Halo readers kali ini gue mau bahas sedikit tentang mecin. Sering banget ya kita denger cemoohan "dasar generasi mecin" "kebanyakan makan mecin sih jadi bodoh" wkwkkwk. Sebenarnya kalian tau gak sih Mecin itu zat apa? atau cuman ikut-ikutan aja cemooh. Jadi sebenernya bisa googling sendiri Mecin itu apa. Mecin atau MSG (monosodium glutamat) itu sebenarnya salah satu jenis turunan asam glutamat dimana asam glutamat itu asam amino non-esensial (asam amino yang diproduksi tubuh). Jadi asam amino itu senyawa monomer yang akan menyusun protein yaa gaiss. Fungsi nya apa, fungsi dari asam glutamat bagi tubuh itu untuk metabolisme gula dan lemak, transmisi impuls saraf, dan bahkan diproduksi di otak. Nah penting kan fungsinya, maka dari itu tubuh kita memerlukan jenis asam amino ini, karena ketika kondisi kita defisiensi asam glutamat

MSG bisa bikin makanan jadi enak? MSG bekerja dengan memperkuat rasa alami dari berbagai makanan, seperti daging, ikan, sayur, dll. Nah, MSG ini bisa memperkuat rasa karena glutamatnya! Oiya, rasa "gurih" yang dihasilkan MSG itu ternyata bukan berasal dari “tipe” rasa yang udah umum kita kenal, seperti manis, asam, asin, pahit (pedes bukan rasa ya). Rasa enak dari MSG ini punya tipe rasa lain. Lidah manusia punya reseptor tersendiri untuk rasa gurih dari Glutamat dan permukaan lidah manusia itu dominan peka terhadap rasa manis dan asin. Maka dari itu seringkali orang yang tidak mau menambahkan MSG atau mecin ke makanannya sering diganti dengan penambahan gula dan garam. Justru penambahan gula dan garam ini bisa jadi boomerang terhadap tubuh kita karena penambahan gula dan garam untuk mengganti mecin pada makanan dapat menyebabkan kadar gula dan garam berlebih bagi tubuh.

Lalu apakah mengkonsumsi MSG itu memang berbahaya? Jadi pada penelitian pemberian MSG terhadap tikus dan mencit menyebabkan kelainan hormon, kelainan spermatozoa pada mencit jantan, dan gangguan reproduksi lainnya. Namun pemberian MSG terhadap objek penelitian tersebut hingga 9-50 gram per harinya dan objek mencit baru berumur 2-9 hari. Sedangkan manusia mengonsumsi maksimal harian rata-rata terhadap MSG hanya berkisar 3 gram per hari dan untuk bayi jug balita biasanya belum diberikan makanan yang mengandung pengawet biasanya baru diberi MPASI saja. Nah jadi MSG dianggap aman dalam rentang batas yang normal ya.

Opini ini dibuat bukan berarti saya menjunjung tinggi makanan ber-MSG yaa. Mari kita meluruskan opini dan anggapan masyarakat tentang MSG yang di cap sumber kebodohan. MSG aman dikonsumsi dalam kadar yang wajar aja, karena pada dasarnya glutamat itu asam amino non esensial dimana tubuh kita mampu memproduksi nya secara alamiah, selain itu glutamat bisa kita temukan di daging, kacang2an dan makanan lainnya.