7 April 2017 yang lalu diperingati sebagai hari Kesehatan Sedunia. Dimana akan selalu ada pembahasan yang baru setiap tahunnya tentang issue-issue kesehatan di seluruh dunia. Mulai dari penyakit polio sampai yang paling hebat yaitu wabah AIDS. Nah, di tahun ini ada bahasan yang menarik perhatian yaitu dimana WHO mengambil tema tentang Depresi.

Banyak orang yang menyepelekan depresi di sekitarnya. Bahkan banyak orang yang cenderung tidak peduli dengan dirinya sendiri. Depresi bukan hanya ditanamkan untuk mereka yang memiliki gangguan kejiwaan. Depresi juga tidak memandang usia, tidak memandang status sosial, pendidikan bahkan jabatan kita apa. Depresi menjadi suatu issue penyakit yang tidak terlihat tapi berdampak buruk bagi kehidupan manusia, salah satunya yaitu faktor pendorong untuk bunuh diri.

Advertisement

Banyak hal dan situasi yang membuat orang mengalami depresi di dalam hidupnya. Tidak jarang tekanan yang tidak terungkapkan di dalam diri seseoranglah penyebab utama mereka mengalami depresi. Banyak pula orang yang mengira bahwa depresi hanya sebuah gejala yang bisa sembuh dengan sendirinya. Tapi tidak begitu yang sebenarnya.

Depresi bukan hanya ditunjukkan dengan sikap yang agresif, tapi bisa juga ditunjukkan dengan sikap yang amat sangat sederhana seperti gangguan tidur ataupun gangguan makan. Banyak orang yang tidak menyadari jika diri mereka menyimpan suatu masalah yang berpotensi menjadi depresi.

Sebuah fakta yang perlu diketahui, bahwa depresi yang berlarut-larut dan tidak ditangani, dapat mengantarkan pada tindakan bunuh diri. Hampir 800.000 kematian akibat bunuh diri terjadi setiap tahun terjadi di dunia atau dengan kata lain setiap 40 detik, seorang meninggal karena bunuh diri.

Advertisement

Wah, ngeri kan? Yap, gak hanya orang dewasa atau mereka yang sudah lanjut usia saja yang banyak mengalami depresi, bahkan anak-anak muda juga berpeluang besar mengalami depresi. Baik yang nampak maupun yang tidak. Berbagai masalah yang ada di sekitar kita, kemungkinan tidak adanya tempat bercerita dan bahkan kasus seperti pembullyan juga bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyak anak muda mengalami gangguan depresi.

WHO mengusung tema Depresi agar setiap orang di seluruh dunia mau saling berbagi tentang masalah mereka. Memang benar, tidak banyak orang yang mau dan bersedia menceritakan masalah mereka kepada sembarang orang. Tapi tidak ada pula manusia yang sanggup memikul beban di dalam dirinya sendiri sampai bertahun-tahun lamanya.

Cobalah untuk mau berbagi cerita atau masalahmu dengan 1 atau beberapa orang yang bisa kamu percaya. pastikan mereka adalah orang yang benar-benar ingin mengetahui dan membantu mendengarkan ceritamu. Begitupun kamu harus mau menaruh percaya kepada mereka.

Bahkan sudah banyak konsultan atau psikolog yang siap menjadi tempatmu bercerita. Masalah yang dimiliki setiap orang terkadang dirasa biasa saja, kita pun kadang merasa bahwa kita bisa menyelesaikan dengan hanya diam dan melihat nantinya akan seperti apa. Tapi inilah yang banyak membuat seseorang mudah terserang depresi.

Kamu berhak untuk berbicara, kamu berhak untuk bercerita, dan kamu berhak mendapatkan solusi dari masalah yang kamu miliki. Cobalah untuk mau berbagi dan mempercayakan kepada orang lain. Tidak ada manusia yang bebas dari masalah, bahkan tidak ada satu detikpun manusia yang tidak memiliki masalah di dalam dirinya. Ceritakan masalahmu, dan buat dirimu menemukan solusi tanpa harus lelah menyimpan semuanya sendiri.

Sadari dirimu itu istimewa. Kamu memiliki banyak tempat untuk bercerita. Menjadi kuat itu memang baik, tapi sok kuat itu harus kamu pikirkan berkali-kali.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya