"Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim"

Bulan-bulan ini adalah bulan yang krusial untuk menentukan masa depan. Bagi kamu yang baru lulus SMP, memilih untuk melanjutkan sekolah ke SMA atau SMK bisa jadi merupakan suatu pengambilan keputusan yang cukup membingungkan. Di satu sisi SMK menawarkan potensi langsung kerja setelah lulus nanti. Sementara itu di sisi lain SMA terlihat lebih menarik dan keren, apalagi kalu dilanjutkan dengan kuliah.

Advertisement

Sedangkan untuk yang lulus SMA, memilih tempat kuliah bisa dibilang cukup membingungkan. Kata hati ingin masuk jurusan Komunikasi, tapi orang tua menyuruh masuk Pendidikan Fisika. Ataupun juga pilihan pertama saat seleksi masuk perguruan tinggi memilih jurusan Teknik Sipil, namun yang diterima justru pilihan kedua di jurusan Kehutanan.

Hal-hal tersebut jelas akan (atau mungkin sudah) kamu alami. Di saat kenyataan tak sesuai dengan harapan dan keinginan, mungkin hanya kebulatan tekad saja yang bisa mengatasinya.

Antara dua pilihan, mengikuti kata hati atau nasehat orang tua?

Advertisement

Hidup ini memanglah sebuah pilihan. Ada kalanya kamu harus memilih salah satu dan mengorbankan yang lain agar hidupmu terus berlanjut. Begitu juga saat memilih jurusan. Kamu bisa saja sangat menginginkan untuk masuk jurusan Pendidikan, namun karena berbagai alasan orang tuamu tidak menyetujuinya dan menyuruhmu untuk masuk jurusan Ekonomi.

Sebagai anak yang baik, kamu tentunya harus nurut dengan orang tua. Tapi mengingat kata hati, kamu harus tahu betul apakah kamu bisa melalui kuliah di jurusan yang tidak kamu inginkan?

Selagi hatimu masih berkata “sanggup” maka ada baiknya kamu mengikuti kata orang tua. Selain itu membuat mereka bahagia, kamu juga bisa memperluas pengetahuan kamu bahkan di bidang yang sebenarnya tidak kamu minati. Tapi kalau kamu tidak menguasainya, berusahalah untuk terus menjelaskan kepada orang tuamu bahwa kamu memang tidak bisa. Sampaikanlah dengan baik-baik bahwa kamu lebih nyaman dan akan lebih berkembang dengan jurusan yang kamu pilih sendiri.

Setiap manusia pasti memiliki pikiran bijak didirinya. Begitu juga dengan orang tuamu. Semakin sering kamu mengungkapkan rencana masa depanmu, maka pemikiran orang tuamu pun akan semakin terbuka dengan gagasan yang kamu berikan. Yang pada akhirnya mereka akan merestui dan mendukung langkahmu dalam menggapai cita-cita.

Jurusan dengan kesuksesan memang berkaitan, namun tidak selalu menentukan

Apakah kesuksesan itu hanya milik orang-orang yang sekolah ataupun kuliah yang sesuai dengan passionnya? Tentu saja tidak. Kesuksesan adalah milik mereka yang selalu bekerja keras untuk mencapai apa yang dicita-citakan.

Jurusan memang akan menunjang dalam meraih kesuksesan. Tapi ingat, itu bukanlah faktor utama. Justru kerja keras, kedisiplinan serta konsitensi dirimu sendirilah yang akan menentukan. Misalnya begini, kamu hobi menulis dan ingin kuliah di jurusan komunikasi. Tapi orang tua kamu menghendaki untuk masuk sekolah kedinasan dengan tujuan kamu langsung menjadi Pegawai Negeri Sipil setelah lulus nanti. Mau tidak mau kamu harus mengikuti perintah orang tua karena hidupmu masih bergantung pada mereka.

Lantas apakah semua bakatmu akan sia-sia? Kemudian passionmu tentang menulis akan hilang? Jawabannya tentu tidak. Kembali lagi dengan catatan kamu mau bekerja keras. Kamu bisa menjadi seorang pegawai negeri, dengan sampingan menulis sebagai hobi bahkan mungkin juga bisa mendapatkan penghasilan dari kesenanganmu itu.

Justru kamu mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Bisa membagahiakan orang tua sekaligus menyenangkan diri sendiri. Indah bukan? Dan hal itu kembali lagi ke “kerja keras”.

Selagi tidak ada semangat dari dalam diri sendiri untuk terus berkembang,hidupmu aakn tetap stag jalan ditempat meski mendapat jurusan yang sesuai dengan keinginan. Ingat, kunci dari kesuksesan adalah jangan pernah cepat merasa puas, terus belajar dan jangan lupakan restu orang tua.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya