Pernahkah kamu mencintai dalam diam?

Mencintai dalam diam adalah mencintai dengan sederhana. Bagiku, mencintai dalam diam itu harus sesederhana kelapa dan seindah mutiara. Sebelum lebih jauh membahas mengapa aku mengistilahkannya seperti itu, alangkah baiknya kita mengenal dulu tentang cinta itu sendiri. Menurutmu, apasih cinta itu?

Kita seolah-olah sudah tak tabu mendengar kata ini, mungkin bisa jadi keseharian kita pun diisi dengan kata ini. Ada yang bilang bahwa cinta itu anugerah, ada yang bilang bahwa cinta itu buta, ada yang bilang bahwa cinta itu bla bla bla, dan berbagai definisi cinta menurut versi kita lahir seiring dengan semakin kompleksnya cinta itu sendiri.

Bagiku, cinta itu adalah keinginan untuk bahagia. Ketika semua aktivitas dalam hidup kita diisi dengan cinta, maka kita bahagia. Cinta melahirkan pengorbanan, menghasilkan ketentraman. Ketika tak ada pengorbanan berarti bukan cinta namanya. Ketika tak ada ketentraman berarti bukan cinta namanya. Itulah arti cinta bagiku secara lebih dalam, cinta adalah keinginan untuk bahagia.

Kembali lagi pada bahasan sebelumnya tentang mencintai dalam diam. Mencintai disini berarti mencintainya kita terhadap seseorang. Mencintai dalam diam harus sesederhana kelapa. Maksud dari kalimat ini adalah mengenai momen yang tepat untuk mencintai. Kita tahu kelapa, ketika kita tidak tahu caranya untuk mengupas kelapa maka kita bagaikan seekor Monyet nu ngagugulung kalapa. Isi kelapa tersebut tak akan pernah kita temukan bahkan kita rasakan. Akan tetapi, jika kita tau cara mengupasnya maka nikmat air yang ada dalam kelapanya tuh akan terasa menyegarkan. Begitulah mencintai dalam diam, kita harus bisa mencintai sesederhana kelapa, agar pada momen yang tepat kita akan mampu merasakan indahnya cinta tersebut.

Advertisement

Mencintai dalam diam juga harus seindah mutiara. Kita tahu mutiara terbentuk secara perlahan dan membutuhkan waktu yang lama. Mutiara harus melewati proses yang menyakitkan untuk dapat dapat menghasilkan kilauan cahaya yang siapa saja memandang, akan terpesona karena keinndahannya. Mutiara menggambarkan suatu proses pengorbanan. Ketika kita mencintai dalam diam, berarti kita harus mampu mengorbankan perasaan kita, menahan kesakitan atas apa yang kita rasakan. Ketika kita mencintai dalam diam, berarti kita harus menunggu dan menunggu dengan sabar sambil memperbaiki diri, sambil memantaskan diri. Hingga akhirnya, ketika momennya tepat, cinta itu akan indah pada waktunya.

Mencintai dalam diam harus sesederhana kelapa dan seindah mutiara. Berarti dalam mencintai seseorang, kita harus mampu untuk menunggu, menunggu momen yang tepat untuk menjadikan cinta itu indah. Menunggu dengan apa, tentunya menunggu dengan terus memperbaiki diri kita, memantaskan diri kita, hingga pada akhirnya cinta itu menjadi indah, hingga akhirnya cinta itu tidak diam lagi. Cinta itu sudah datang menjemput kita, cinta itu sudah sesuai dengan semestinya, cinta itu menjadikan kita bahagia.