Malam ini bulan agak terang, ku intip dari lobang jendela, rupanya sedang bulan purnama. Ada warna-warni pelangi yang mengelilinginya, begitu juga dengan bintang kejora yang selalu setia, selalu ada dimana bulan berada. Terang sekali, indah membahana. Aku suka malam ini. Udaranyapun tidak terlalu dingin. Jika memperhatikan bulan terlalu lama, hatiku mulai bergetar karena aku merindukan seseorang yang jauh di ujung langit sana. Kamu sedang apa?.

Gadis itu adalah petualang, tapi dia tidak suka panjat tebing,tidak suka mandi di lumpur, tidak suka tinggal sendiri di hutan dan aku dapat kabar dia juga tidak suka udang dan kepiting. Apakah gadis ini boleh disebut petualang? Iya. Karena dia menyukai hal-hal baru, menyukai berpergian dan menyukai hal-hal yang menantang.

Advertisement

Gadis petualang sangat menarik untuk dipacari, apa lagi jika dinikahi. Gadis petualang adalah idaman banyak laki-laki. Bagaimana tidak, pahit, manis, susah, gelisah, gundah dan banyak tantangan hidup sudah pernah dilalui oleh gadis petualang. Mata yang selalu hidup, raut muka yang selalu penuh semangat, sifatnya supel, tidak suka mengeluh, dia adalah teman yang baik bagi semua orang.

Pesonanya misterius, periang, selalu mampu menghidupkan suasana. Energinya tak pernah habis. Selalu tertawa lepas. Tangguh dan mandiri. Nah, jika nanti gadis petualang itu menjadi istrimu maka berbahagialah karena kamu dan dia akan membangun rumah tangga dengan hebat.

Jika aku merindukannya, aku selalu menitip salam lewat bulan. Itupun kalau aku melihat bulan. Bulan. Boleh ya aku nitip, jika gadis petualang itu melihatmu. Tolong bilang ada laki-laki yang sedang merindukanmu. Aku tahu, biarpun kami dipisahkan oleh jarak dan waktu namun bulan yang aku dan dia lihat tetaplah bulan yang sama.

Advertisement

Kadang-kadang waktu dan jarak membuat orang berpisah, membuat banyak orang berpaling, kenapa? Karena tidak ada orang yang mengawasi. Karena sebab jarak dan waktu maka pengkhianatan cinta itu muncul. Namun tidak dengan gadis petualang itu. Katanya dia akan menungguku, akupun begitu.

Kau tahu apa yang sedang dilakukan oleh gadis petualang itu, malam ini? Aku khawatir dia pasti kedinginan. Tak apa. Gadis itu hebat, dia bisa mengurus dirinya sendri, tidak perlu orang lain membantu, dia sangat mandiri. Dia kreatif banyak cara yang bisa dia lakukan untuk menghangatkan tubuh. Ada hal yang lucu bagaimana dia mengurus diri, biarlah aku yang tahu. Kau tidak perlu tahu karena ini adalah rahasia aku dan dia. Kasihan nanti dia malu.

Kamu pasti penasaran ya? Baiklah aku akan sedikit bercerita. Gadis petualang itu aku kenal tidak lama, aku tidak pernah bertemu dia secara langsung. Namun tidak sebentar aku mengamatinya. Jujur, aku tidak jatuh cinta pada padangan pertama.

Kau tau sendirilah pandangan pertama selalu tidak sengaja, tidak menggunakan pikiran yang lebih nyata. Namun aku jatuh cinta pada saat jarak mulai memisahkan. Awalnya, karena senyum dia yang sangat menggoda. Senyumnya penuh ikhlas, manis sekali apalagi kalau sedang ketawa. Seyuman itu banyak orang merasa senang melihatnya, akupun juga.

Aku dan dia sedang memadu cinta melalui ruang hampa. Kami tidak pernah jumpa namun hati kami saling sapa. Terkadang tidak hanya kami, rindu dan jarakpun saling menyapa. Kamu dimana? Tanya rindu. Dalam ingatanmu! Jawab jarak.

Mata terpejam dan hati menggumam, aku rindu!. Aku merindukan gadis petualang itu, gadis yang akan membuat anak-anakku nanti menjadi bangga. Punya ibu yang hebat sebagai madrasah pertama baginya.

Aku sangat khawatir gadis itu tidak bisa menjaga diri, medan pertualangan yang tidak biasa, waktu yang lama dan karakter orang baru yang dia jumpai membuat aku selalu khawatir. Apakah dia mampu menjaga dirinya dengan baik untuk suaminya nanti? Bisa dan mampu. Gadis itu akan selalu menjaga dirinya karena kami sudah bersepakat, Al-Quran Surat An-Nur ayat 26 adalah intinya. Aku lega.

Kau tahu? Aku belajar untuk tidak mendapatkannya sekarang karena aku mau menunggu sampai apa yang kuingin itu benar-benar menjadi yang terbaik untukku karena aku yakin semua akan indah pada waktunya. Berada jauh darinya membuatku mengerti sebuah arti kerinduan.

Mungkin kami saling merindukan tapi tidak ada satupun yang berani mengatakan. Biarkan kami saling rindu bersama doa-doa yang selalu kami panjatkan. Kau setuju? Harus, kalau tidak kau akan aku cap bajingan.

Kami sepakat dan sangat percaya bahwa jodoh itu Allah sudah mengaturnya seindah mungkin. Jika Allah berkehendak lain, tidak perlu ada kecewa dan kesedihan. Karena Allah telah mempersiapkan yang terbaik untuk hambanya. Apakah kami saling berpacaran? Tidak.

Dari dulu aku pernah bilang, pacaran itu hanyalah bohong-bohongan. Tapi kau harus tahu, aku memposisikan gadis petualang itu lebih dari seorang pacar karena pacar adalah kelas paling bawah setelah teman. Aku memposisikan dia sangat spesial setelah ibuku. Diapun begitu. Apakah itu tidak lebih dari pacaran? Sangat spesial bukan?

Tuhan pasti bertanggung jawab, menciptakan perpisahan, berarti siap menerima rentetan doa-doa tentang pertemuan yang antri untuk dikabulkan. Tuhan pasti punya kejutan. Kau harus sabar, akupun begitu. Insya Allah.

Haii gadis petualang, tiap kali aku rindu padamu tak seorangpun tahu. Hingga kusadarai, lebih baik kutitipkan rindu ini melalui penciptamu dalam doaku. Ada rindu yang menjejak dalam jarak. Ada kamu yang kusapa dalam doa saat menunggumu kembali pulang membawa cinta. Jaga diri, jaga iman, jaga hati, dan baik-baik di sana yaaaa.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya