Selamat Ramadhan kamu yang di sana. Yang sedang berjuang meraih mimpi, cita dan asamu. Aku tahu, tak mudah bagimu untuk sampai pada titik ini.

Memperjuangkan semua usaha terbesarmu, kekuatan terbesarmu dan doa paling ikhlas dari hatimu. Demi bahagia dan senyum keluarga dan semua yang mencintaimu.Bagimu, mimpi dan cita adalah sebuah hal yang tak pernah lepas untuk kau perjuangkan. Karena akupun sadari bahwa aku punya garis ego yang sama denganmu.

Advertisement

Memperjuangkan mimpi dan cita sampai pada titik dimana kita akan sulit untuk menyerah. Kita memiliki mimpi dan cita yang berbeda, tapi 1 tujuan kita, membahagiakan kedua orang tua, keluarga dan juga kita sendiri.

Dari banyaknya kesempatanmu untuk meraih mimpi, aku ingin mengingatkanmu. Ada aku di sini yang ingin terus berdoa untukmu. Untuk jalan yang kau pilih, untuk langkah yang sedang membuatmu bertumbuh. Aku tak ingin menuntutmu melihat bagaimana aku berdoa di sini. Bagaimana aku sangat ingin menjadi bagian dari mimpi besar yang sedang kau perjuangkan.

Biarkan kita tumbuh di tempat yang membuat kita tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat untuk lingkungan. Tanpa kau sadari, setiap kata, setiap tingkah yang kau tunjukkan, kau adalah sosok yang mampu membuatku ingin terus bersyukur. Jangan bicara tentang rasa ini dulu, karena mengenalmu saja aku sudah sangat bersyukur. Kamu adalah kesempatanku untuk membuka hati.

Advertisement

Kamu adalah tempatku menaruh percaya karena tak mudah bagiku untuk melihat bagaimana seorang ingin masuk dalam hatiku.Kamu dengan diammu, kamu dengan senyummu, kamu dengan sikap tegas dan sabarmu, mampu buatku bersyukur, bahwa mengenalmu sudah menjadi pintu bagi hatiku untuk mengijinkanmu masuk. Tapi tak mudah bagiku untuk masuk ke dalam hatimu. Bahkan aku tak ingin bersaing dengan mimpi dan citamu.

Kamu mungkin sedang berjuang menjadi bagian darimu. Tapi kamu memiliki tempat yang mungkin saja sama di dalam hidupmu.

Berlarilah, kejarlah mimpimu. Aku tak akan serahkan cintaku ini padamu. Mungkin sangat sulit bagiku berharap kau membalasnya. Aku tak punya daya untuk masuk begitu saja dalam hidupmu. Tapi Allah lebih tahu bagaimana hatiku. Tak perlu kau tahu saat ini. Karena akan ada saat dimana aku tunjukkan bahwa aku ada di sini untuk menunggumu pulang setelah kamu pergi. Aku punya Allah sebagai tempatku menyerahkan rasa ini padaNya. Pada pemilik hatimu, pada penggerak hatimu, dan pada yang mengatur langkah kita berdua.

Bukan Padamu, Tapi Pada Pemilik Hatimu Aku Serahkan Cintaku

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya