Ada yang mengartikan merdeka sebagai bebas. Ada juga yang mengartikannya sebagai mandiri. Yang pasti, kita bangga dong, bila sebagai orang Indonesia, kita punya kualitas sifat yang seperti itu. Nggak hanya senang bersosialisasi, ada kalanya kita emang sesekali butuh sendiri.

Namun, sayangnya kita masih suka asal berasumsi saat melihat orang berada di tempat umum seorang diri. Apalagi bila kebetulan orang itu perempuan. Contoh: Saat kita pergi ke bioskop.

Advertisement

Nonton film di bioskop udah jadi salah satu pilihan kegiatan di akhir pekan. Mau kamu bareng teman-teman kamu, nonton sama keluarga, hingga berduaan sama si dia. Makanya, kadang kamu suka heran saat melihat ada orang–terutama kenalanmu yang ke-gap di bioskop sendirian.

Dari Anggapan Jomblo Sampai Nggak Punya Temen Sama Sekali

Kalo kamu termasuk yang ke bioskop harus selalu sama orang lain, ya itu masalah pilihan, ya. Tapi semoga aja kamu nggak termasuk yang hobi ngomong gini sama mereka yang menurutmu punya pilihan ‘ajaib’.

Advertisement

Nah, buat kamu yang hobi nonton film di bioskop seorang diri, sabar-sabarin aja. Mungkin kamu udah pernah denger beberapa komentar sejenis di bawah ini. Rasanya pasti eneg banget, apalagi kalau kebetulan kamu juga perempuan.

"Jomblo, yah? Buruan gih, cari pacar. Biar ntar ada yang nemenin nonton. Daripada ngenes gitu, nonton sendirian."

"Emang teman-teman kamu lagi pada ke mana?"

"Nggak aneh nonton sendirian di bioskop?"

Hmm, kalo di pikir-pikir, yang hobi komentar semacam gini justru yang lebih aneh lagi.

Pertama, nggak ada aturan tertulis yang melarang orang untuk ke bioskop sendirian. Kalau ada, 21 bisa tambah rugi, dong. Apalagi dengan maraknya bajakan secara digital yang sudah bisa diunduh gratis, baik bagi yang beneran bokek hingga yang emoh menghargai karya seni orang lain.

Selain itu, apa iya segitu ganggu-nya sosok mereka yang dateng sendirian, sampai-sampai harus dikomentarin segala? Justru, bisa jadi mereka jauh lebih bahagia dan menikmati kesendirian mereka. Daripada kamu, yang ke mana-mana kayaknya harus selalu minta ditemenin banget.

Dibalik mereka yang hobi nonton film sendirian di bioskop, barangkali inilah beberapa hal yang kamu sama sekali nggak tahu:

  1. Bisa saja mereka memang cuma lagi butuh momen sendiri.

Hee, kecele juga, ‘kan? Bisa jadi itu me time-nya mereka, meskipun masih ada keluarga, teman-teman, dan bahkan pacar yang bisa diajak nonton barengan. Anggap aja ini sama kayak kamu yang mungkin punya hobi meditasi atau ngendon di kamar mandi saat ‘nyetor’. Emang, ada beberapa hal yang enaknya dinikmatin sendiri.

  1. Malas main tunggu-tungguan sama rombongan.

Ini dia kebiasaan orang Indonesia yang kadang asli ‘ganggu’ sesamanya. Iya, pergi nonton bareng itu emang perlu dan seru. Apalagi bila kebetulan film yang di suka sama.

Cuma, kadang rencana bisa tinggal rencana. Sudah jauh-jauh hari, menjelang hari H, tahu-tahu ada yang ngebatalin. Nggak bisa ikut karena lemburlah, ada urusan lainlah, jatuh sakit-ah. Bahkan ada juga yang dengan teganya baru ngasih kabar pas hari H, padahal tiket udah terlanjur kebeli. Meski siap ganti duitnya, tetep nyebelin, tauk!

Yang lebih tega lagi? Nggak kasih kabar sama sekali dan nggak menampakkan diri. Siap-siap aja nggak diajak pergi bareng lagi.

Niatnya mau seneng bareng-bareng, buntutnya nggak bebas gara-gara main tunggu-tungguan. Ya, mending nonton sendiri aja daripada filmnya nanti udah nggak tayang lagi.

  1. Selera ‘minoritas’.

Ini dia nggak enaknya jadi minoritas eh, maksudnya punya selera yang termasuk ‘langka’ di negeri ini. Selain sering kalah suara sama yang mayoritas (pastilah!), giliran pengen nonton film favorit nggak ada yang bersedia nemenin.

Misalnya: kamu suka film horor, sementara geng kamu lebih milih rom-com yang buatmu gampang ketebak banget. Atau si dia ngotot selalu pengen nonton film action, sementara kamu lebih suka musikal.

Nah, kalo sendiri ‘kan, enak. Jadinya hari bebas konflik. Nggak ada yang bakal keberatan kamu nonton pilihanmu sama sekali, meski dengan risiko enjoy sendiri.

#Merdekatapi masih nganggep ke bioskop sendirian itu aneh? Kok nggak mandiri gitu, sih? Selama nggak ada larangan tertulis resmi, ngapain mereka yang suka begitu malah dinyinyirin?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya