Apakah kalian tahu? Bacang atau bakcang, makanan tradisional terbuat dari beras ketan berisi daging ayam yang dibungkus dalam bentuk limas segitiga dengan daun bambu, merupakan bagian dari kuliner nusantara yang berasal dari masyarakat Tionghoa.


Makanan tradisional ini memang tidak setenar kuliner-kuliner Indonesia lainnya. Namun, di beberapa daerah seperti Bandung, bacang cukup terkenal dan dinikmati oleh masyarakat. Bacang merupakan makanan yang dihidangkan pada Festival Perahu Naga atau yang biasa disebut dengan Festival Duanwu yang jatuh pada bulan 5 tanggal 5 berdasarkan penanggalan lunar. Festival ini merupakan perayaan atau tradisi yang berhubungan dengan kesehatan (lomba perahu naga), juga bertujuan untuk menghormati Qu Yuan.

Advertisement

Bacang memang jarang ditemui di tempat makan umum, biasanya para penjual berkeliling dan hanya menjual di wilayah terdekat darinya saja. Namun, jangan bersedih. Kalian bisa menikmati bacang dengan membuat sendiri di rumah lho!

Bagaimana caranya? Proses pembuatan bacang membutuhkan proses mulai dari memasak isi dagingnya, memasak ketannya, membungkus ketan dan dagingnya dengan daun bambu, hingga merebus bacang yang telah dibungkus tersebut. Isi bacang memiliki banyak varian, namun yang paling umum dan sederhana adalah bacang yang berisi daging ayam. Nah, dengan resep yang sederhana pula, berikut adalah langkah-langkah proses pembuatan bacang isi daging ayam untuk 10 bungkus!

Pertama, pembuatan bacang dimulai dengan memasak isi dagingnya terlebih dahulu. Bahan-bahan yang diperlukan kurang lebih 2sdm minyak goreng, 300g daging giling, 4 siung bawang putih yang telah dicincang, 2 batang daun bawang yang telah diiris halus dan tipis, kecap manis, kecap asin, garam, merica, minyak wijen, dan sedikit air. Dengan bahan-bahan yang telah tersedia, kalian bisa memulai dengan memanaskan minyak goreng. Setelah panas, masukan bawang putih yang telah dicincang, lalu tumis hingga harum.

Advertisement

Kemudian, masukkan daging giling perlahan dengan bawang putih, aduk rata daging giling hingga berubah warna kecoklatan. Setelah dirasa telah berubah warna, tambahkan air sedikit saja, secukupnya. Selagi mengaduk rata, tambahkan bumbu-bumbu seperti kecap manis, kecap asin, garam dan merica. Untuk masalah bumbu, tidak ada spesifikasi seberapa banyak yang diperlukan, hanya sesuai selera saja. Ketika sudah dirasa cukup rasanya, tambahkan minyak wijen, lalu matikan kompor sambil tetap mengaduk rata masakan. Kemudian, angkat masakan, lalu sisihkan terlebih dahulu.

Langkah yang kedua adalah memasak ketannya. Bahan-bahan yang diperlukan kurang lebih 500g ketan putih dan 250g beras yang telah dicuci bersih dan direndam selama kurang lebih 2-6 jam, minyak goreng ~1 sdm, kecap asin, 4 siung bawang putih yang telah dicincang dan minyak wijen. Mulailah dengan memanaskan minyak goreng terlebih dahulu, lalu masukkan bawang putih dan tumis sebentar hingga harum. Setelah itu, masukkan campuran ketan dan beras ke dalam masakan, lalu aduk rata. Selama itu, tetaplah aduk untuk memastikan tidak ada butir ketan dan beras yang terlewat. Selagi mengaduk, tambahkan kecap asin secukupnya.

Ketika dirasa telah tercampur semua, tambahkan minyak wijen secukupnya lalu matikan kompor, dan tetap aduk rata masakan hingga dirasa cukup. Alasan ditambahkannya minyak wijen di akhir adalah agar aromanya menetap, dan selagi dimatikan kompornya untuk mendinginkan masakan agar dapat dibungkus daun bambu. Setelah cukup dingin, saatnya untuk membungkus bacang. Siapkan isi daging ayam dan ketan yang telah dimasak sebelumnya, daun bambu yang telah direndam supaya tidak kaku dan gampang untuk dilipat, juga beberapa potong benang untuk mengikat bacang.


Pertama-tama, ambil satu lembar daun bambu. Pilih satu ujung untuk dipotong lurus agar tidak menganggu. Dari sisi ujung yang telah dipotong lurus, lipat bagian tengah ke arah dalam, lalu tekuk lipatan tersebut ke salah satu sisi daun hingga membentuk kerucut.


Sambil menahan daun dalam posisi tersebut, masukkan 2 sdm ketan kedalam kerucut tersebut. Ketan harus dipadatkan ke bawah dan ke pinggir sisi melingkar daun bambu, sehingga ada cukup ruang di bagian tengah lingkaran padat ketan, yang mana selanjutnya kalian isi dengan 1 sdm daging ayam yang telah dimasak pertama kali. Kemudian, tutup sekali lagi dengan 1 sdm ketan dan padatkan hingga bagian atasnya rata.

Setelah itu, sisa dari sisi panjang lain daun yang masih tersisa dikondisikan ke arah depan sehingga menutupi bagian atas atau alas lingkaran kerucut yang telah kalian padatkan hingga rata. Lalu, sisi kanan dan kiri yang melewati garis lingkaran dilipat lurus menghadap badan kerucut, bila perlu tekan lurus sehingga kerucut berubah menjadi segitiga. Lipatlah sisa dari sisi panjang daun bambu hingga lurus, lalu tutup melingkari bacang yang telah terbungkus. Setelah semuanya terbungkus, Ikat dengan benang atau tali melingkari bacang. Untuk mengikat benangnya, tidak perlu kencang, asalkan terikat saja.

Langkah terakhir, adalah merebus bacang. Siapkan panci yang telah terisi air kurang lebih ¾ dari panci tersebut. Masukkanlah bacang-bacang yang telah terbungkus ke dalam panci dan rebus selama 1-1.5 jam. Perhatikanlah rebusan bacang kalian, bila airnya berkurang kalian selalu harus menambahkan airnya hingga semua bacang terendam. Ketika dirasa sudah sekitar 1-1.5 jam, angkat bacang yang telah matang. Bacang yang matang bisa dilihat dari bungkusnya yang mekar.

Nah, itu dia proses pembuatan bacang. Bagaimana, patut untuk dicoba tidak? Pasti, dong! Makanan ini cocok untuk hidangan ringan namun mengenyangkan, khususnya jika ada acara keluarga ataupun hari-hari raya mendatang. Bacang juga bisa menjadi sarana silaturahim antar saudara ketika sedang berkumpul dengan memasak bareng, apalagi ketika sedang membungkus bacang dengan daun bambu, yang memakan waktu cukup lama untuk sekiranya dapat bertukar pikiran dengan keluarga besar. Dengan begitu, semoga informasi yang disuguhkan bermanfaat dan menginspirasi kalian untuk mencoba membuat bacang. Selamat mencoba!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya