Siapa yang tidak senang, jika dalam sebuah keluarga ada kehadiran buah hati? Merawat dengan senang susah bahagia melihat buah hati tumbuh dengan besar! Keluarga besar juga menerima dengan hangat.

Tapi tahukah kalian, banyak sekarang orang tua sendiri. Yang melakukan "HUBUNGAN SEKSUAL" terhadap darah dagingnya sendiri!.

Ya sekarang banyak sekali orang tua (laki-laki) yang melakukan hubungan seksual dengan darah dagingnya sendiri, biasanya orang tua tersebut melakukan aksinya dengan mengiming-iming uang Rp.100.000, barang yang disukainya, dan janji-janji lainnya.

Jika si anak tersebut mau dengan janji-janji yang diberikan oleh ayahnya sendiri, dan mau tidur dengan ayahnya. Barulah si ayah tersebut melakukan aksinya dengan perlahan-lahan. Meskipun anak tersebut menolak berhubungan dengan ayahnya sendiri. Tetapi, anak yang tidak tau apa-apa diancam oleh ayahnya sendiri, jika mengadu ke ibunya, teman-teman, saudara, nenek dan kakeknya.

Alhasil, anak tersebut menyimpan sendiri apa yang telah diperbuat oleh ayahnya sendiri. Batin metal akan membuat si anak akan menjadi pendiam, menutup diri, tidak mau bersosialisasi. Karena, takut dengan ancaman yang diberikan oleh Si ayahnya sendiri.

Orang Tua terutama seorang ayah, akan melakukan hubungan seksual. jika melihat anaknya sendiri berpakaian terbuka, bisa jadi tidak tahan dengan hawa nafsu dan juga kurangnya iman!

Sekarang banyak di Indonesia, terutama anak-anaknya yang sudah menjadi korban dari pedofil ayahnya sendiri. Akan membuat anak yang tak berdosa mengalami Sindrom Trauma Perkosaan. Sindrom trauma perkosaan adalah suatu bentuk Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), dima na kondisi tersebut dialami oleh korban sexual assault, yang meliputi gangguan fisik, emosional, kognitif, perilaku dan karakteristik interpersonal.

Tidak hanya itu, gangguan lainnya yaitu panic attack. Panic attack biasanya ditandai dengan perasaan yang kuat atas ketakutan atau tidak nyaman yang menyertai gejala fisik seperti jantung berdebar-debar, berkeringat, gemetar, sesk nafas dan psikologis.

Dapat dicerminkan pada sila ke-2 "Kemanusiaan yang adil dan beradab", dimana pada sila ke-2 melambangkan hubungan setiap manusia, dimana laki-laki dan perempuan saling emmbutuhkan dan harus bersatu agar dapat menjadi kuat seperti rantai. Dengan kata lain, lambang sila ke-2 adalah hubungan antar individu yang dilakukan secara adil dan beradab.

Oleh sebab itu, kita sebagai seorang perempuan harus membekali pengetahuan buah hati tentang bahaya seksual. Dengan memberitahu mana yang boleh terlihat dan mana yang tidak boleh terlihat oleh lawan jenis meskipun keluarganya sendiri. Harus memberi tahu segalanya agar anak-anak tahu bahaya yang akan ditimbulkan tersebut. Penderita PTSD memerlukan dukungan dari lingkungan sosialnya.

Kalau bukan kita sebagai perempuan atau Ibu, kapan lagi !!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya