Pertemuan kita adalah hadiah terindah dari Tuhan untukku sebagai manusia yang akan ku syukuri sepanjang zaman. Kamu adalah jawaban dari pertanyaan yang sering ku sampaikan pada Tuhan dalam rapal doa. Kini, kamu ada untuk melangkah bersama.

Tuhan telah memberiku bahagia lewat hadirmu. Aku dan kamu jelas tidak bisa menebak alur hidup yang telah dipersiapkan Sang Pencipta, termasuk pertemuan kita yang terjadi tanpa sengaja. Tentu diantara kita berdua tidak ada yang menyangka jika pertemuan tersebut mengawali perjumpaan lainnya. Sejak saat itu kita sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan, semuanya melibatkan kita dalam kebersamaan.

Jika sebelumnya aku selalu terburu-buru dalam urusan cinta, entah mengapa denganmu semuanya mengalir begitu saja. Kamu hadir dalam sosok yang begitu berbeda. Kamu membuat episode jatuh cintaku ini begitu sederhana. Bila biasanya aku selalu menggebu dalam urusan cinta, kamu justru memutar kebiasaan itu. Kamu tidak mengawali hubungan kita dengan menjadi seorang pria yang gencar mengejar lalu saat bosan akan mudah meninggalkan.

Tidak hanya mengajariku untuk jatuh cinta secara sederhana, penerimaanmu yang tulus membuatku mengerti arti mencinta apa adanya. Diantara beberapa pria yang pernah ada mengisi hatiku, kamu satu-satunya pria yang bisa menanggalkan semua aturan. Seingatku, hanya kamu yang dengan mudah menerima kelakuan konyolku saat kencan sederhana kita. Kamu tidak pernah menuntutku menjadi sosok sempurna.

Keinginanku untuk melanjutkan kuliah dan berkarir mengisi masa muda, kamu dukung dengan penuh ketulusan. Bisa berdampingan dengan perempuan cerdas yang kaya akan pengalaman adalah kebanggannmu juga, katamu waktu itu. Walau kalimat itu terdengar sederhana, tapi buatku itu adalah dukungan yang tak ternilai harganya.

Tentu tidak ada yang patut ku syukuri selain mendapatimu tetap setia menaut hati untukku hingga kini.
Penerimaanmu yang tulus dan sederhana, tak ayal membuatku malu jika bisa memperbaiki diri. Terima kasih sayang, sudah membuatku lebih bisa dan lebih berkembang tanpa perlu dipaksa. Terima kasih untuk semua cerita yang telah kita lewati.

Terima kasih sudah merangkuhku dalam pelukan. Kuharap hingga nanti, kau tetap bisa menemaniku sebaik sekarang, menerima kekonyolanku yang masih belum bisa kutinggalkan.
..

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya