Di Indonesia saat ini telah menerapkan kurikulum 2013 yang pencapaian kompetensinya meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap calon pendidik yaitu mahasiswa/mahasiswi yang nantinya akan lebih sulit untuk mendidik dengan kurikulum 2013 saat ini.

Mahasiswa/mahasiswi dengan jurusan pendidikan sebagai calon pendidik generasi penerus bangsa diharapkan mampu menjadi pendidik yang profesional, kreatif, dan profesional. Dengan tuntutan seperti ini, mahasiswa/mahasiswi harus membudayakan diri untuk menulis, membaca, dan mengasah keterampilan. Apalagi khususnya jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) yang menanamkan pendidikan dasar pada anak-anak SD untuk mendorong lebih aktif, kreatif, bermakna, dan menarik.

Advertisement

Sebagai mahasiswa/mahasiswi yang profesional, mengerjakan sebuah makalah dan tugas yang lainnya sebagai makanan wajib bagi mereka dan pasti akan lebih mudah jika mereka membudayakan minat baca di kalangan mahasiswa/mahasiswi. Tetapi faktanya, banyak mahasiswa/mahasiswi yang menyelesaikan makalah dan tugas lainnya hanya dengan copas (copy paste) saja. Dosen terkadang menyuruh mahasiswa/mahasiswi untuk membuat tugas makalah yang minimal harus 10 lembar itu pun hanya isinya saja.

Namun mirisnya ada sebagian mahasiswa/mahasiswi yang referensinya dari internet semua agar tidak capek untuk mengetik kutipan dari buku. Hal ini mengakibatkan mereka malas belajar untuk membaca dan menulis makalah yang sudah disusun. Bahkan ada saja mahasiswa/mahasiswi yang mengambil sumber internet dari blogspot.

Kemampuan baca tulis memegang peranan penting dalam merentas kemajuan penghidupan dan ketinggian kebudayaan umat manusia. Kemampuan baca tulis yang paling tinggi adalah negara Jepang dan Singapura. Minat membaca dan menulis di Indonesia tergolong rendah dibanding dengan negara lain. Indonesia menempati posisi berada pada dasar jurang dalam survei.

Advertisement

Untuk meningkatkan minat baca dan tulis perlu adanya kelengkapan sarana prasarana perpustakaan. Namun, kenyataannya dapat dilihat perpustakaan di Kampus 3 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa jarang sekali dibuka. Buku-buku di perpustkaan juga kurang lengkap. Hal ini bisa mengakibatkan mahasiswa/mahasiswa minat baca dan tulisnya rendah serta terjerumus pada kebiasaan copy paste materi di internet saja.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya