Berawal dari fenomena semakin meningkatnya kasus kekerasan seksual anak di Indonesia yang menimbulkan dampak traumatis pada anak, menggugah keperdulian lima mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga untuk menerapkan cara dengan metode Good Parenting Communication Skill dalam menyampaikan pendidikan seks sejak dini kepada anak.

Dalam materi pendidikan kesehatan Good Parenting Communication Skill, anak secara kognitif akan memahami cara-cara menghindari sexual abuse (pelecehan seksual), secara afektif anak sadar akan bahaya sexual abuse dan secara psikomotor anak mampu menolong diri sendiri dan orang lain melalui potensi kekuatan fisik dan psikologis yang dimilikinya.

Advertisement

Cara ini mengajarkan anak mengenal dan menjaga anggota tubuh mereka, anak mengetahui bagaimana seharusnya berpakaian (berbusana) yang benar sesuai jenis kelamin. Kemudian anak mengenal anggota keluarganya, serta orang lain yang boleh dan atau tidak boleh untuk sembarangan disentuh.

Dengan menerapkan cara inilah orangtua mampu berkomunikasi dengan anak secara baik dan efektif mengenai pendidikan seks sejak dini untuk mencegah kekerasan seksual pada anak. Orang tua tak lagi merasa risih dan khawatir dalam mengajarkan pendidikan seks dengan benar pada anak, karena anak sudah dibekali pendidikan yang baik dari orangtua yang merupakan guru pertama baginya.

Hal ini dijelaskan Sri Puastiningsih (2013), ketua tim ini, ketika ditemui di kampusnya, kemarin. Ia didampingi anggotanya Nur Jazilah Hemadiyan (2013), Lavita Kirana (2013), Yeni Rahayu (2014) dan Farida Norma (2015). Dibawah bimbingan Dr. Esti Yunitasari, S.Kp., M.Kes, hasil penelitian ini dituangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH).

Advertisement

Setelah melalui penilaian yang ketat oleh Dirjen Dikti, proposal ini dinyatakan lolos dan berhak memperoleh dana hibah penelitian dalam program PKM Kemenristekdikti tahun 2017.

”Kami berharap kepada semua orangtua bisa menerapkan cara ini untuk mengajarkan kepada anak tentang pendidikan seks di usia dini. Hal ini agar nantinya anak-anak yang menjadi penerus generasi bangsa dapat terhindar dari perilaku kekerasan seksual yang tidak diinginkan,” kata Puasti, panggilan akrabnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya