Gap year merupakan hal yang sudah banyak kita jumpai di tengah masyarakat, tetapi sebenarnya apa sih pengertian dari gap year itu?

Singkatnya, gap year adalah cuti atau jeda waktu yang diambil seseorang entah beberapa bulan, dan beberapa tahun sebelum masuk ke perguruan tinggi. Budaya gap year ini sudah ada sejak lama, tetapi sampai sekarang masih banyak stigma negatif yang beredar di masyarakat Indonesia.

Advertisement

Stigma inilah yang mengakibatkan banyak remaja yang masuk perguruan tinggi di jurusan yang salah dan kurang diminati. Mencari minat diri bukanlah suatu hal yang mudah bagi setiap individu. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk dapat meyakinkan minat, sedangkan waktu terus berjalan.

Gap year bisa menjadi salah satu jalan keluarnya. Dengan mengambil gap year, para remaja akan memiliki waktu lebih untuk bisa mengerti minat dan kemampuannya, sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat.

Menempuh pendidikan, bekerja, dan menikah, sudah menjadi tahapan yang dijadikan dasar bagi sebagian masyarakat. Kesuksesan diukur pada pencapaian tahapan – tahapan tersebut pada batas usia tertentu. Tidak ada waktu yang paling "ideal" untuk mencapai suatu hal.

Advertisement

Semua proses membutuhkan waktu yang berbeda – beda pada tiap individu. Bagi sebagian orang, ketepatan dalam memilih jauh lebih penting daripada kecepatan. Orang-orang inilah yang seringkali dipandang sebelah mata oleh masyarakat, dianggap mereka tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik.

Berbeda dengan di Indonesia, beberapa universitas top dunia seperti Harvard, dan New York University justru merekomendasikan atau memberikan pilihan bagi mahasiswa barunya untuk mengambil gap year.

Hal ini dikarenakan dalam gap year, kita akan mendapatkan pengalaman dan kesempatan yang sangat berharga, dan juga sebagai proses pendewasaan diri sebelum masuk ke perguruan tinggi. Dengan kata lain gap year ini dapat membuat seorang individu mengenal dirinya sendiri lebih dalam dengan cara menekuni hal – hal yang diminati, atau justru melakukan hal baru di luar comfort zone.

gapyear-01.png

Sumber : coppellstudentmedia.com

Dalam isu gap year, orang tua sering kali menjadi salah satu alasan seseorang tidak mengambil gap year. Banyak orang tua yang memaksakan anaknya untuk kuliah secepatnya dan memasuki jurusan yang dipilihkan oleh orang tua. Itu semua dapat terjadi karena orang tua belum benar-benar mengerti mengenai konsep gap year ini dan takut anak mereka nantinya akan malas dan tidak melanjutkan pendidikannya.

Cobalah untuk berkomunikasi dengan orang tua dengan cara yang baik. Berikan pengertian bahwa dengan mengambil gap year bukan berarti tidak baik dan yakinkan orang tua bahwa kamu tetap kan melanjutkan pendidikan nantinya.

Pada akhirnya, bermanfaat atau tidaknya gap year itu bergantung pada individu yang menjalani, dan kegiatan apa saja yang dilakukan dalam rentang waktu tersebut. Sikap dan kebutuhan orang masing-masing berbeda sehingga kita tidak bisa menilai baik atau buruknya keputusan seseorang jika kita tidak mengetahui alasan yang mendasari keputusannya.

Semua orang tentu menginginkan hal yang terbaik dalam kehidupannya. Mengambil gap year bukan lagi suatu hal yang harus dipandang negatif, karena banyak sekali manfaat, kesempatan, dan pengalaman yang bisa didapatkan. Apapun keputusan yang diambil seseorang seharusnya selalu dihargai, karena pasti ada alasan yang mendasari keputusan tersebut.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya