Lakukan kesalahan sebanyak-banyaknya, sebelum kamu tidak boleh melakukan ‘kesalahan’ di masa tua. Kenapa bisa ada pepatah pengalaman adalah guru terbaik? Boleh jadi jawabannya adalah pengalaman mengajarkan kita menjadi orang untuk tidak mengulangi ksalahan yang sama. Kesalahan itu bisa dimaklumi dan dijadikan sebuah pengalaman.

Kenapa kesalahan kita dimaklumi saat kita "sedang mencari pengalaman?" Lihatlah anak kecil yang memecahkan gelas dan menangis, apakah ibunya akan memarahinya? Dan tidak akan memberinya gelas baru? Pastinya anak kecil itu mendapat kata "tak apa-apa" dari sang ibu. Sama saja untuk kita, di usia yang katanya sedang pencarian jati diri, yang katanya mencari pengalaman, inilah saat yang tepat melakukan sesuatu seperti yang kita inginkan. Mencoba hal baru sebanyak-banyaknya dan menekuninya.

Advertisement

Lalu kesalahan apa yang dimaksud?

Sebelum masuk ke dunia kerja, sebelum kamu menginjak usia matang, banyak hal yang kamu lakukan dan banyak pula kesalahan yang kamu lakukan. Well, itu hal yang wajar terjadi. Seperti kebanyakan orang yang gigih, satu kesalahan hanyalah satu kerikil sedangkan banyak kesalahan itu ia kumpulkan menjadi sekumpulan kerikil untuk ia jadikan senjata menghadapi rintangan di depannya. Di masa kamu masih bisa melakukan sesuatu sesukamu, maka lakukanlah, cobalah. Tidak akan ada yang bisa menghentikanmu.

Dengan kesepakatan, kesalahan itu kita lakukan karena kita sudah berani mencoba hal baru. Kuncinya berlelah-lelahlah di kala usia yang masih memperbolehkanmu melakukan segala hal yang menantang zona nyamanmu. Di usia kita masih bisa berpindah halauan, satu tempat ke tempat yang lain, bidang satu ke bidang lain. Di usia kita yang masih diberi kesempatan mencoba hal baru. Di usia kita yang masih hijau ini. Lakukan, do it, if we make many mistakes, it’s fine, that’s the point we try. Kita beruntung masih di masa mencari pengalaman, sehingga kita akan dimaklumi ketika melakukan kesalahan. Dengan catatan, kesalahan tersebut berguna dan mampu menopang kesulitan di masa mendatang. Di masa yang memerlukan pelajaran hidupmu.

Advertisement

Maka, lakukan apapun yang menurutmu dapat mewujudkan impianmu. Impian yang muncul dari dalam lubuk hatimu itu. Mengapa? Karena setelah kita menginjak dunia yang ‘sesungguhnya’, di masa tua kita, kesalahan bukan lagi kita tangkap sebagai pelajaran ataupun pengalaman. Bisa dikatakan penyesalan. Akan muncul kalimat kira-kira seperti ini,"Mengapa aku tidak melakukan pekerjaan ini saat aku masih belia?"

So, selama kita masih mampu,"Aku akan mencobanya, kalau salah, itu resiko. Akan kuperbaiki terus hingga aku mahir". Pada akhirnya kesalahan-kesalahan yang banyak itu kamu analisa bagaimana solusinya. Persoalan apapun bisa kamu hadapi dengan benar. Kamu akan punya banyak cadangan jawaban. Kamu akan punya solusi yang telah didapatkan di hari-hari kamu berpetualang mencari bekal kehidupan.

Dear, kalian yang merasa kesalahanmu menyebabkan akhir duniamu sekarang ini, tepislah pikiran itu. Tidak ada yang instan di dunia, termasuk impianmu, tujuanmu. Roda kehidupan terus berputar, begitu pula kesempatan akan terus berputar datang menghampirimu. Selama kamu tidak lengah dan tetap berproses menyaring kesalahanmu menjadi batu loncatan untuk mendapatkan kesempatan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya