Maukah kau bersanding dengan hatiku, Tuhan?

Pikiran selalu gagal menerangkan perihal cinta. Pikiran hanya mampu menafsirkan bahwa cinta adalah kenikmatan tak terhingga. Pikiran yang dipenuhi harapan terlalu tinggi meletakan bahagia pada cinta yang belum saatnya. Pikiran hanya tidak mengetahui bahwa cinta sendirilah yang bisa mengurai perihal cinta tersebut. Pikiran terlalu berfokus pada sesuatu yang dia pikir adalah bahagia. Dan sialnya, hati terpedaya oleh apa yang pikiran resapkan.

Cinta, dengan bahasa apa harus ku mulai memperbincangkan perihalmu.

Ya, pada suatu ketika akan datang sebuah masa. Kau jatuh pada cinta yang entah seperti apa. Lalu, kepalamu mulai disesaki berjuta aroma bunga. Kau serasa melayang ke angkasa. Dan ketika kau terpesona, cinta yang bukan cinta itu menjatuhkanmu ke dasar neraka. Ah, sakit luar memang tidak seberapa. Tapi luka yang dia ukir di dalam dada, lebih membutuhkan banyak waktu untuk menyembuhkannya. Dan kau, tidak membutuhkan pundak untuk bersandar melainkan sebuah sajadah untuk mengakui dosa-dosa yang telah kau tebar.

Kau mencari-cari pembenaran atas luka. Kau tidak membutuhkan alasan apapun, yang kau butuhkan adalah penerimaan.

Advertisement

Setelah kau menyadari, kau menyesalinya. Cinta pada manusia rupanya penyebab rusaknya hati sebelanga. Kau mencari-cari Tuhan, dengan wajah yang penuh air mata cinta kau meminta agar Tuhan sudi meminjamkan pundaknya.Terberkahilah engkau, Tuhan semesta alam begitu berhati luar biasa.Tanpa banyak bertanya, dia meminjamkan pundaknya. Mata yang menyimpan air mata kini berubah menjadi sungai air mata. Andai kau tahu, hidup semata-mata hanya diabadikan untuk mereguk air kerinduan kepada sang pencipta. Memompa spirit cinta terhadapNya.

Bukankah Dia sering berkata "Tak ada cinta yang abadi kecuali cintaKu"

Tuhan, masih maukah kau bersanding dengan hatiku?
Hati yang sudah tak cantik,
Hati yang sudah tak apik,
Hati yang terlalu tengik,
Hati yang ingin kembali baik.
Kau tahu hati, separah apapun patah yang menyakitimu. Dunia tidak akan pernah berhenti berjalan, kau hanya perlu kembali menjadi tangguh. Karena kesedihan tidak layak untuk dirayakan.Banyak hal yang akan terlewatkan dan tersia-siakan. Kau tahu hati, kenapa sakitmu tidak bertahta terlalu lama. Sebab selalu ada cara bagi tuhan untuk membuatmu mengerti tentang cinta yang benar-benar memampukanmu, cintaNya.

Wahai hati, ingatlah apa yang Lao Tzu katakan ini "sebuah awal yang baru bisa saja tersembunyi dalam akhir yang menyakitkan." Terkadang kita hanya terpaku pada kesedihan saat putus cinta, tapi lupa bahwa ada awal baru yang sudah siap kita mulai.

Kini kau mengerti kan, hati? Sejatinya cinta yang sebenarnya akan membuatmu bahagia, memperjuangkanmu selamanya. Kau hanya perlu bersabar, karena luka tak ada yang abadi. Percayakan pada Tuhan, kau akan kembali bisa meraih cinta dengan kemasan yang lebih sempurna. Tuhan akan selalu menyandingmu. Sebab dia tidak ingin melihatmu sendirian.

Nah kini, masihkah kau tak percaya padaNya?