Pemilu? Apa itu pemilu? Saya rasa semua orang sudah tahu apa istilah dari pemilu ini. Dalam sebuah negara pastilah memiliki sistem-sistem tersendiri untuk menentukan dan memilih pemimpin mereka, tidak terkecuali Indonesia. Sebagai salah satu negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi, Indonesia juga memiliki cara dalam memilih seorang pemimpin baik untuk tingkat eksekutif maupun legislatif, yaitu dengan melalui pemilu.

Sesuai dengan prinsip demokrasi yang menyatakan bahwa pemerintahan berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, pemilu ini hadir sebagai salah satu produk penerapan prinsip demokrasi itu sendiri. Pelaksanaan pemilu ini sebagai bentuk dari implementasi kebijakan kebebasan, keadilan, dan kesetaraan kesempatan bagi rakyat untuk bisa berpartisipasi aktif dalam menentukan jalannya pemerintahan.

Advertisement

Tujuan dari adanya pemilu yaitu untuk memilih dan menentukan siapa calon pemimpin yang layak untuk mengemban amanah dan tugas dalam suatu pemerintahan.

Pemilu sendiri bukan hanya diadakan untuk memilih presiden dan wakil presiden saja, namun juga untuk memilih pemimpin yang berada di tingkat daerah yakni kepala daerah. Dalam proses pemilu, akan terdapat beberapa calon pemimpin yang dianggap memenuhi syarat untuk dicalonkan sebagai pemimpin.

Adapun calon-calon pemimpin yang hadir mewarnai pemilu ini tidak bisa dilepaskan dari partai politik, karena partai politik memiliki andil cukup besar dalam hal pencalonan kadernya menjadi calon pemimpin dalam pemilu.

Advertisement

Dalam pemilu, partai politik memiliki kesempatan besar untuk menyalurkan kadernya agar dapat bertanding menjadi calon pemimpin rakyat. Namun, walaupun begitu mereka tidak bisa sembarangan untuk mencalonkan kadernya, harus ada pertimbangan khusus dan mendalam mengenai kualitas kader, kredibilitas, integritas, serta komitmennya.

Selain itu kader yang dicalonkan haruslah memiliki wawasan kebangsaan dan kenegaraan yang baik, memiliki jiwa kesatuan dan memiliki sifat serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Oleh karenanya, walaupun partai politik memiliki andil yang besar dalam pencalonan kader dalam pemilu, bukan berarti kader tersebut hanya harus mementingkan pihak pendukungnya saja. Menurut Edmund Burke dalam Bachtiar 2014 mengatakan bahwa, “Orang-orang yang terpilih untuk menjadi bagian dalam lembaga perwakilan, tidak hanya mewakili konstituen mereka. Mereka memiliki tanggung jawab untuk mewakili kepentingan masyarakat luas dan bukan segelintir pihak.”

Dari pernyataan tersebut sudah sangat jelas terlihat bahwa calon pemimpin walaupun ia berangkat dari usungan partai politik bukan berarti ia hanya perlu mementingkan golongannya saja, tapi juga ia harus memikirkan dan memerhatikan kepentingan rakyat yang akan dipimpinnya.

Lalu apa yang harus kita lakukan agar dapat menentukan siapa pemimpin yang sesuai untuk memimpin rakyat? Apa yang harus kita nilai dari calon pemimpin kita? Terlebih lagi harus seperti apakah “wajah” calon pemimpin yang kita butuhkan untuk rakyat kita saat ini?

Jika melihat dari kondisi pemerintahan saat ini dimana banyak sekali pemimpin rakyat yang tersandung berbagai macam masalah, mulai dari tidak terwujudnya janji-janji yang telah di berikan pada masyarakat, kurang berpihaknya pemimpin sebagai wakil rakyat terhadap rakyat yang dipimpinnya, hingga maraknya kasus korupsi yang dilakukan oleh pemimpin rakyat tersebut.

Maka bisa diajukan sebuah pertanyaan, mengapa hal itu bisa terjadi? Siapa yang harus disalahkan jika pemimpin yang kita pilih untuk memimpin kita melakukan hal itu? Apakah salah pemimpinnya? Atau salah kita yang kurang memerhatikan dengan menyeluruh kualitas pemimpin kita sebelum kita pilih?

Oleh karena itu, kita harus sekali lagi mempertanyakan “wajah” pemimpin seperti apa yang kita butuhkan saat ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut saya rasa pemimpin yang kita butuhkan saat ini bukan hanya pemimpin yang berkarisma atau hanya bermodal popularitas, tapi kita butuh pemimpin yang berintegritas, memiliki loyalitas terhadap rakyat, menginspirasi, dan visioner.

Selain itu juga kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya berfokus untuk menduduki singgahsana kepemimpinan demi kekuasaan semata, namun juga pemimpin yang memiliki hati tulus untuk mengayomi rakyatnya, mengembangkan potensi rakyatnya, dan juga menyejahterakan mereka. Pemimpin yang rela dan sudi mengabdikan hidupnya pada rakyatnya secara tulus.

Serta pemimpin yang bukan hanya mencari popularitas atau ketenaran bahkan kekayaan semata tapi pemimpin yang mau melayani rakyatnya sepenuh hati dan yang tidak bisa dielakkan adalah kita butuh pemimpin yang jujur pada rakyatnya.

Selain itu kita membutuhkan pemimpin yang bukan hanya mengumbar janji tanpa bukti, namun pemimpin yang visioner dan mampu mewujudkan visi misinya dengan sungguh-sungguh juga nyata. Pemimpin yang seperti itulah yang kita butuhkan, karena sejatinya seorang pemimpin bukan hanya bertugas memimpin rakyat saja tapi juga mengarahkan, mengayomi, mengembangkan, menggerakkan, menyejahterakan rakyatnya, serta mengutamakan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi demi tercapainya suatu kemakmuran dan terbentuknya negara demokrasi yang sesungguhnya.

Dengan memperhatikan, menilik lebih dalam, dan memperhitungkan nilai-nilai kepempinan tersebut dalam pemilu, penulis yakin rakyat bisa memilih calon pemimpin yang dirasa sesuai dengan apa yang dibutuhkan rakyat saat ini.

Selain itu, dengan menilai dan menelisik latar belakang serta sifat dari calon pemimpin itu sendiri akan lebih memudahkan rakyat dalam mengenal dan memberikan kepercayaannya kepada calon pemimpin tersebut untuk memimpin mereka.

Akan lebih baik lagi jika calon pemimpin bisa membangun karakter dan sifat-sifat kepemimpinan seperti yang disebutkan di atas sebelum mencalonkan dirinya untuk menjadi pemimpin yang merakyat dan juga bertanggung jawab terhadap amanah yang akan diembannya.

Dengan begitu marilah kita sebagai rakyat mulai berpikir cerdas dalam memperhitungkan dan memilih sosok pemimpin yang layak diberikan amanah untuk memimpin, mengayomi, serta melindungi kita semua. Mari bersikap lebih kritis, lebih aktif, dan lebih peduli untuk mengawasi jalannya pemilihan pemimpin dalam pemilu demi mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik dan demokratis.

Ayo peduli, jika bukan kita yang peduli maka siapa lagi?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya