Di era digital seperti saat ini, pembeli semakin dimudahkan dengan banyaknya pilihan kanal belanja, salah satunya kanal belanja online. Menjamurnya akses belanja online tidak hanya memberikan keuntungan bagi berbagai marketplace maupun toko-toko online kelas rumahan, melainkan juga bisnis jasa pembelian barang lewat pihak ketiga alias jasa titip beli.

Jasa titip beli (jastip) atau personal shopper adalah layanan titip belanja yang dikelola secara personal. Pada prinsipnya, jastip adalah pihak yang membelikan produk sesuai pesanan pembeli dengan menetapkan sejumlah tarif jasa.

Advertisement

Maraknya bisnis ini dilatarbelakangi salah satunya oleh aktivitas harian yang padat mulai dari sekolah, bekerja, sampai urusan rumah tangga. Hal tersebut membuat beberapa orang kesulitan berbelanja produk yang diinginkan. Selain itu, bagi konsumen penggemar produk luar negeri, ongkos perjalanan yang besar terkadang menjadi kendala untuk pergi demi sekadar memperoleh produk yang diinginkan.

Bagi para penggila belanja, bisnis ini mungkin menarik karena dapat dijadikan wadah untuk menyalurkan hasrat belanja tanpa perlu menguras kantong pribadi. Di samping itu, bisnis ini mampu memikat banyak peminat karena terdapat banyak keuntungan yang menggiurkan di samping tantangan bisnis yang juga perlu diperhatikan.

Advertisement

Keuntungan Bisnis Jasa Titip
Cukup banyak keuntungan menarik yang dapat dinikmati pelaku bisnis yang sering disebut jastiper, yaitu :

  • Kemudahan dalam berbisnis karena dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun hanya bermodal media sosial (instagram, facebook, twitter, dan lainnya) untuk menawarkan jasa titip. Berkembangnya aplikasi messenger (whatsapp dan line) yang menyediakan wadah berupa group chatting, memudahkan sharing informasi produk dan interaksi dengan para konsumen.
  • Modal yang relatif kecil atau bahkan tanpa modal tergantung kesepakatan antara penjual dengan pembeli terkait seberapa besar nilai produk yang akan ditanggung oleh personal shopper.
  • Keuntungan (uang) yang didapat dari tarif jasa yang ditetapkan. Rata-rata pelaku bisnis memberlakukan tarif jasa titip cukup terjangkau bagi para konsumennya berkisar dari Rp 5.000 – Rp 50.000 sesuai nilai produk ataupun total belanja. Margin yang kecil diharapkan dapat menarik konsumen sebanyak-banyaknya dan pada akhirnya meningkatkan keuntungan secara signifikan. Menurut salah satu personal shopper produk kebutuhan bayi, Bianca Fransiska, omset yang dapat dibukukan dalam sebulan mencapai 200 – 400 juta rupiah dengan keuntungan bersih yang mampu diraup berkisar antara 37 – 50 juta rupiah.
  • Pelaku bisnis melakukan pembayaran belanjaan dalam nominal yang besar dengan memanfaatkan kartu kredit. Pembayaran non tunai tersebut terdapat keuntungan lain seperti poin kartu kredit maupun tawaran buy one get one yang selanjutnya dapat dijual secara satuan oleh pelaku bisnis.

Tantangan dan Hal Yang Harus Diperhatikan

Dibalik maraknya bisnis rumahan ini, para peminat bisnis menghadapi tantangan tersendiri untuk mengembangkan bahkan memulai bisnis, yaitu :

  • Persaingan tarif antar jasa titip tentu menjadi tantangan utama dari masing-masing jasa titip. Penetapan tarif jasa yang murah demi menarik minat konsumen menyebabkan peminat bisnis berusaha menetapkan tarif lebih rendah dari pesaing. Tapi jika tidak berhati-hati, bukannya keuntungan yang akan didapatkan melainkan kerugian. Hal ini disebabkan tarif jasa ternyata tidak mampu menutup biaya operasional (transportasi dan pengemasan).
  • Kredibilitas calon konsumen baru jika tidak dipikirkan dengan baik, dapat merugikan pelaku bisnis. Contohnya hit and run saat melakukan pemesanan barang. Tapi hal ini dapat dihindari dengan memberlakukan sejumlah down payment atau full payment untuk sejumlah produk yang mahal.
  • Semakin maraknya bisnis ini cukup menyusahkan peminat bisnis untuk menentukan segmen pasar yang ingin disasar. Para pelaku bisnis yang awalnya satu segmen kini bergeser menjadi hampir berbagai jenis barang yang menarik minat pembeli. Bahkan cukup banyak pelaku bisnis yang sudah berani untuk menjajal bisnis jasa titip barang-barang bermerek mewah dari luar negeri karena cukup besarnya antusiasme konsumen pada segmen pasar ini. Sebagai referensi, peminat bisnis dapat mencoba mengikuti akun jasa titip beli yang sudah ada untuk melihat segmen pasar yang ramai peminat.
  • Mengiklankan bisnis jasa titip agar dilirik oleh calon konsumen yang dituju juga menjadi salah satu tantangan. Hal ini dilakukan melalui penggunaan media sosial, dan Instagram menjadi media paling efektif karena memaksimalkan gambar dan video singkat sebagai konten. Pelaku bisnis juga dapat memaksimalkan penggunaan tagar atau hastag dan mengunggah testimoni dari para pelanggan untuk memperjelas kredibilitas. Personal shopper juga sebaiknya rajin memposting foto-foto produk yang menarik guna menarik konsumen untuk memakai jasa titip beli. Selain foto produk, pelaku bisnis dapat mencantumkan informasi harga barang serta tarif jasa titip untuk memudahkan calon konsumen.

Hal terakhir yang perlu menjadi perhatian bagi peminat dan pelaku bisnis, terutama bagi jastip produk dari luar negeri, adalah sejumlah aturan yang ditetapkan pemerintah berupa besaran tarif pajak dalam rangka impor maupun dokumen yang harus dipenuhi pelaku bisnis untuk dapat mengimpor sejumlah produk tertentu dari luar negeri.

Pemerintah baru saja mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 110/PMK.010/2018 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 Sehubungan Dengan Pembayaran Atas Penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor Atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain untuk lebih dari seribu jenis barang konsumsi.

Hal ini sebaiknya dipelajari oleh peminat bisnis yang berminat menyasar produk dari luar negeri. Selain aturan mengenai pajak impor, peminat bisnis juga perlu mencari tahu dan mempelajari peraturan yang ditetapkan pemerintah mengenai barang-barang yang dibatasi importasinya.

Jangan sampai karena ketidaktahuan ini menjadi hambatan dalam proses bisnis.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya