"Kamu Milea ya?"

"Iya."

Advertisement

"Aku ramal kita kan bertemu di kantin."

"Milea, kamu cantik. Tapi aku belum mencintai, ngga tahu kalau sore. Tunggu aja."

"Jangan rindu, berat. Kamu ngga akan kuat, biar aku saja."


Advertisement

Kira-kira begitulah ucapan-ucapan Dilan kepada Milea. Seorang gadis cantik yang baru saja pindah dari Jakarta ke Bandung. Dilan yang tergabung dalam geng motor di Bandung ini mempunyai julukan sebagai panglima tempur. Sosoknya yang bandel, nakal namun pintar bukan hanya gombalan-gombalannya saja tapi Dilan juga sosok lelaki yang cerdas di sekolahnya. Ayahnya yang seorang tentara dan ibunya yang berprofesi sebagai kepala sekolah menjadikannya menjadi sosok pribadi yang memang pemberani dalam melakukan hal apapun.

Milea, sosok gadis cantik yang berhasil membuat sang panglima tempur jatuh hati padanya. Selain parasnya yang cantik, Milea ini juga merupakan seorang wanita yang pemberani dan mandiri. Dia seorang gadis SMA dari Jakarta yang pindah ke Bandung karena ikut Ayahnya yang memang berpindah tugas di Bandung. Semenjak Milea tinggal di Bandung, dia merasa hidupnya selalu senang. Tentu saja ini perbuatan sang panglima tempur yang selalu membuat hari-harinya terasa lebih indah dengan segala tingkah lakunya yang terkadang sulit dipahami. Di Jakarta, Milea ini sudah mempunyai pacar. Namun terkadang dia bosan dengan pacarnya yang menurutnya terlalu monoton.

Sampai pada akhirnya Beni mengetahui bahwa ada seorang lelaki di Bandung yang menyukai Milea. Beni, dia adalah pacar Milea di Jakarta. Pribadinya yang mempunyai sifat emosian hingga ringan tangan inilah yang membuat Milea pada akhirnya memutuskan hubungan mereka.

Yaa itulah sedikit sinopsis tentang film Dilan 1990 yang akhir-akhir ini sedang banyak dibicarakan oleh para penikmat film Indonesia. Film yang diangkat dari novel best seller karya Pidi Baiq ini sukses membius para penontonnya. Bagaimana tidak dalam waktu kurang dari 2 minggu film ini sudah menembus angka 4 juta penonton. Bukan hanya para remaja saja namun film ini pun disukai oleh kalangan dewasa hingga ibu-ibu rumah tangga. Menurut mereka film ini mampu membuat mereka kembali ke masa-masa indah saat berseragam putih abu-abu, yaa seragam SMA. Dimana pada saat itulah momen-momen indah tercipta, dari mengenal rasanya jatuh cinta hingga pola pikir yang berubah semakin dewasa.

Review yang diperoleh pun kebanyakan bersifat positif, bahkan tak jarang dari mereka yang menonton film ini berulang kali. Ada sekelompok ibu-ibu yang memakai seragam SMA saat menonton film dan ada juga para ibu-ibu yang memang sengaja mem-booking studio bisokop untuk menyaksikan bersama-sama film Dilan 1990. Kalau dilhat dari para penonton film Dilan ini memang luar biasa antusiasmenya.

Iqbaal Diafakhri Ramadhan pemeran Dilan 1990 ini berhasil menjawab tantangan dari para netizen yang sempat menolaknya untuk menjadi Dilan. Bukan hanya background-nya sebagai mantan boyband cilik tetapi sosoknya yang dinilai anak baik-baik ini juga yang membuat para netizen atau para penggemar novel Dilan tidak setuju dengan pilihan Pidi baiq yang memilihnya secara langsung.

Berbagai kritikan-kritikan pedas hingga mungkin ucapan yang kurang pantas di media sosial tentang Iqbaal yang akan memerankan Dilan ini juga sempat menjadi trending topic di twitter hingga instagram. Bukan hanya Iqbaal, sang penulis novel pun banyak mendapatkan kritikan. Kebanyakn dari mereka yang kecewa kepada Pidi Baiq yang sudah memilih Iqbaal sebagai Dilan, menurut mereka Dilan ini bukan seperti Dilan yang ada dipikiran mereka, Dilan yang terkesan sangar, nakal dan jago gombal namun juga pintar.

Namun, Pidi baiq ini sangat yakin dengan apa yang dilakukannya. Menurutnya hanya Iqbaal lah yang cocok dan pantas memerankan sosok Dilan. Seperti yang dikatakannya saat diwawancara oleh CNN Indonesia "Dari awal saya memilih Iqbaal saya mah enggak mau tahu Iqbaal siapa dulunya. Itu urusan Iqbaal dengan masa lalunya. Yang pasti Iqbaal bukan Dilan. Iqbaal adalah orang yang dipilih untuk meranin Dilan, yang harus taat pada skenario. Dan jangan lupa sholat, juga puasa di bulan Ramadhan". Jujur sih, kalimat terakhir ini bikin ngakak, hehe. Tapi memang bener, Iqbaal ini juga sosok yang taat pada agama, yaa bisa dibilang cowok sholeh lah.

Dari proses yang panjang dalam pemilihan para cast-nya yaitu selama 2 tahun ini Pidi baiq dan Fajar Bustomi selaku sutradara film Dilan 1990 ini bertekad untuk tidak mengecewakan para penontonnya. Terbukti sejak ditayangkan selama dua pekan terakhir ini film Dilan 1990 bisa dibilang film terlaris 2018 sejauh ini dengan jumlah penonton sampai hari ini sudah menembus angka 5 juta. Tentu saja masih akan terus bertambah karena memang film ini pun masih tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Dan film ini juga termasuk kedalam 10 film terlaris sepanjang masa.

Bukan hanya Pidi baiq dan Fajar Bustomi saja yang mengaku senang dengan pencapaian film Dilan 1990 ini, para pemeran yang terlibat juga merasa puas karena mereka telah berhasil membuat para penonton film Dilan 1990 ketagihan bahkan selalu ingin menonton berulang-ulang. Dan Iqbaal, yang kini sedang melanjutkan studinya di Amerika Serikat itu mengucapkan terimakasih banyak atas apresiasi dan antusiasme mereka kepada film Dilan 1990 dia juga mengaku sangat senang melihat review yang diberikan ketika sudah menonton film Dilan 1990 ini karena menurutnya dia sudah berhasil menjawab tantangan dari para netizen budiman dan dari para fans-fans Dilan.

Dari video Youtube yang diunggah oleh Falcon salah satu rumah produksi dari film Dilan 1990, Fajar Bustomi yang merupakan salah satu sutradara dari film dan para pemain film Dilan 1990 ini mengadakan challenge apabila film Dilan 1990 bisa menembus 7 juta penonton. Mau tau mereka bakal melakukan apa saja ? Kalian bisa search di Youtube Falcon.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya