1. Dipelototi Guru Piket

“Dasinya ke mana?”

“Kok sabuknya nggak dipakai?”

“Mas, bajunya jangan lupa dimasukkan.”

“Lepas sepatunya, itu bukan warna hitam!”

Advertisement

 

Tiap pagi ada guru piket yang bertugas menyalami para murid yang baru datang. Sambil menyalami para murid, sesungguhnya guru-guru tersebut sedang mengintai penampilan kalian. Kalau ada saja satu atribut yang tidak nempel di badanmu, siap-siap deh dipelototi para guru piket yang rata-rata adalah guru tatat tertib, guru tim budaya dan malah kepala sekolahmu sendiri!

 

2. Nggak Bisa Tampil Gaul

“Besok anak laki-laki yang rambutnya masih panjang, nggak boleh ikut ulangan saya!”

Gara-gara peraturan di sekolahmu mengharuskan siswa laki-laki berambut pendek, maka tak sedikit guru yang suka memberi ancaman. Kalau rambut masih panjang, jangan harap bisa ikut ulangan. Walhasil, gagal deh jadi anak gaul dengan model rambut sedemikian rupa sehingga.

 

3. Meski Rambut Nggak Boleh Panjang, Tapi Kamu Nggak Boleh Gundul

Mungkin kamu pernah mengalami hal ini. Biar nggak dikit-dikit potong rambut, mending digundul sekalian. Eh, maksud hati mematuhi peraturan sekolah, ternyata kamu juga melanggar aturan sekolah karena ternyata gundul pun tidak diperbolehkan.

 

4. Tahan Diri Jadi Anak Fashionable

Hari Senin-Kamis sepatu harus hitam kaos kaki putih. Hari Jumat bebas. Hari Sabtu sepatu harus hitam dan kaos kaki gelap.

 

Kamu yang suka koleksi sepatu terpaksa menjadikan sepatu-sepatumu sebagai hiasan karena percuma juga nggak boleh pakai sepatu warna-warni. Makanya, begitu hari Jumat tiba kamu bakal bahagia banget karena bisa mengeluarkan koleksi sepatumu dari gua pertapaan mereka. Tapi kamu harus bersedih lagi ketika haris Sabtu tiba.

5. Jadi Orang Hilang

Sekolah negeri biasanya menerapkan aturan yang tegas. Pukul tujuh pintu gerbang sudah ditutup dan baru dibuka satu jam kemudian. Eh, kamu ternyata telat lima menit. Nggak ada negosiasi dengan satpam sekolah/penjaga gerbang. Maka kamu terpaksa nunggu pintu dibuka bagaikan orang hilang. Sudah begitu mesti mendapat hukuman karena kamu telat. Duh, apes banget!

 

Namun dari sekian banyak peraturan menyebalkan, kamu tetap merasa bersyukur bisa bersekolah di sekolah negeri karena kamu bisa:

6. Bersekolah Dengan Biaya Terjangkau

Bersekolah di sekolah negeri jelas memiliki biaya pendidikan yang tergolong murah. Malah beberapa ada yang gratis. Makanya kalau kamu mau melawan aturan sekolah, kadang kamu bakal berpikir dua kali. Masih untung bisa sekolah murah dan dapat fasilitas lengkap, jadi, ya, nggak berani lawan aturan.

7. Meningkatkan Kecerdasan

Sekolah negeri terkenal dengan sekolah yang berisi anak-anak pintar. Kamu yang awalnya biasa-biasa saja bisa jadi kecerdasanmu bertambah karena bersaing dengan anak-anak cerdas.

8. Terbiasa Hidup Dalam Perbedaan

Namanya saja sekolah negeri, tentu yang bersekolah tidak hanya dari satu kelompok saja. Di sini kamu memiliki teman beragam Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan barangkali kepercayaan animisme/dinamisme.

Kamu yang nonmuslim dan memliki sahabat-sahabat muslim tidak bakal merasa terkucilkan dan terintimidasi, karena mereka menerimamu apa adanya. Seringkali saat waktu solat tiba kalian ikut ke masjid sekolah dan menunggu sahabat-sahabatmu di teras masjid.

9. Perbedaan Menjadi Candaan

Bila kamu nonmuslim, seringkali teman-temanmu bakal bergurau seperti ini:

Ketika waktu solat tiba, salah satu bakal mengomandani teman-teman lain untuk solat. Kamu pun termasuk yang diajak.

“Ayo solat.” Ucap temanmu sambil meringis lebar.

“Besok, deh. Kapan-kapan.” Jawabmu sambil senyam-senyum.

Kamu tidak perlu marah, karena kamu tahu bila mereka Cuma bercanda.

Atau saat kamu ikut mereka ke masjid, beberapa temanmu bakal menggoda:

“Eh, kamu yang jadi imam, ya!”

“Oke, gampang!” Jawabmu dengan penuh percaya diri.

 

Atau jika kamu adalah seorang muslim lalu hendak pergi solat dan ada temanmu yang bertanya:

“Mau ke mana?”

“Solat.”

“Di masjid?”

“Bukan, di kapel!”

 

Tidak ada maksud untuk menghina agama masing-masing. Semua itu hanya candaan belaka. Kalian saling bergurau dan tertawa bersama. Tidak perlu ada emosi di sini.

 

10. Membuka Pikiran dan Hati

Karena kamu bersekolah di sekolah negeri dengan beragam manusia, maka hal itu akan membuat pikiran dan hatimu terbuka. Kamu tidak akan mudah terprovokasi suatu kelompok yang mengatakan kelompok lain adalah teroris. Karena kamu telah melihat sendiri kelompok yang dituduh teroris tersebut nyatanya merupakan kelompok yang baik bahkan sahabatmu berasal dari kelompok itu. Kamu pun jadi dapat berpikir bahwa kejahatan dapat dilakukan oleh siapapun dari kelompok manapun, sehingga kamu tidak mudah ikut-ikutan membenci suatu kelompok tertentu.