Dengan semakin majunya perkembangan jaman now, tentunya kualitas pendidikan pun juga meningkat dengan pesat. Sudah selayaknya kita mempelajari hal-hal yang mungkin menanti kita di masa depan kita (atau setidaknya mencoba untuk pengalaman). Hal ini dapat dilihat dalam pelajaran yang selama ini telah ditetapkan oleh SMA Sekolah Highscope Indonesia, yang bernama Virtual Enterprise.


Virtual Enterprise adalah sebuah kelas yang berbasis sebuah business, dimana murid-murid harus membuat perusahaan yang mencakup segala hal yang selayaknya dimiliki oleh sebuah perusahaan business asli. Dengan adanya VE (biasa disebut dengan panggilan itu), murid-murid setiap tahunnya selalu berjuang untuk menjadi perusahaan yang terbaik.


Advertisement

Selama bertahun-tahun, Kudeta dan NVCO telah menjadi mascot dari VE dan memang disukai oleh mayoritas dari murid. Kedua perusahaan tersebut berbasis dalam fashion industry dan telah mengadakan berbagai macam acara. Namun kesuksesan kedua perusahaan tersebut harus berakhir ketika, hampir 2 tahun yang lalu, kelas VE tersebut dirombak dan mengharuskan murid untuk menciptakan sebuah perusahaan yang baru.

Hal ini dikarenakan oleh fashion industry yang semakin lama, semakin membosankan. Seiring berjalannya waktu, tidak ada inovasi baru dari produk yang ditawarkan oleh kedua perusahaan tersebut. Dengan dirombaknya kedua perusahaan tersebut, guru VE pun tidak menyarankan murid-muridnya untuk mengambil perusahaan fashion (akhirnya ada juga sih yang mengambil fashion).

Dari situlah tercipta tiga perusahaan baru dan untungnya, setiap dari perusahaan tersebut memiliki berbeda-beda bidang. Di antara perusahaan tersebut, lahir lah perusahaan yang berbasis Information Technology (IT) pertama di dalam dunia Virtual Enterprise. Perusahaan tersebut memiliki nama PITCH dan ditemukan oleh seorang murid yang bernama Raymond Kim, pada tahun 2016. Dalam terminologi per-business-an Amerika, Pitch adalah sebuah presentasi yang biasa dilakukan oleh seorang pengusaha untuk mendapatkan modal dari para investor, namun dilain hal, Pitch juga bisa diartikan sebagai lemparan (biasa dilakukan oleh pemain baseball ketika ingin memulai permainan).

Advertisement

PITCH adalah sebuah aplikasi online yang digunakan sebagai alat perantara seorang penjual barang dengan pembeli. Dengan menggunakan PITCH, para customer bisa memudahkan transaksi yang dilakukan secara virtual dan tentunya lebih menghemat waktu. PITCH menggunakan konsep dimana seorang penjual harus melakukan sebuah pitch (mencoba untuk mendapatkan investor atau pembeli) dalam waktu yang sangat singkat yaitu 7 detik.


Selama 7 detik, seseorang harus mampu menawarkan produk yang dijual sehingga bisa menarik perhatian para pembeli. Dengan memiliki konsep ini, tentunya kreatifitas dari seseorang bisa berkembang karena orang tersebut diharuskan untuk mencari strategy yang paling efektif untuk menjual produknya. “Where Ideas Collide” merupakan slogan dari perusahaan IT tersebut dan dirancang sesuai dengan konsep.


Dibalik kata-kata tersebut dimaknainya sebuah ide yang saling “tabrakan” karena di dalam PITCH terdapat kategori produk yang sangat luas. Sebagai perumpamaan, ide tersebut saling bertemu setelah terjadinya interaksi antar penjual dan pembeli, sehingga bisa munculnya sebuah inovasi baru.

Sebagai sebuah perusahaan, PITCH memiliki 6 departemen yang tentunya menjadi tulang belakang bagi upaya meraih kesuksesan. Dalam posisi paling atas terdapatlah Chief Executive Officer dari PITCH, Raymond Kim, yang dibantu oleh Chief Of Staff, Gregory Alexander Boentaran. Keenam Departemen tersebut adalah Administration, Sales, Marketing, Finance, Human Resource, dan Design. Walaupun hanya beranggota 22 orang, PITCH mampu bekerja sama untuk mencoba mendapatkan hasil yang terbaik.

PITCH telah menghadiri berbagai macam kompetisi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Di dalam negeri, PITCH telah ikut serta dalam 2 kompetisi yaitu Business Plan Competition VCI Trade Fair. Menurut pengalaman seorang COS, Gregory Alexander Boentaran, kedua kompetisi tersebut menjadi kunci dalam kesuksesan PITCH. Di dalam kompetisi Business Plan, Gregory bersama dengan tim presenter mampu melakukan memenangkan 2 penghargaan pada tingkat Gold.


Penghargaan tersebut dimenangkan atas Marketing Strategy dan Best Presentation yang ditunjukkan oleh timnya. “Kita berlatih selama berminggu-minggu untuk presentasi tersebut dan kita sangat puas atas hasil akhirnya” katanya. Tim presenter PITCH mampu lolos ke babak Finals dan disitulah mereka memenangkan penghargaan tersebut.


Selain mengikuti Business Plan Competition, PITCH juga mengikuti VCI Trade Fair yang diadakan di Sekolah Highscope Indonesia. VCI Trade Fair adalah sebuah pameran perusahaan-perusahaan VE, dimana setiap perusahaan akan menampilkan produk atau jasa yang mereka tawarkan. Pada acara ini, semua anggota PITCH berpatisipasi untuk membuat booth agar semenarik mungkin (supaya banyak yang datang). Dengan kerjasama dan semangat yang tiada hentinya, PITCH mampu membuat booth yang menarik perhatian banyak pengunjung dan memenangkan 3 penghargaan dalam tingkat Silver.

Setelah mengikuti kedua kompetisi tersebut, PITCH mulai melakukan persiapan unttuk mengikuti acara VEI Trade Fair yang diadakan di New York, Amerika Serikat. Sebagai persiapan, anggota PITCH mulai mencoba meng-setup booth karena anggota yang mengikuti lebih sedikit dan ada waktu yang diberikan dalam persiapan booth. Pada hari keberangkatan, setengah dari anggota PITCH pun dikirim ke New York untuk mengikuti acara Trade Fair disana.

Tim PITCH membawa peralatan-peralatan mereka dari Indonesia untuk digunakan di acara tersebut. Namun, tim PITCH tidak mampu memenangkan penghargaan apapun. Tetapi mereka tetap bersenang-senang karena mereka juga jalan-jalan disana.

Selama satu tahun sering terjadinya permasalahan antara anggota PITCH dan bahkan dengan anggota dari perusahaan lain. Bahasa jaman now-nya biasa disebut dengan drama, dan drama ini sering muncul karena hasil percakapan di belakang orang. PITCH pernah mengalami hal tersebut dan bahkan sempat mengganti jabatan dari seorang ketua departemen karena drama tersebut. “Ya waktu itu pernah ada drama karena kesalahpahaman yang terjadi antara anggota.” Kata Gregory. Walaupun drama sering melanda, pada akhirnya pun semua harus saling memahami.

Seperti yang dilihat, perjalanan PITCH dari awal mula hingga akhir merupakan salah satu kisah yang tidak dapat dilupakan. Oleh karena itu, ada baiknya jika kita mengambil pelajaran dari apa yang telah dialami oleh PITCH untuk kedepannya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya