Tepat sebelum diblokir, malam sebelumnya saya meng-install Tik Tok yang sering dinamai "Aplikasi Goblok" ini. Saya sebagai manusia generasi 90an mencoba memahami mengapa Tik Tok bisa begitu viral terbukti dengan fenomena Bowo dan Nurrani, 'istri sah' Iqbal. Saya klik discover, mencoba banyak filter, dan merekam beberapa video. Kenapa Tik Tok bisa viral?

1. Eksistensi untuk terkenal dan diakui di kalangan generasi Y, Z dan alfa sangat tinggi. Aplikasi ini merupakan platform media sosial baru,sehingga saingan untuk menjadi seleb akan lebih mudah dibandingkan dengan menjadi selebgram di Instagram.

Advertisement

2. Tik Tok menawarkan filter 'halu' yang membuat tampilan wajah ter-upgrade. Kegantengan dan kecantikan maksimum pengguna ada di dunia tersebut.

3. Bisa berkreativitas dengan editan video hanya dengan sekali klik, seperti efek rewind, slow motion, fast, dan sebagainya.

Advertisement

Saat Tik Tok diblokir, saya swipe Insta Story yang kebanyakan berselebrasi, bersyukur, berujar 'alhamdulillah' saat aplikasi ini diblokir. "Apaan sih Tik Tok itu alay!" ungkap A, generasi 90an. 'Hello kak, ingat nggak jaman Friendster?', Mungkin kalau sekarang masih nemu akun Friendster kita beserta post lengkapnya, bakal kita delete semua saking jijiknya. Kita generasi 90an juga pernah alay pada masanya. Ingat itu!

Sebenarnya, saya sendiri setuju dengan pemblokiran aplikasi Tik Tok ini, kenapa?

1. Saat discover video yang sedang viral, banyak bertebaran video yang tidak selayaknya ditonton oleh anak-anak. Misalnya video mbakmbak cantik pakai baju super duper mini sambil nari-nari di kamarnya dan tante-tante dengan filter beauty face to the maximum pakai bulu mata palsu goyang sana sini. Itu nggak hanya satu, banyak!

2. Lagu yang ditawarkan banyak yang tidak sesuai dengan anak-anak dan kalangan muda dengan mudah bisa akses.

3. Belum ada filter post mana yang harus ditampilkan sesuai dengan usia penggunanya.

Lalu?

Sebenarnya aplikasi semacam ini bukan hanya Tik Tok, sebut saja Musically. Namun dengan diblokirnya aplikasi ini, pengembang akan berfikir untuk mengupgrde aplikasinya. Menghapus konten yang melanggar kebijakan privasi dan terlalu vulgar. Mereka juga bisa mengembangkan filter untuk mengeluarkan post yang sesuai dengan usia pengguna.

Sekalian saja jika akan mengepost dan tidak sesuai dengan kebijakan, post-nya bisa langsung terhapus seperti yang dilakukan Instagram. Waktu saya discover Tik Tok, ternyata banyak juga konten video yang kreatif. Bukan hanya berisi bowo atau mbak goyang jari.

Untuk generasi 90an, tidak usah memandang terlalu rendah aplikasi semacam Tik Tok, nantinya pun akan muncul aplikasi yang lain lagi. Zaman sudah berubah, kalau mau ngikutin pun tidak perlu terlalu alay. Cukup pakai sewajarnya untuk hiburan, ingat kita bukan lagi berumur sweet 17. Untuk generasi muda Y,Z, dan alfa, buatlah konten yang bermanfaat dan menghibur tanpa merendahkan harga diri kalian.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya