Pesulap adalah insinyur. Pesulap dan insinyur biasa dipandang berbeda oleh masyarakat awam, dan perbedaan yang paling mendasar adalah di mana pesulap menjaga rahasianya dalam melakukan pekerjaannya. Walaupun begitu, tidak banyak orang yang tau jika sulap dan insinyur memiliki sedikit hubungan dalam cara kerja mereka.

Penemuan sulap terjadi pada zaman kuno, di mana sulap diciptakan dengan tujuan untuk menipu penontonnya, membuat penontonnya percaya terhadap keberadaan sulap di dunia ini itu nyata, dengan membuat sulap terlihat sebagai suatu aksi yang dieksekusi dengan menggunakan kekuatan psikis dan dapat memanipulasi ruang dan waktu. Pada zaman kuno, sulap juga bisa digunakan sebagai teknik untuk mencuri secara diam-diam.

Advertisement

Seiring berjalannya waktu, abad ke-18 adalah saat di mana pandangan orang terhadap sulap mulai berubah berkat Jean Eugène Robert-Houdin. Beliau merupakan pesulap abad ke-18 asal Prancis yang sering dijuluki sebagai ‘father of modern magic’ atau bisa disebut juga sebagai bapak dari sulap modern. Robert-Houdin juga dikenal di kalangan pesulap-pesulap dunia sebagai pencetus gaya sulap modern di era sekarang. Masyarakat dunia mulai melihat sulap sebagai alat atau bentuk yang unik dari hiburan yang mampu menghibur dengan cara membuat orang pusing.

Sangat disayangkan bahwa ada beberapa orang di dunia ini yang tidak menghormati karya seni dihasilkan oleh sulap dengan mencari cara untuk mengetahui dan kemudian akan membocorkan rahasia di balik trik sulap tersebut kepada dunia publik. Alasan utama bagi orang-orang tersebut untuk membocorkan rahasia dibalik trik sulap adalah karena mereka ingin para penonton dan semua orang untuk mengerti bagaimana cara sulap aslinya bekerja, dan untuk membuktikan bahwa sulap asli itu tidak ada.

Kebanyakan orang memiliki pengertian dimana acara atau pertunjukan sulap itu seakan-akan sebuah teka-teki yang harus dipecahkan, padahal pada kenyataannya acara sulap menghibur penontonnya dengan menjaga trik sulap mereka sebagai rahasia.

Advertisement

Di zaman sekarang, pesulap sudah dianggap sebagai jalan karier kehidupan yang bisa ditempuh seseorang dalam hidupnya. Dalam mengejar karier apapun, seorang individu harus berkorban dan mendedikasikan hidupnya kepada karier tersebut, sama seperti pesulap. Pesulap-pesulap dunia yang terkenal seperti David Copperfield, David Blaine, Mat Franco, Criss Angel, dan Harry Houdini mengejar karier mereka di bidang ini dengan menciptakan trik sulap mereka sendiri.

Mereka mengambil keuntungan dari sains dan menggabungkannya dengan kreatifitas untuk membuat sebuah gambaran virtual dari yang orang-orang bisa deskripsikan sebagai suatu hal yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh manusia. Setiap trik sulap profesional membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk disempurnakan. Bayangkan jika trik mereka dibongkar oleh orang lain dan rahasia dari trik sulap tersebut tersebar di seluruh penjuru dunia.

Tidak ada orang yang akan terhibur untuk menyaksikan sebuah acara sulap lagi karena semua orang mengetahui cara kerja dari trik sulap tersebut, dan rasa unik, heran, dan terkesan terhadap trik sulap perlahan-lahan menghilang. Jika skenario di atas terjadi, maka dampak terburuk yang dapat terjadi adalah kepunahan dari pesulap sebagai karier yang dapat ditempuh seseorang.

Dalam beberapa kasus, ada beberapa pesulap profesional yang kemudian pensiun dan mengejar karier sebagai seorang "magic debunker", atau bisa diartikan juga sebagai orang yang memiliki pekerjaan dan mendapatkan penghasilan dari membongkar dan menebarkan rahasia tersebut kepada dunia publik. Pekerjaan dari seorang magic debunker adalah untuk menantang ilusionis dan pesulap dan kemudian akan mengungkapkan rahasia di balik trik sulap itu ke seluruh dunia.

Terlepas dari kenyataan bahwa seorang magic debunker ini adalah mantan pesulap dan mereka juga sepakat bahwa sihir tidak menggunakan kekuatan psikis atau kekuatan supranatural, namun menggunakan sains dan teknik, trik sulap tetap tidak diperkenankan untuk diungkapkan oleh siapa saja dengan sesuka hati.

Ada beberapa cara untuk menyebarkan budaya sulap dengan benar agar sulap akan tetap hidup di zaman-zaman berikutnya, dan salah satu cara yang sah adalah dengan membuka toko sulap. Ada beberapa toko sulap yang tersebar di sekitar tanah Indonesia. Toko sulap merupakan sebuah tempat yang menjual berbagai peralatan sulap, mulai dari yang sederhana hingga yang rumit, dan pastinya dengan harga yang bervariasi. Toko sulap merupakan cara yang legal untuk menyebarkan sulap adalah karena toko sulap hanya memberikan rahasia dari trik sulap tersebut kepada orang yang tertarik untuk belajar dan mewartakan seni dari sulap.

Hal ini sangatlah berbeda dengan magic debunker, dimana mereka mengungkapkan rahasia dari sulap tersebut ke semua orang, termasuk orang-orang yang berperan sebagai penonton. Penonton bisa diartikan sebagai masyarakat yang menyaksikan aksi dari sulap tersebut, dimana mereka mendapatkan hiburan yang unik dan berbeda dari menyaksikan sebuah pertunjukan sulap. Jika seluruh masyarakat mengerti kinerja dari trik-trik sulap yang ada, maka mereka tidak akan terhibur lagi dari sebuah pertunjukan sulap, sedangkan tujuan utama dari sulap adalah untuk menghibur orang.

Pesulap menggunakan teknik sains sebagai alat mereka untuk melakukan trik sulap. Orang butuh mengerti bahwa pesulap tidak memiliki kekuatan psikis atau kekuatan gaib lainnya. Hal yang masyarakat perlu ketahui adalah konsep dasar dari sulap dimana sulap menggunakan teknik sains. Walaupun masyarakat mengerti tentang konsep tersebut, mereka tetap tidak perlu mengerti cara kerja dari trik-trik sulap tersebut, karena tujuan utama dari sulap itu adalah sebagai hiburan.

Sulap menghibur dengan membuat orang bingung, begitulah cara kerjanya. Sulap bermain dengan imajinasi seseorang, dimana sulap memanipulasi gambaran asli dan menggantikannya dengan gambaran maya yang diciptakan oleh pesulap itu sendiri. Cara mereka menciptakan gambaran maya tersebut adalah dengan menggunakan keterampilan teknik sains, bukan kekuatan psikis.

Daftar Pustaka

Sanyato, Nugroho Tri. 2011. “Bisnis Alat-Alat Sulap di Indonesia”. Diterbitkan. STMIK Amikom Yogyakarta: Yogyakarta.

Basyirun. 2014. “Konsep Strategi Pengembangan Program Profesi Keinsinyuran Pada Jurusan Pendidikan Teknik Mesin”. Diterbitkan. PTM Universitas Negeri Semarang: Semarang.

Armaeni, Ni Komang. 2015. “Kajian Etika Profesi Keinsinyuran Sipil”. Diterbitkan. Teknik Sipil Universitas Warmadewa: Denpasar.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya