Dunia percintaan memang sudah menjadi hal yang biasa apalagi di kalangan anak muda sekarang. Mereka kalau merayu pasangan nya puitis banget. Tapi, jangan disalahartikan untuk seseorang yang hobi merangkai kata-kata puisi atau di ebut puitis. Di sini, saya tidak akan membahas tentang dunia puisi ya!

Percintaan memang memiliki dua perasaan sebelum memiliki, yang pertama kebahagiaan karena tercipta dari perasaan cinta dan yang kedua kesedihan yang berbentuk kekecewaan terhadap seseorang. Itu semua tercipta dari harapan-harapan yang berimajinasi. Pernah merasakan hal itu? Mau merubah rasa kecewa menjadi sebuah kebahagiaan?

Advertisement
  1. Merubah pandangan. Pertama adalah bagaimana caranya untuk merubah rasa kecewa yang mendalam? Ubah pandanganmu kepada hal hal yang positif dari yang tadinya berpikir bahwa kamu dapat memilikinya dan si doi merespon dengan baik, lambat laun ternyata si doi malah jadian dengan temanmu. Stop! Jangan bersedih, mungkin kamu beranggapan bahwa si doi itu jahat dan telah melukai hatimu. Sekarang ubah bahwa si doi baik itu bukan karena memiliki perasaan terhadapmu, sehingga kamu baper. Dia baik karena itu wataknya, sesimpel itu kan caranya? Tapi memang menghapus perasaan itu tidak mudah. Nah, sekarang silahkan sadari "boleh mencintai, tapi tak semua yang dicintai harus dimiliki"

  2. Membuang waktu. Maksudnya, ubahlah waktu melamunmu hanya untuk sekedar memikirkan dia. Sampai sampai kamu keluar air mata dan berpikirlah "kamu menangis, apakah dia sedih?" tidak kan? Nah, sekarang buang jauh-jauh waktu melamun itu, dengan sedikit berkarya sesuai hobimu. Pasti sedikit demi sedikit akan fokus terhadap karyamu dan kesedihan akan hilang begitu saja. Di coba dulu!
  3. Kembali ke tujuan. Jika perasaanmu selalu menghalangi pekerjaan dan pendidikanmu, untuk apa dimiliki? Cinta datang ke dunia itu bukan untuk penghancur melainkan sebagai perasaan penuh hikmah. Akan tetapi, banyak yang menyalahartikan cinta. Cinta itu tidak buta, melainkan dapat melihat mana yang baik dan mana yang buruk. Nah, ketika kamu merasakan kekecewaan dan merasa sakit hati. Kita mencoba untuk melihat ke belakang, "Saya ini masuk pendidikan untuk apa? Atau saya ini bekerja untuk apa?" Pasti kebanyakan mempunyai mimpi untuk sukses. Apakah rela mimpimu yang tinggi hanya terhambat oleh perasaan cinta yang tak menentu, tidak kan? Nah, sekarang arahkan kembali ke tujuan kamu untuk sukses dan membuat orang tua menangis terharu. Karena kesuksesan kamu tercapai, mereka pasti bangga akan hal ini.
  4. Belajar ikhlas. Kamu memang butuh dia, ingin bersama di dalam putaran waktu ini. Merasakan kebahagiaan dan keromantisan dalam hidup ini. Namun jika harapan tidak sesuai dengan kenyataan, apalah arti dari perasaan itu semua? Hasilnya nihil. Di sinilah kamu mulai belajar mengikhlaskan bahwa tidak semua yang dicintai harus dimiliki. Kesedihanmu hanya membuat derita dirimu sendiri, benar kan?

Perasaan cinta itu datang tak diundang, jika pergi ya pergilah.
Kamu bukan manusia lemah kan? Kamu bisa menikmati kebahagiaan tanpa cinta darinya. Pasti bisa!

Artikel ini ditulis dari pengalaman sendiri. Mohon maaf apabila kurang sopan dalam tutur kata dan semoga dapat bermanfaat bagi yang merasakan.

Advertisement

"Cinta itu seperti senja, meski akhir dari siang tetapi awal dari malam. Meski datang setiap hari dia tidak membosankan, karena selalu memberikan ending yang indah " – Rifki Abdul Rofik

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya