Siapa sih yang tak bahagia jika dirindukan seseorang ? sesorang yang berkata begitu menyangi kita. Siapa juga yang tak senang tatkala ada yang bilang rindu? Mengatakan bahwa dia begitu menantikan kehadiran kita. Mungkin sebagian besar dari kita akan merasa menjadi sosok istimewa baginya. Kita telah menjadi bagian penting yang selalu diharapkan olehnya untuk hadir di hari-harinya. Apalagi rasa rindu yang didasari rasa cinta yang dirasakan oleh dua hati. Hingga kala dia rindu, mungkin dia juga selalu berharap bahwa kita juga merindukannya. Tentu bukanlah suatu yang aneh, dia telah memberikan rasa istimewa itu kepada kita. Di sisi lain, ia pun niscaya berharap hal yang sama agar merasa behagia pula.

“Hari ini aku begitu merindukanmu.”

Advertisement

Sebuah kalimat yang bisa membuat wajah kita tersenyum seketika saat mendengarnya. Apalagi jika itu diucapkan oleh orang yang bayangannya sering hadir dalam fikiran kita. Kalimat itu bisa menjadi penyemangat saat kita tengah merasa kesepian. Bisa juga membuat kita tersenyum-senyum sendiri dibuatnya. Namun sering kali kita pun jadi berfikir dan mencoba menyadari. Kala yang ungkapkan rindu itu bukanlah kekasih kita, ia belumlah jadi jodoh kita. Sekarang dia hanya sekedar pacar atau gebetan semata, atau mungkin adalah orang yang sedang begitu dekat dengan kita. Rasanya itu ya seperti rayuan semata. Walau mungkin ia memang benar-benar rindu, namun benarkah rindu itu akan bertahan selamanya. Atau hanya datang dan akhirnya pergi ketika ia sudah tak ingin bersama kita lagi.

Sebuah kata memang mudah dikatakan. Sebuah kalimat memang mudah untuk diungkapkan. Kata dan kalimat berbau rindu pun begitu mudah untuk ditaburkan di hati kita olehnya. Membuat hati kita berbunga-bunga dengan indahnya, hingga kita terbuaikan wanginya. Ada kalanya kita mulai mengerti bahwa taburan rindu di hati yang ia berikan seolah belum ada kepastian. Rindu yang ia berikan seperti ada yang kurang. Rindu yang kita rasakan seperti ada yang kurang lengkap. Hal itu mungkin karena kita masih merasa takut apakah rindu itu akan selalu kita rasakan dengan kehadirannya. Kita masih merasa khawatir apakah rindu itu akan selalu diberikan padanya untuk kita. Apakah mungkin ia akan selalu bersama kita.

“Apakah kau selalu merindukanku?”

Advertisement

Sebuah pertanyaan yang seolah wajar saja. Namun sebenarnya menyimpan berbagai keraguan pada hati ini. Kita ragu apakah dia benar-benar rindu. Apakah ia selalu merindukan kita. Dibalik pertanyaan itu, seolah kita berusaha memastikan apakah di hatinya masih ada kita. Kita masih terlalu takut untuk ditiinggalkannya. Jadi apalah arti kerinduan yang terasa di hati ini, jika kini dia belum menjadi jodoh dan kekasih hati.

“Sebenarnya aku pun merindukanmu, tetapi salahkah jika aku takut kehilangan rasa rindu itu?”

Kita tahu di dunia ini tak ada seorang pun yang bisa menjamin perasaan cinta akan selalu mengisi hati. Kita yang tengah pacaran, kita yang tengah berdekatan atau kita yang tengah jatuh cinta. Kita tak pernah tahu kapan cinta itu akan bertahan. Walau di saat kita mencintai seseorang, kita selalu berharap bisa mencintainya selamanya. Sebaliknya kita berharap pula dia akan mencintai kita selalu. Hal itu terharapkan karena disaat itu, kita sedang berada di masa-masa bahagianya merasakan cinta oleh kehadirannya. Hingga rasa rindu itu terasa mengisi hati dengan begitu membahagiakannya. Rasa rindu menjadi pelengkap rasa cinta yang sedang hadir memenuhi perasaan kita. Tentu saat kita sudah benar-benar merindukan seseorang. Saat kita sudah benar-benar menyayangi seseorang. Kita akan selalu berharap bisa bersama dia untuk selamanya. Namun apalah daya diri ini, kala dia belum jadi pasangan yang sah bagi kita. Sebesar apapun harapan kita, niscaya itu belum ada kepastian kedepannya.

“Aku berharap rindu ini bermuara di pelaminan. Tak sekedar rayuan, tak sekedar gombalan.”

Banyak dari kita mungkin yang sering beralasan pada diri kita sendiri. Mengatakan dengan santai bahwa biarlah kita mengikuti apa yang terjadi ini mengalir begitu saja. Kita mengatakan padanya untuk jangan berfikir terlalu jauh. Lalu sebenarnya apakah rasa rindu yang selama ini terasakan bukanlah suatu yang penting, hingga seolah tanpa tujuan. Kita yang benar-benar mencintai, niscaya berharap akan bersanding dengannya di pelaminan. Kata rindu yang sering terucapkan bukanlah sebuah permainan kata yang hanya untuk bahan rayuan dan gombalan. Kita pun bisa dapatkan intinya, jika kita tak serius berarti dengan kata lain maka kita sedang main-main. Jika kita tidak sedang main-main, maka sebenarnya kita tengah serius dengan perasaan yang ada. Hingga akhirnya mungkin muncul pertanyaan yang menggelitik hati ini padanya, entah berani kita tanyakan atau kita hanya menyimpannya dalam hati.

“Selama ini kau serius rindu denganku? Atau sedang bermain-main rindu padaku?”

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya