Seperti halnya judulku, sanggupkah aku melupakanmu? Banyak yang bilang sanggup untuk lupa dan berpaling kepada yang lain tapi tidak dengan diriku yang masih bertahan dengan dirimu.

Awal yang indah saat bertemu denganmu di rumah ALLAH SWT yang indah. Saat pertama kamu melihatku terasa hati ini dag dig dug entah apa yang harus aku lakukan apa aku aku harus melihatmu juga atau memalingkan wajahku (karena mukaku sudah merah) dan aku putuskan memalingkan wajah lalu pergi darimu.

Advertisement

Hari keduanya tetap sama kamu semakin rajin sholat ke masjid yang setiap hari aku datangi.Kacau sudah hatiku saat melihatmu lagi ,dag dig dug ini muncul lagi.

"Ya Allah, perasaan apa yang terjadi padaku? Perasaan cinta apa kagum saja terhadapnya?". Serasa sholatku ini tidak khusu' karena dirimu.

Hari dan bulan sudah berganti. Sudah lama kita bertemu tapi tidak berani untuk mendekat dan ku putuskan untuk mendekatimu. Saat kamu meresponku, hati mulai berbunyi. Maklum cinta pertama. Waktu sudah berjalan kita sudah saling kenal tukar nomor HP, sudah kita lakukan hal yang terindah saat kamu bilang "I love you". So sweet, tapi butuh proses untuk menerimamu karena aku takut patah hati.

Advertisement

Suatu harinya ku berfikir dengan matang kau kutrima jadi pangeranku. Hubungan kita sudah berjalan 7 tahun namun orang tuaku tak menyetujui kita untuk bersatu dan ku putuskan untuk memutuskan hubungan kita demi kebaikan kita berdua. Dan sekarang kau sudah milik orang lain. Selamat tinggal sayang. Ku relakan dirimu untuk orang lain takkan kulupakan dirimu sayang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya