Kita pasti pernah merasakan iri terhadap teman, saudara, atau hal-hal baik yang terjadi dan dimiliki oleh orang lain yang nyatanya tidak terjadi di dalam kehidupan kita. "Dia lebih cantik", "kulitnya lebih putih", "barangnya selalu branded", "gajinya lebih besar dari gajiku", yang intinya adalah sampai pada pemikiran to the point of "How lucky your life than mine".

Dari perasaan iri ini kemudian beranjak menuju level kedua dari penyakit hati lainnya yaitu timbulnya "prasangka" (prejudice) atau dalam ajaran Islam sering disebut "Suudzhon" . "Dia pasti bisa promosi karena orangtua", "enak ya deket sama bos makanya bisa jalan-jalan", "kenapa dia yang menang, padahal si A lebih oke, pasti ada apa-apanya nih!"

Advertisement

Well, this kind of situations really hapend and it hapens everytime almost in every part of our life. Manusia yang memiliki sifat dasar tidak pernah puas, keinginan untuk menjadi lebih, selalu membandingkan satu hal dan hal lainnya, serta pemikiran "rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput sendiri" itu memang susah untuk dihindari.

Penyakit hati tidak kalah bahayanya dari penyakit fisik dikarenakan tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini selain diri kita sendiri. Pemikiran-pemikiran negatif yang menggerogoti hati dan pikiran kita mampu membawa kita pada situasi miserable yang tentunya hal ini sangat menganggu kesehatan mental dan jiwa bagi individu.

Salah satu hal yang paling simple untuk dapat mencegah atau setidaknya mengurangi timbulnya penyakit hati dapat dilakukan dengan pemikiran untuk selalu bersyukur (always reminding yourself to be grateful). Kita tidak pernah tahu hal-hal apa yang harus dialami seseorang sampai dia berhasil atau bisa mendapatkan benefit tersebut.

Advertisement

Apa kamu tahu seberapa besar pengorbanan yang harus dilakukan orang lain untuk berada pada posisi itu atau seberapa besar kerugian atau kehilangan yang dialami oleh orang lain.

Apabila kita bisa sekilas berpikir positive anggap aja, "Mungkin itu pengganti dari pengorbanan yang sudah dilakukannya atau kehilangan yang dirasakannya." Well, kita gak pernah tau dan "no one have the right to judge one another" kecuali kalau kamu mungkin bekerja sebagai seorang hakim.

Penyakit hati itu berat, jangan kelamaan dan berlarut-larut dalam lingkaran penyakit ini. Kamu masih punya keluarga yang peduli dan tidak akan pernah lupa dengan kamu kamu harus bersyukur. Kamu punya teman walau sedikit tapi selalu mau meluangkan waktunya untuk mendengarkan permasalahanmu juga jangan lupa untuk bersyukur.

Selalu ingat bahwa dirimu dan segala pencapaian kamu sejauh ini, adalah hal yang belum bisa dinikmati oleh banyak orang lain.

"Rezeki tidak kemana," it's absuloutly right, kalau kamu ingin lebih berarti usahanya haruh jauh daripada lebih. Jadikan orang lain tersebut sebagai role model kamu bukan sekedar saingan kamu.

Jadi jangan pernah merasa bahwa kamu dibawah atau terlambat dibandingkan orang lain. Semua orang selalu ada dalam suatu proses dan masanya tersendiri untuk sampai di destinasinya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya