Maafkan ambisiku yang memaksamu untuk terus bersamaku.Aku lupa, manusia juga memiliki perasaan bosan. Sebenarnya bosan itu manusiawi, mustahil bila menjalin hubungan sudah lumayan lama tapi tak memiliki perasaan bosan. Tapi, bosan itu hanya sementara, lucu sekali jika kamu memutuskan semuanya hanya karena "bosan". Bicara tentang bosan, akupun sering merasakannya, tapi aku tetap berupaya untuk mempertahankan semuanya, tapi ternyata usahaku untuk tetap bertahan denganmu sia-sia. Bagaimana tidak? Hanya karena "bosan" sekarang kamu pergi meninggalkanku. Menyakitkan bukan? Setelah sekian lama aku mempertahankan semuanya, dengan santainya kamu tinggalkan hanya karena "bosan". Tapi, aku bisa apa? Jika bosan saja sepertinya tidak mungkin, atau sudah ada yang membuatmu lebih nyaman selain aku? Entah kenapa tiba-tiba muncul pikiran seperti itu. Karena sebelumnya hubungan kita memang baik-baik saja. Bahkan, kamu sempat menemuiku sebelum kamu memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Dan saat kamu menemuiku kita pun masih baik-baik saja. Aku tak mengira jika itu pertemuan terakhir kalinya. Mas, apa salahku? Apakah aku menyakitimu? Sepertinya aku juga selalu berusaha untuk tidak menyakitimu, dan memang tidak pernah, apalagi bermain dibelakangmu, tidak! Tidak pernah sama sekali! Lalu apa salahku? Jika hanya karena bosan, bukankah kita selalu baik-baik saja? Chatting pun berjalan dengan sangat baik bukan? Mengertilah, aku benar-benar merindukanmu, merindukan kita, merindukan semua tentang kita.

Maafkan aku jika aku terlalu memaksamu untuk terus bersamaku.

Advertisement

Sekarang, aku akan belajar memulai hari-hariku tanpa ucapan selamat pagi darimu, tanpa perhatianmu, tanpa semangat darimu. Berat? Tentu, bahkan sangat berat! Tapi aku bisa apa? Mungkin memang sudah takdirku. Tugasku mencintaimu dengan sebaik-baiknya sudah selesai, sekarang tugasku adalah ​melupakanmu dengan sekuat-kuatnya.​ Terimakasih untuk segala kebahagiaan yang kamu beri selama kita bersama, suka duka kita lewati berdua, terimakasih karena telah merubahku untuk menjadi lebih baik lagi, terimakasih banyak. Doaku masih tetap sama dengan hari-hari yang lalu, masih tetap menyebut namamu disetiap doaku, berharap kebahagiaan berpihak kepadamu.

Aku merindukanmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya