Hey kau…

Kau yang akhir-akhir ini selalu aku sebut dalam setiap doaku. Kau adalah orang pertama yang aku fikirkan setelah mata ini terbangun dari mimpi setiap pagi.

Sepertinya kau sangat berarti untukku, hingga saat mataku melihatmu seketika sembab tak tertahan. Detak jantung berkecamuk tak menentu. Nafasku terasa sesak setelah itu.

Kau begitu tenang selalu terlihat. Benarkah kau sedikit pun tak menaruh rasa untukku?

Aku fikir mungkin hanya aku yang terlalu berlebihan memikirkanmu. Bersedih karena merasa hanya aku yang merasakan rasa yang sepihak ini.

Advertisement

Rasa yang menghipnotisku terus memikirkan sosokmu.

Untuk apa sebenarnya rasa ini tumbuh jika pada akhirnya kau tak menyukaiku?

Rasa yang tak pernah ku fikirkan sebelumnya.Karena rasa itu tiba-tiba muncul kepermukaan hatiku. Hingga aku tak mampu menguasai fikiranku saat kau memenuhi ruang fikiranku.

Tuhan…

Aku tahu Kau adalah Maha pembolak-balik hati.

Lalu, bisakah Kau hilangkan rasa yang menyiksa ini?

Karena dia tak menyukaiku.

Karena dia selalu mengacuhkanku.

Dan hanya diam kini yang bisa aku lakukan saat melihatnya.

Karena aku tahu Tuhan.

Dirinya tak memilihku, lalu apa iya aku harus menunggu sesuatu yang tak pasti darinya?

Berharap dirinya akan membalas perasaan ini tidak mungkin Tuhan, karena hal itu hanya akan membuatku berharap dan hanya berharap hingga tak berujung di satu titik.

Hanya kepada-Mu semua harapan ku panjatkan, karena aku tahu Engkaulah yang mengatur semua hidup ini. Termasuk urusan hati yang sering sesak karenanya.

Untukmu yang tak pernah merasakan ini, aku harap kau berbahagia dengan pilihanmu. Dan satu hal dariku dengan sangat tulus aku pernah mencintaimu. Kata-kata itu yang selalu tertahan dibibir dan tak mungkin aku katakan padamu.

Selebihnya doaku untukmu adalah jangan jatuh kelubang yang sama dan jangan gagal lagi karena itu akan membuatku memikirkan hatimu.