Siapa yang tidak tahu bahwa Tuhan sang Maha penulis skenario terbaik?

Dia maha terbaik dan selalu jadi terbaik sepanjang masa. Aku pun tidak bisa menampiknya, aku juga tidak pernah meragukan-Nya. Dia menuliskan skenario untukku dalam lauhul mahfudz. Lahir, sehat, sakit, rejeki bahkan mati. Begitu detail Dia menulis-Nya. Termasuk pertemuanku dengan orang- orang yang aku kenal, atau pernah aku kenal.

Advertisement

Aku sangat yakin semua itu demi tujuan baik. Karena Dia sayang, Dia ingin mendewasakanku dengan sayatan luka yang mereka tusukkan. Dia membiarkanku sejenak kesakitan, demi aku bisa merasakan kebahagiaan. Begitu indah skenario-Nya, Dia tak sedikitpun menoleh ke lain sisi selain aku. Ternyata masih kurang kebahagiaanku, menurut- Nya. Lalu dia mengirimkan hadiah untukku, terkhusus untukku. Aku menikmatinya.

Aku gadis kecil yang senang memeluk lutut. Sembari bertanya kepada semesta, kapan Tuhan mengajakku kepada kebahagiaan yang hakiki?.

Belum pahamkah aku akan rasa sakit, sehingga Dia cemas aku tidak bisa sepenuhnya merasakan kebahagiaan hakiki?.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya