Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?. (Ar-Raĥmān ayat 13)

Kutipan ayat diatas sungguh sangat menyentuh hati bagi kaum yang berfikir. Dalam kehidupan setiap kaum yang percaya akan adanya hari pembalasan di akhirat kelak senantiasa menjaga keimanan dan ketakwaan kepada penguasa seisi bumi dan langit. Keanekaragaman kekayaan dan tanah subur membentang luas yang dianugerahi Allah SWT kepada sang penghuni bumi sehingga kita dapat menikmati sesuai dengan kada kebutuhan kita. Semua pepohonan dan tumbuh-tumbuhan tunduk kepada-Nya seraya bertasbih atas kebesaran sang pencipta.

Advertisement

Kaum penghuni alam semesta dapat menikmati hasil dan buahnya untuk dijadikan sebagai santapan yang diberikan oleh Allah SWT. Hamparan tanah yang subur membentang sejagad raya dapat dengan mudah digunakan sebagai ladang mencari rezeki. Segalanya yang ada baik di perut bumi maupun di luarnya bisa dengan mudah kita nikmati untuk kehidupan sehari – hari.

Kita tinggal memilih akan dipergunakan ke jalan mana rezeki yang telah Allah SWT berikan kepada kita yang di bumi ini. Di akhirat kelak semua itu akan dipertanggungjawabkan rezeki yang kita dapatkan saat di dunia dengan segala perhitungannya. Mudah – mudahan kita termasuk dalam golongan kaum yang bersyukur atas segala nikmat yang kita peroleh dari pekerjaan selama ini.

Sebagaimana Rasulullah SAW telah lebih dulu mengajarkan kita sebagai kaum pengikutnya agar selalu menjadi golongan – golongan yang panda bersyukur. Ada lima waktu yang telah diajarkan oleh Baginda Rasul untuk selalu bersujud dan memohon ampun kepada Sang Penguasa bumi dan langit. Ada pun waktu – waktu yang lain yang bisa kita pergunakan untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang kaum yang taat beragama telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Kalau kita termasuk golongan yang berfikir dan pandai bersyukur maka hendaklah dimanfaatkan waktu itu di dalam kehidupan sehari hari sebelum datangnya hari penyesalan.

Advertisement

Tahukah kita bahwa segala yang ada di bumi telah Allah SWT atur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi kekacauan. Sebagaimana telah dengan jelas dituliskan dalam Al Qur'anul Karim surat Ali Imran: 190, yang berbunyi bahwa "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal."

Tanda – tanda yang seperti apakah yang dimaksud tersebut, hanya Allah Azza Wajallah yang mengetahuinya. Namun sebagai kaum yang dibekali dengan akal pikiran yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan- Nya yang lain senantiasa pandai menggunakan akal pikirannya dan senantiasa selalu bertasbih atas kebesaran – Nya, aamiin.

Janganlah sekali-kali menjadi kaum sombong dan fasiq di muka bumi yang kita tumpangi ini. Jangan pula lah kita menjadi orang-orang yang gembira dengan apa yang telah di kerjakan dan suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan. Ingatlah bahwa kita sebagai kaum ciptaan Allah SWT tidak terlepas dari siksa jika kita lalai dalam menjalankan kewajiban sebagaimana telah kita perjanjian di hadapan – Nya sebelum kita ditiupkan ruh ke dalam raga dan dilahirkan ke dunia yang bersifat sementara karena segala amal dan perbuatan yang telah kita perbuat semasa hidup akan kelak kita pertanggungjawabkan masing-masing di hadapan Allah SWT.

Semoga senantiasa kita termasuk golongan orang-orang yang pandai bersyukur sehingga kita terbebas dari siksa yang sangat pedih. Dan akhirnya saya, mengajak kepada kita semua khususnya saya pribadi untuk selalu meningkat keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dan selalu menjalankan sunnah-sunnah Baginda Rasulullah SAW sehingga kelak kita menjadi pengikutnya yang setia, aamiin…..

Created by Sulkarnaini

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya