Aku tidak pernah tau, alasan Tuhan mempertemukanku dengan kamu yang akhirnya membuatku jatuh begitu dalam di kehidupanmu.

Mengapa Tuhan mepertemukan jika akhirnya Tuhan tidak mempersatukan?

Terlahir ke dunia yang penuh perbedaan, membuat kita memiliki banyak pilihan. Pilihan hidup dan pilihan hati tak semudah memilih baju di butik kan? Tapi ketika cinta yang ku pilih berbeda, apa aku harus tetap bertahan?

Bukankah orang bilang, cinta itu terlahir dari perbedaan yang akhirnya hidup dan tumbuh bersama untuk saling mengisi perbedaan satu sama lain. Tapi bukan sifat atau hobi yang berbeda. Iman kami berbeda. Pondasi kami berbeda.

Tuhan itu satu. Tujuan kita hidup pun sama. Sama sama ingin mendapat surga. Lalu mengapa perbedaan ini seolah menjerat kami untuk semakin berusaha menjauh.

Advertisement

Aku melipat tanganku untuk berdoa. Aku membayangkan, di ruang yang berbeda, ia bersujud untuk melantunkan doa yang sama. Tuhan, mengapa harus dipertemukan. Jika tidak dapat di persatukan.

Mengapa harus dia orang yang kucinta. Mengapa harus ada cinta hadir diantara kami yang berbeda. Apa cinta yang di anugerahkan hanya sekedar untuk menguji seberapa cintanya manusia kepada Tuhan-nya? Cinta itu anugerah.

Dan aku bersyukur dapat menikmati dan memiliki cinta yang kau tanam setiap harinya. Mengantarku pergi ke gereja, menungguku di luar gerbang hingga ibadahku selesai. Sungguh membuatku menjadi begitu merasa dicintai.

Aku bersyukur memiliki seseorang yang selalu menghargai setiap perbedaan yang ada di dalam diriku. Berusaha membuatnya sama dan berusaha mengisi yang kosong.

Ketika aku menjadi introvert yang selalu menyendiri, kau datang menjadi ekstrovert dan menjadi teman yang membuat suasana menjadi penuh humor. Sungguh, aku mencintainya dan semua perbedaan yang kami miliki. Tapi kami memiliki jalan yang tidak bisa ditinggalkan.

Jika suatu saat Tuhan tidak mengizinkan kami bersatu.

Aku tetap bahagia, karena Tuhan telah mengizinkan ku merasakan indahnya mencintai dalam sebuah perbedaan. Walau akhirnya, tidak untuk dipersatukan.