Terjepit, terjebak, tersudut, zamannya sudah begitu, saya tidak punya pilihan lain dan sebagainya adalah ungkapan yang sudah sering kita dengar atau baca di berbagai media, termasuk media sosial. Pasti banyak diantara kita yang pernah mengalami situasi dimana kita memilih suatu pilihan karena merasa tidak ada lagi pilihan lain, misalnya berbohong demi menyelamatkan diri dari suatu situasi yang sulit.

Kebebasan memilih macam apa yang ada pada situasi itu? Ya, tentu saja terbuka berbagai alternatif pilihan. Berbohong sambil berharap pihak yang kita bohongi terkecoh dan benar-benar menganggap bukan kita yang bersalah. Mengakui kesalahan sambil menantang atau minta maaf karena yakin kita memang salah. Tidak berkomentar alias bungkam dan membiarkan orang yang kita hadapi menebak-nebak sendiri.

Advertisement

Intinya adalah selalu ada pilihan. Hanya saja perlu diingat bahwa apapun pilihan yang kita ambil maka pilihan itu akan beriringan bersama resikonya. Kita tidak bisa memilih A lalu berharap resikonya B karena itu adalah bagian dari hukum pilihan.

Jadi, saat dihadapkan pada sesuatu yang menuntut pilihan, maka pilihlah yang paling mungkin anda pikul resikonya, dan jangan fokus pada resiko jangka pendek saja tapi hitunglah secara imajinatif resiko jangka panjangnya karena manusia biasanya hanya menghitung resiko jangka pendek dan akhirnya tak sanggup memikul resiko jangka panjangnya.

Kalau sudah memilih dengan memperhitungkan segala resikonya, selebihnya serahkan kepada yang Maha Kuasa karena manusia memang selalu terbatas pengetahuannya dalam memutuskan tapi Tuhan tidak pernah tidur, maka jadikan Dia sebagai penolongmu satu-satunya dalam segala sesuatu yang mungkin tampak sulit, tapi sama sekali tidak sulit bagi Allah bila berkenan menolongmu.

Advertisement

Selamat menyambut tahun baru dengan pilihan-pilihan kehidupan baru yang lebih baik. (@bens369)

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya