Pengertian, memang kesannya klise. Sok bener, begitu pikiran orang yang negatif.

Saling mengerti, lagi-lagi bakal jadi barang langka. Pengertian itu sulit dilakukan, mudah diucapkan. Antara kamu, aku dan kita. Tak terkecuali, kita belum saling mengerti.

Advertisement

Masihkah ada harapan untuk saling mengerti? Adakah pengertian di bumi yang gemah ripah loh jinawi ini?
Hidup, terkadang ada aja masalahnya. Berselisih, saling menyangka. Bertikai hingga jadi permusuhan. Hubungan baik pun menjadi rusak. Yang benar dibilang salah, yang salah dibilang benar. Uhhh, gak ada pengertian. Gak ada saling mengerti.

Kenapa itu semua terjadi? Mungkin, karena kurang sikap saling mengerti.
Rasa saling mengerti. Sepantasnya tak boleh hilang dalam hidup kita. Itulah aset yang membaikkan kita. Tidak bisa diukur dengan uang. Tidak pula bisa diukur dari jabatan. Atau bahkan status sosial. Hari ini, mungkin esok kita butuh sikap saling mengerti.

Jangankan Polri vs KPK. Jangankan Presiden vs Rakyat. Suami istri. Pertemanan atau Orang yang lagi pacaran, kakak adik, bahkan orang tua anak juga bisa hancur hubungannya jika gak ada lagi sikap saling mengerti. Gak percaya? Cobain aja. Apapun keadaannya, kita masih butuh kok sikap saling mengerti. Jangan sampai hilang ….. untuk saling mengerti.

Advertisement

Yah, namanya juga hidup. Begitulah adanya.

Gak usah tarik nafas. Justru hadapi saja. Kadang orang yang udah mengerti “terpaksa” harus ikut keinginan orang yang tidak mengerti. Atau sebaliknya, kalo kita yang gak mengerti tentu juga harus siap untuk dimengertikan orang lain. Ingat, saling mengerti itu ada pada dua pihak, bukan satu pihak. Saling mengerti, saling pengertian itu terjadi saat keduanya mau membuka hati nurani. Mau membuka diri. Open, kata orang kota kayak kamu hehe.

Tapi kalo “nasi udah jadi bubur” gimana bisa kita saling mengerti?

Yah, gak ada yang gak mungkin. Bubur memang gak bisa dibalikin jadi nasi. Tapi kita gak boleh kehilangan cara dan niat baik untuk tetap saling mengerti. Dalam hal apapun, kapan pun dan kepada siapapun. Saling Mengerti.

Caranya gimana dong?
Gampang saja. Kita gak boleh terlalu cepat melepaskan gandengan tangan saat ada masalah sedikit. Kita harus tetap saling berpegangan tangan. Karena itu bukan kelemahan, tapi kekuatan kita bersama. Ya, bergandengan tangan dalam keadaan apapun, saling menguatkan dan membaikkan.

Untuk bisa saling mengerti, kita memang harus bisa memaklumi. Harus bisa menerima kekurangan yang terjadi. Bukan malah menghujat dan mencaci maki. Emang sih kata orang banyak, sikap pengertian terlalu mudah rontok dengan kebencian yang kita tanamkan. Tinggal kita yang pilih, mau yang mana? Saling mengerti atau saling bermusuhan ….

Kalaupun akhirnya belum sesuai dengan harapan kita. Maka kita masih punya “peluang” terakhir; untuk tetap sabar, tetap ikhlas dalam menjalaninya. Kita boleh tidak dimengerti orang lain, tapi Tuhan pasti akan mengerti kita. Itu pasti.

Sahabat, saling mengertilah. Kepada mereka yang menjadi teman atau musuh kita sekalipun. Kata orang bijak, "to practice patience, an enemy is the best teacher – untuk berlatih kesabaran, seorang musuh adalah guru yang terbaik". Sulit memang tapi bukan berarti tidak bisa kan …

Karena mengerti masih lebih baik dari memaksa orang lain. Hiduplah dengan sikap saling mengerti ……

Salam pengertian !! #BelajarDariOrangGoblok

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya