Pasti dari kita pernah mencintai orang lain. Hampir setiap saat cinta kepada orang lain itu kita rasakan, mulai dari cinta, hobby, orang tua, adik, teman, sahabat, bahkan pacar. Lalu bagai mana jika cinta kita itu di paksakan?

Berpacaran dengan seorang yang menurut kita itu cocok pasti sudah menciptakan rasa cinta, besar atau tidaknya cinta tergantung pada seberapa lama kita bersama orang tersebut. Sulit memang dipungkiri jika kita bisa melakukan sesuatu hal yang kita suka tanpa ada hambatan sekalipun. Begitu juga cinta, mungkin sebagian orang merasakan rasanya mencintai tapi orang tua tidak setuju. Atau mencintai tapi ada penghalang yang mengganggu seperti sifatnya tidak seperti yang kita ingini dan lain-lain banyak sebab. Dari sebab-sebab tersebut bisa menimbulkan keretakan dan putusnya suatu hubungan. Pada saat seperti ini lah yang sebenarnya kita harus pikirkan lagi, apakah ini hanya perasaan atau emosi sesaat? atau benarkah kamu tak mencintainya lagi dan rela melepasnya? Saat itu kita pasti bingung harus bagaimana, gundah, sedih, dan merasa sendiri. Ada 2 hal yang bisa kita pilih antara hal yang positif atau negatif.

Jika dampak positif yang di ambil seperti: kita bisa memanfaatkan waktu-waktu ini dengan lebih produktif seperti jalan-jalan keluar rumah dengan keluarga, menulis diary yang nantinya bisa terkumpul dan dijadikan sebuah cerita pendek atau scenario untuk film, dan mencoba hal baru yang belum pernah dicoba. Hal-hal ini bisa dicoba karena untuk menghilangkan pikiran-pikiran menyedihkan yang hanya akan membuat kita tambah sedih,

Jika dampak negatif yang dipilih seperti: yang terjadi lebih sering mulainya menyendiri sangat menyendiri dari kerumunan orang lain hingga takut akan keramaian, terlalu banyak tidur karena ingin mengurangi pikiran-pikiran dan kesedihan, mencoba mencari kontak mantan yang kita punya siapa tau ada yang mau balikan lagi atau bahkan mencoba mencari langsung pengganti dari pasangan yang sebelumnya.

Hal ini yang harusnya di pikirkan dampak-dampak yang terjadi jika positif yang dipilih. Kita masih bisa bahagia dengan hal yang positif tersebut dan dapat merenungkan apa yang kita lakukan sudah benar belum pada sebuah hubungan. Dan si mantan pun akan melihat kita dengan 'wah' karena prestasi kita. Kita juga masih memiliki banyak waktu untuk memikirkan benarkah yang kemarin itu cinta atau sebenarnya keputusan kita itu sudah benar? Tapi jika hal yang negatif yang dipilih. Apalagi kita memilih langsung mencari pengganti mantan secara cepat tanpa tau sifat orang yang baru seperti apa. Ini hanya akan membuat hatimu jadi semakin sakit dan sedih. Boro-boro kita bisa menyembuhkan rasa sakit kita pada mantan sebelumnya, ini sudah langsung kenal dengan orang yang baru. Lama-lama kita pusing sendiri dan gak tau mau ngapain. Karena ini menyangkut hati kita dan orang lain jadi kita harus jaga hati pasangan baru kita dengan hati kita sendiri, tapi kalo hati kita masih rindu dan malah ingin kembali dengan mantan kita nah lo itu yang bahaya 🙂

Jadi jangan paksa hatimu sebelum kamu benar-benar bisa tenang. Gak pacaran lama gak apa-apa kok, bukan berarti kamu gak laku dan ga bisa move on, tapi kamu jadi lebih jeli memih mana yang baik dan gak terjatuh dilubang yang sama lagi.