Terlahir sebagai seorang wanita nampaknya merupakan anugerah paling menyakitkan yang ada di dunia. Sebuah anugerah karena wanita lah yang memiliki kapasitas untuk mengandung dan menyusui bayi-bayi yang dilahirkannya. Namun juga sebuah tanggung jawab yang berat ketika wanita dihadapkan pada realita, yang terkadang tidak sesuai dengan impian dan harapan mereka.

Sekian puluh tahun yang lalu dalam masyarakat Jawa telah mengenal ukuran kesuksesan seorang pria dilihat melalui lima hal yakni: wisma (rumah), turangga (kuda), curiga (pusaka), kukila (burung), dan wanita (istri) (Suryadi dalam Endraswara, 2002). Pengertian ini memiliki makna bahwa pria dianggap sukses dalam hidupnya apabila memiliki kelima hal tersebut. Kemudian tak heran jika kini banyak kaum wanita yang menganggap ukuran diatas merupakan hal yang stereotype karena unsur-unsurnya lekat dengan pria, kemudian adakah ukuran kesuksesan yang yang berlaku bagi wanita?

Advertisement

Ketika pertanyaan ini diajukan sekian puluh tahun yang lalu mungkin jawaban yang akan diterima atas pertanyaan ‘suksesnya’ seorang wanita meliputi macak (berdandan), manak (melahiran anak), dan masak (memenuhi kebutuhan dapur). Zaman pun telah bergulir, yang disebut-sebut sebagai zaman milenial, apakah orang-orang masih menilai wanita dari ketiga unsur tersebut? Tentu tidak, sebab harus kita sadari bahwa menjadi seorang wanita masa kini harus memiliki prinsip lebih dari ketiga hal di atas. Beberapa poin di bawah ini patut untuk kamu renungkan dalam menjadi wanita di era milenial.

1. Bentuk dirimu menjadi seorang Empowered Woman

Empowered memiliki arti to make stronger and more confident; especially in controlling their life and claiming their rights, yakni menjadikan kuat dan percaya diri atas penentuan jalan hidup dan menegakkan pemenuhan hal-hal yang menjadi hak seorang wanita. Artinya, tidak ada kata terlambat bagi kalian untuk menentukan tujuan dalam menggapai impian kalian. Percayalah pada kemampuan yang kalian miliki dan tekuni hal itu dengan fokus, jangan minder ketika suatu saat kalian harus dihadapkan pada permasalahan sebab justru itu yang akan ‘membentuk’ diri kalian menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Advertisement

Jangan segan untuk bersuara dalam suatu forum, buktikan bahwa kamu benar-benar wanita independen yang berpengetahuan luas. Menjadi vokal bukanlah sebuah dosa. Yakinlah pemikiran seorang wanita akan selalu memiliki peran yang penting dalam sebuah komunitas. Empowered Woman cenderung berani memperjuangkan haknya ketika ia rasa ada ketidakadilan yang mengganjal. Kini peran wanita banyak diperhitungkan dalam berbagai bidang maka manfaatkanlah hal ini dengan cara jangan takut untuk belajar dan menekuni sesuatu.

Lantas, apakah seorang Empowered Woman adalah wanita yang sempurna? Tentu saja bukan. Seorang Empowered Woman tidak ragu untuk mengambil resiko dan ketika gagal ia sanggup bangkit dan siap untuk menghadapi beragam rintangan kedepan karena ia telah memiliki ‘bekal’ dari pengalamannya. Empowered Woman tidak hanya percaya pada dirinya sendiri namun ia juga memiliki kepercayaan yang tinggi dengan orang-orang di sekitarnya.

2. Ingatlah bahwa kamu wanita dan begitu berharga

Banyak orang berkata bahwa satu yang kurang dari seorang wanita, yakni mereka sering lupa betapa berharganya ia. Mungkin saja karena lingkungan yang terlalu male-oriented, tak jarang membentuk kepribadian pasrah terhadap keadaan dimana mereka berharap untuk selalu ‘diselamatkan’ oleh seorang pria. Figur seorang pangeran berkuda putih yang ada di cerita anak-anak itu jangan terlalu didambakan, jadilah realistis.

Coba tengok berapa banyak kasus kehamilan di luar nikah yang terjadi di negeri ini? Kemudian ketika sang ibu malu untuk mengandung bayi dari seorang pria yang tidak sah dengannya mereka cenderung mengambil jalan pintas dengan melakukan Aborsi, bahkan tega membunuh dan membuang buah hatinya sendiri. Lingkungan sosial akan menghakimi dengan jalan mengucilkan sang ibu, bahkan keluarganya sendiri bisa jadi tak segan untuk tidak menganggapnya lagi. Hukum yang berlaku akan dengan mudah menimpa ibu sang bayi dengan berbagai pasal serta sanksi. Namun bagaimana dengan ayah sang bayi? Beban yang ia pikul tidak sebanding dengan si wanita tadi.

Belum lagi kasus kekerasan dan pelecehan seksual, perceraian yang diakibatkan oleh perselingkuhan, dan sebagainya. Hal-hal mengerikan ini, sempatkah kamu pikirkan ketika sudah terlanjur terbuai cinta buta?

Tuhan mungkin memang tidak menciptakan wanita dengan sempurna, namun Tuhan menjamin bahwa wanita adalah makhluk yang berharga di muka bumi. Wanita memang lebih perasa, namun menggunakan sedikit logika juga tidak ada salahnya. Maka dalam segala situasi apapun yang sedang kamu lalui, jangan lupa untuk menjaga martabatmu sendiri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya