia 20 memang bukan lagi usia yang muda, karena pada usia seperti itu mereka akan lebih sibuk mempersiapkan masa depan mereka daripada berfoya-foya ria tanpa ada kejelasan.

Jika pada umumnya usia 18 atau 19 tahun dipenuhi dengan banyak target, maka pada usia ke 20 tahun inilah saatnya untuk memulai mewujudkan target itu. Semua hal yang dulu pernah ditulis atau yang menjadi cita-cita, sudah saatnya untuk diwujudkan. Tidak ada waktu untuk berleha-leha seperti saat usia 18 atau 19 tahun. Walaupun mungkin pada usia seperti itu sudah mencuri start untuk memulainya. Itu malah lebih bagus.

Artinya pada usia 20 tahun, hanya tinggal mengembangkan dan meneruskannya saja. Hanya mungkin perlu ditambah dengan motivasi agar semangat untuk mewujudkan impian, cita-cita, atau harapan tidak turun begitu saja. Sebab biasanya pada usia tersebut, stok motivasi atau penyemangat mulai terjadi penurunan akibat rasa jenuh yang sering datang tiba-tiba. Itulah mengapa lingkungan seperti teman-teman, sahabat, dan keluarga sangat dibutuhkan. Salah satunya adalah untuk memberi motivasi agar tak cepat menyerah ketika kegagalan datang.

Advertisement

Pernahkah kamu merenung atau berpikir tentang hal apa saja yang sudah atau belum pernah kamu lakukan di sepanjang 20 tahun eksistensi kehidupanmu? Pernahkah kamu merenungkan apa-apa saja yang sudah kamu berikan dalam kurun waktu 20 tahun itu? Pernahkah kamu berpikir apa saja progess yang sudah kamu capai sampai pada usia 20 tahun itu? Jika belum, maka sekaranglah saatnya.

Mengapa? Karena dengan merenung, memikirkan hal-hal tersebut kamu dapat mengevaluasi dirimu sendiri. Menilai sejauh mana keberhasilanmu sepanjang 20 tahun perjalanan hidupmu. Kamu pun juga dapat meng-upgrade semangatmu untuk bisa mewujudkan hal-hal yang mungkin belum dapat kamu capai disepanjang 20 tahun kamu menikmati kehidupanmu.

So guys, memasuki usia 20 tahun memang sangat rentan dengan berbagai masalah kehidupan. Juga akan ada banyak target yang sudah menunggu untuk dilihat bagaimana progess-nya ke depan. Tapi bukan berarti itu semua adalah hal yang menakuktkan. Namun anggaplah itu sebagai tantangan. Jadi ketika kamu memasuki usia kepala dua, jangan takut dan jangan khawatir. Sudah saatnya kamu menunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya