"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya", begitulah ungkapan presiden pertama Indonesia 57 tahun silam dalam pidatonya memperingati Hari Pahlawan Nasional pada Tanggal 10 November 1961. Dan kini Indonesia telah merdeka selama 73 tahun lamanya sejak 17 Agustus 1945. Semua anugerah kemerdekaan itu tak lain merupakan sebuah hadiah dari Allah sang Maha Kuasa atas kegigihan dan perjuangan para pahlawan-pahlawan yang terus mengerahkan tenaganya hingga titik darah penghabisan demi kemerdekaan Indonesia.

Begitu pun dengan para pemuda yang telah bersumpah bertanah air yang satu, berbangsa yang satu, dan berbahasa yang satu untuk berjuang mengusir penjajahan di muka bumi nusantara.

Advertisement

Kini pemuda tak lagi dikenal peran dan kontribusinya, melainkan hanya sebuah sebutan "anak baru lahir" melekat pada generasi milenial. Dengan itu, tidak sedikit pula para pemuda yang merasa tak perduli dengan keadaan sekitarnya, dengan apa yang terjadi pada lingkungannya, dan bahkan tidak perduli pada ibu pertiwi yang tengah terombang-ambing dan tercabik-cabik.

Kebanyakan dari para pemuda masa kini, yaitu para generasi milenial lebih berfokus pada sebuah teknologi ataupun gadget yang ada pada genggamannya hingga tanpa sadar membuatnya tunduk dan menjadi budak dari teknologi dan melupakan segalanya sehingga menimbulkan apatisme dalam dirinya.

Seharusnya, pemuda merupakan sebuah kekuatan untuk mendorong bangsa ini lebih maju. Bahkan setidak-tidaknya adalah memberikan peran yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Bukan tidak mungkin pemuda milenial menjadi pahlawan ditengah-tengah masyarakat di kala kondisi negara yang semakin ingar-bingar. Pemikiran-pemikiran kreatif serta inovasi dari para pemuda dapat dijadikan sebuah titik terang yang mampu mendobrak keterpurukan masyarakat.

Advertisement

Peran pemuda bukanlah sebuah hal yang dapat dianggap remeh karena telah dibuktikan oleh para pahlawan kala dulu. Hanya saja, pemuda-pemudi masa kini membutuhkan sedikit dorongan dan dukungan dari berbagai pihak untuk mendukungnya berkompeten hingga dapat menjadi pahlawan masa kini.

Hal-Hal yang Dapat Mengembangkan Pribadi Para Pemuda

Sebenarnya ada banyak hal yang dapat dijadikan sebagai sarana pengembangan diri para pemuda dalam mendukung perannya untuk menjadi pahlawan masa kini. Bapak Andi Pranata, S.Si, selaku Manajer Rumah Kepemimpinan Regional 6 Medan pernah menuturkan beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai pengembangan diri para pemuda. Yang pertama yaitu pola pikir, pola pikir sendiri adalah berkaitan tentang sudut pandang dalam melakukan sebuah kegiatan.

Pola pikir pemuda yang hebat adalah diawali dengan sebuah kata mengapa? Kemudian apa? Dan selanjutnya bagaimana? Ketiga kata tanya itu benar-benar mendasari sebuah pemikiran yang luar biasa. Kebanyakan pemuda hanya memulai memikirkan apa yang harus diperbuat dan bagaimana cara melakukannya.

Namun untuk sebuah pola pikir yang hebat, diawali dengan sebuah kesadaran mengapa sebuah kegiatan dilakukan. Hal tersebut tentu didukung oleh substansi psikologis atau dapat diartikan sebagai bagaimana memahami lingkungan yang ada disekitarnya.

Selanjutnya, para pemuda dapat mengembangkan sebuah karakter kepemimpinan dalam dirinya dengan memaksimalkan potensi yang ada, dan berusaha menguasai semua bidang, dan dapat memberikan pengaruh kepada orang lain. Implementasi dari pengembangan kepemimpinan adalah sebuah aktualisasi diri di lingkungan sekitarnya dan memberikan kontribusi yang posistif.

Selanjutnya, pemuda juga harus mengandalkan mimpi-mimpinya untuk mengubah keadaan negeri dan lingkungan sekitarnya. Karena melalui sebuah mimpi, dapat ditemukan ide-ide serta tujuan jangka panjang yang nantinya akan menjadi sebuh gebrakan perbaikan terhadap keadaan masyarakat.

Namun bermimpi saja tidaklah cukup. Pemuda dituntut untuk melaksanakan segala aktifitas akademik yang ada dan memperluas pengetahuannya serta wawasan dirinya agar dapat menggapai mimpi-mimpi dan merealisasikannya sehingga bukan omong kosong belaka.

Selanjutnya, pemuda dapat berdamai dan menyusupi perkembangan teknologi untuk digunakan sebagai sarana positif membangun bangsa, bukan lagi tunduk terpuruk dan terikat dengan teknologi tanpa sadar akan keadaan sekitarnya. Sehingga pada akhirnya, pemuda tersebut dapat melakukan aksi menyelamatkan negeri dengan segala kapasitas dirinya dan perbekalan yang telah dilakukan, serta dengan evaluasi diri dan kesalahan di kamerin hari sebagai pembelajaran dan penetapan streategi kedepannya.

Dengan dimulai melalui mengubah dirinya sendiri, selanjutnya mengubah keluarganya, masyarakat dan lingkungan sekitarnya, dan nusa bangsanya. Sehingga nyatalah sebuah tindakan yang dilakukannya dan ia bermanfaat bagi orang banyak dengan khidmatnya rasa perduli yang bersemayam dalam diri dan hatinya. Diri pemuda itu sendirilah merupakan peran strategis dalam menyelamatkan bangsa dan menjadi pahlawan masa kini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya