Banyak yang bilang daya khayal saya kadang begitu di luar nalar. Mungkin karena dari kecil senang baca novel dan nonton film, Bahkan, salah satu sahabat pria saya sering dibuat pusing dengan celetukan saya seputar apa yang sedang saya khayalkan. Kalau berbicara soal angan-angan terliar, lagi-lagi saya agak susah memilihnya.

Namun, kali ini saya hanya akan bercerita mengenai dua yang teraneh yang pernah terlintas di otak saya.

Advertisement

Ya, inilah cita-cita terliar saya waktu kecil. Tumbuh dengan bacaan 5 sekawan Trio Detektif (karya Alfred Hitchcock), Nancy Drew, dan sejenisnya membuat saya punya keinginan menjadi detektif swasta. Alasannya? Rasanya seperti jadi jagoan beneran. Bertualang, menguak misteri, dan membasmi kejahatan terdengar gagah perkasa. Nampaknya itu jauh lebih kere daripada bermain masak-masakan atau berkhayal jadi pengantin dari seorang laki-laki tampan.

Yang paling seru dari khayalan ini adalah saat berhasil menyelesaikan satu kasus dan klien yang minta tolong senang sekali. Nggak hanya dibayar mahal, klien yang pernah ditolong akan bercerita ke mana-mana. Jadi terkenal deh, seperti di cerita-cerita yang pernah saya baca atau tonton. Sayang, profesi semacam ini tidak ada di Indonesia. Kalau pun ada, pastinya tidak resmi alias mata-mata bayaran personal dan tidak bekerja sama dengan aparat hukum.

Jangan salah, impian terliar ini bukan berarti saya ingin jadi superhero. Kadang terbersit juga sih, keinginan menjadi salah satu anggota X-Men atau krunya Justice League. Namun, saya juga punya angan-angan lain terkait ini.

Advertisement

Yup, saya sempat ingin jadi Carrie White seperti dalam novel horor karya Stephen King (yang kemudian sampai dibikin filmnya tiga versi). Carrie yang di-bully gara-gara dianggap aneh dan culun akhirnya mengamuk saat prom. Muak di-bully teman-teman seangkatan, Carrie mengeluarkan kekuatan telekinesisnya (menggerakkan objek dengan pikiran) dan membunuh nyaris semua penghuni sekolah.

Seperti yang saya bilang tadi, yang terakhir ini memang agak seram. Bahkan, kadang saya masih suka mengkhayalkannya, terutama saat ada yang bikin saya marah. Tapi tenang, selama masih berupa angan-angan terliar, berarti masih aman, kan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya