Hidup yang kita jalani memang berbeda. Manusia punya perannya sendiri-sendiri. Karena itu lakukanlah peranmu dengan sepenuh hati agar hidupmu menjadi baik.

Manusia adalah bagian dunia, sangat kecil dan rapuh. Tapi tetaplah bertahan dengan tujuanmu di dunia. Kita masih punya misi yang harus dituntaskan. Berikut adalah hal-hal sederhana yang mungkin bisa membuat hidupmu lebih berarti.

Lakukanlah dari yang sederhana agar bisa menjadi luar biasa.

1. Bersyukur dan Berdoa

Sebagai umat yang beragama kita memang wajib melakukan ini. Setiap hembus napas yang Tuhan beri tidak pernah kita bayar, lalu bagaimana cara kita menghargai pemberian yang berlimpah ini?

Advertisement

Syukurilah apapun yang telah Tuhan berikan. Dan jangan malu untuk meminta sesuatu yang masuk akal pada-Nya. Lewat berdoa kita bisa mengatakan semua hal yang kita inginkan. Mintalah agar mimpimu bukan hanya sekedar angan-angan tetapi akan segera menjadi kenyataan. Dan kamu juga harus tetap berusaha untuk mewujudkannya, jangan berhenti dan tidak boleh menyerah.

Mari, kita bersyukur dengan hal-hal baik yang terjadi disekeliling.

"I enjoy being happy every day, and hopefully you can hear my happiness in my music. Life is beautiful." Christina Milian

2. Tersenyumlah, karena senyum memberikan kebaikan untukmu dan orang lain.

"Let my soul smile through my heart and my heart smile through my eyes, that I may scatter rich smiles in sad hearts." Paramahansa Yogananda

3. Hargai dan cintailah dirimu sendiri

Tetaplah bergaya dengan dirimu yang tulus, baik, jujur, serta apa adanya. Jika kamu menyatu dengan segala hal baik yang ada didalam hatimu maka kamu akan tetap merasa bangga dengan diri sendiri. Hanya kamulah yang paling tahu dirimu, untuk itu hargai dirimu sendiri. Cintailah kamu apa adanya. Ini membuatmu lebih berarti walau dirimu tak sempurna.

“To be yourself in a world that is constantly trying to make you something else is the greatest accomplishment.”
― Ralph Waldo Emerson

4. Cintailah keluarga dan orang-orang disekelilingmu

"The love of family and the admiration of friends is much more important than wealth and privilege." Charles Kuralt

Mencintai yang paling mudah dan sederhana adalah mencintai orang-orang terdekat kita. Kamu juga lebih bebas karena mereka menerima dirimu apa adanya, tidak menuntut dan selalu bersyukur dengan kehadiranmu.

Walau sering terjadi perbedaan pendapat, tetapi mereka selalu berharap yang terbaik untukmu. Hanya mereka tempatmu kembali dan menepi saat semuanya menutup pintu untukmu. Merekalah yang akan selalu berada di sisimu, sampai nanti.

5. Memberilah

Dengan ini segalanya terasa lebih baik. Rizqi yang kita dapat memang seharusnya sedikit dibagi, untuk mereka yang memang membutuhkan. Semua ini hanya titipan dan bukan milikmu yang abadi. Jangan pelit, karena hidup hanya sementara. Menabunglah untuk amalan akhiratmu.

“Hiduplah Untuk Memberi yang Sebanyak-banyaknya, Bukan untuk Menerima yang Sebanyak-banyaknya. (Pak Harfan)”
― Andrea Hirata, Laskar Pelangi

6. Tidak pernah punya musuh

Hidupmu jauh lebih damai, bukan? Tidak ada yang menganggumu dan kamupun tidak harus sibuk dengan urusan mereka.

Sebenarnya musush terbesarmu adalah dirimu sendiri. Kita sangat sulit mengalahkan ego dan sifat buruk yang sudah lama berkerak dalam diri.

"Sahabat terbaik dan musuh terburuk kita adalah pikiran-pikiran kita. Pikiran dapat lebih baik dari seorang dokter atau seorang bankir atau seorang teman kepercayaan. Juga dapat lebih berbahaya dari penjahat." – Frank Crane

7. Memaafkan diri sendiri dan orang lain

Kita semua pernah salah. Karena hidup tidak selalu memberikan instruksi tentang bagaimana kita melangkah dan memilih. Tetapi dengan berbuat salah maka kitapun belajar.

Seaindainya masih ada dendam yang masih tersimpan, buanglah itu semua jauh-jauh. Tidak ada gunanya untuk dirimu menyimpan kesalahan orang lain. Kalian juga perlu tahu bahwa tidak semua orang yang berbuat salah selalu salah, kadang ada hal lain yang terjadi, ada faktor penyebab yang tidak kamu ketahui. Maka baiknya kita memaafkan dengan tulus. Hanya Tuhan yang pantas memberikan hukuman bagi mereka.

“Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. Mengerti, walau menyakitkan itu harus dilalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan. Ketahuilah, memaafkan orang lain sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri.” ― Tere Liye, Sunset Bersama Rosie

8. Santai tapi serius

Slow… Lambat tak berarti lemah. Justru kamu sedang menikmati semua proses ini dengan baik. Suatu hari semua ini akan jadi kenangan dan kamu bisa berbagi dengan banyak orang tentang bagaimana kamu membangun masa depan dengan perlahan dan pasti.

"Don't ever criticize yourself. Don't go around all day long thinking, 'I'm unattractive, I'm slow, I'm not as smart as my brother.' God wasn't having a bad day when he made you… If you don't love yourself in the right way, you can't love your neighbour. You can't be as good as you are supposed to be." Joel Osteen

Tidak apa kamu sedikit terlambat, yang membuktikan dirimu didepan mereka adalah keberhasilan yang akan kamu raih. Bukan seberapa cepat kamu mendapatkannya. So, keep spirit and never stop!

9. Positive Thingking

Dengan berpikir positif setiap hari maka kamu akan nyaman dengan hidupmu. Semuanya akan baik-baik saja. Tidak ada masalah yang tak bisa kamu hadapi. Kamu tangguh dan kuat sekali.

"Work hard for what you want because it won't come to you without a fight. You have to be strong and courageous and know that you can do anything you put your mind to. If somebody puts you down or criticizes you, just keep on believing in yourself and turn it into something positive." Leah LaBelle

Tetaplah bahagia dengan rentetan rutinitas yang kadang mengalahkan drama sineteron. Semua akan indah pada saat kita sudah melangkah lebih jauh, dan menolehlah untuk bersyukur bahwa kita sudah sampai sini. Be youeself.