Karna kamu hujan, hujan yang tak pernah berhenti

Tentangmu masih menjadi bahan yang tak berhenti untuk dibahas, kamu masih orang yang ingin aku bicarakan kepada dunia. Seperti kecanduan, aku bahkan tidak pernah berhenti memikirkanmu, namun kamu sama sekali tidak pernah nyata wujudnya. Aku dan kamu, tidak pernah berhenti, atau mungkin kamu yang sudah berhentii, dan aku yang masih mau membahasnya. Kita benerkah sudah berakhir? Pertanyaan yang sama selalu kuulang, kufikir dan ku bayangkan. Jika memang sudah usai, kenapa hujan juga belum berhenti? Kenapa aku masih mencarimu dalam doaku?

Advertisement

Ada banyak pertanyaan dalam hidupku semenjak kepergianmu, apakah kau benar-benar pergi? atau kau hanya bosan? atau kau hanya ingin sendiri? atau memang ada wanita lain? Entahlah, tapi hujan ini benar-benar tidak pernah berhenti. Apakah kamu bisa memberhentikan hujan ini? Kufikir kalimat selamat tinggal adalah jalan satu-satunya untuk memberhentikan hujan, dan kumohon ucapkan selamat tinggal jika benar-benar pergi. Kumohon.

Karna kamu hujan, aku terus menikmatinya

Begitulah selalu hujan, dan hujan, dan aku jadi pecandunya. Kamu masih sama dengan hujan dan aku selalu menikmatinya. Rasa sakit yang ada, senang, susah, tawa, sedih bahkan gelisah, aku menikmatinya, termasuk kecewa yang paling besar aku alami sekarang. Aku menikmatinya. Dan aku rindu kamu.

Advertisement

Aku tidak pernah tau bagaimana hujan akan berhenti, tapi jelas aku merindukanmu, atau mungkin sebenarnya perasaan ini masih ada, tapi aku menutupinya. Karna pada akhirnya kita harus sama-sama berhenti. Dimana pun kamu sekarang berada, jika kamu membaca ini, kumohon jangan tertawa. sebab aku tidak pernah menunjukkan bagaimana perasaanku sebenarnya padamu. Iya aku mencintaimu. Sangat.

Tentang hujan yang tidak berhenti, jujur! aku ingin hujan ini tak berhenti hingga kau datang, namun kurasa tidak, tapi mungkin iya.

Jika ditanya, apakah aku ingin hujan ini berhenti, kupastikan iya! tapi masih ada perasaan yang tertinggal, tentang kamu, hujan dan senja. Maaf aku terlihat berlebihan dengan tulisanku, tapi jika kamu membaca ini, sekali lagi kukatakan :Aku mencintaimu, sangat, dan sangat! Entah dimana pun kau sekarang, jika kau datang entah untuk memberhentikan hujan atau untuk menambah hujan aku masih tetap menerimamu, karna kamu aku mencintai hujan, karna kamu hujanku. Jika kamu baca tulisanku, kupastikan aku lebih tegar bertemu denganmu langsung

Tentang hujan dan itu kamu, datanglah sekedar menambah hujan atau memberhentikan hujan, karna aku selalu menyiapkan ruang kosong untukmu, dan kamu berhak keluar masuk didalamnya. Hingga maha pembolak-balik hati menutupnya, maaf jika itu terjadi. Karna kita sesama manusia tidak bisa mengubah sesuatu dari si maha pembolak-balik hati.

Hei kamu hujan, jangan lupa singgah.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya