Terkadang sakit hati dalam berhubungan asmara bisa membuat sepasang kekasih menderita satu sama lain. Kali ini izinkan aku untuk memberikan saran kepada para pembaca sekalian supaya bisa saling mengerti dan memahami satu sama lain dengan pasangan kalian. Sebenarnya ini adalah hal mudah yang terlewatkan oleh kita. Karena apa? Karena saat kita sedang di mabuk asmara yang berkerja itu adalah perasaan bukan logika kita. So, shall we?


  • Jangan biarkan egois berkuasa

Advertisement

Ya, yang pertama jangan pernah biarkan keegoisan berkuasa. Karena, jika salah satu diantara kalian memiliki tingkat egois yang lebih tinggi maka hubungan itu tidak akan berjalan dengan lancar. Secara begonya, aku pribadi pernah mengalami situasi ini. Aku memang egois, bahkan aku memaksa kekasihku sendiri untuk mengikuti kemauanku. But gaess, it's wrong! Kita sebaiknya juga memikirkan perasaan pasangan kita jika kita ingin dimengerti olehnya. Jangan biarkan egois menguasai kalian, terkadang mengalah untuk sesuatu itu baik. Jika pada nantinya akan berakhir pada yang baik pula. Ada yang pernah bertanya padaku tentang

"Apakah boleh bersikap egois kepada pasangan?"


  1. Well, sebenarnya sih boleh-boleh aja. Tapi kita harus ingat juga. Egois ada tempatnya. Jika pasangan kita ingin melakukan keburukan atau hal yang kurang menyenangkan entah itu kepada kita atau orang lain. Kita boleh egois terhadapnya. Dalam artian, kita memaksa dia untuk tidak melakukan hal tersebut.

Advertisement


  • Jangan Pernah Membahas Tentang Aku Atau Kamu. Sebaiknya bahas tentang kita

Tiap-tiap pasangan muda-mudi pasti selalu salah kaprah dengan hal ini. Why? Karena mereka pasti selalu merasa benar. Bahkan aku juga seperti itu kok, aku juga selalu merasa benar atas apa yang aku lakukan. Meski sebenarnya itu salah besar. Karena itu, dalam setiap hubungan hendaklah hargai pasangan masing-masing. Kurangi bicara tentang dirimu, kamu yang ini-lah itu-lah. Karena dalam tiap hubungan.

Tidak ada kata selain kata 'kita' di dalamnya. Belajarlah untuk menerima si dia. Yakin, akannya. Meski keraguan melanda sebaiknya tanggapi itu dengan senyuman. Karena jika kamu mencintai dia, kamu harus rela menerima sifatnya yang sebenarnya. Dalam bahasaku aku sering mengistilahkan dengan kata "Jika kamu mencintainya, kamu harus menerimanya. Meski dia menginjak-injak batang lehermu sendiri. Toh, buktinya kamu sayang dia." (Ajaran sesat ini mah wkwk)


  • Sayang sama dia jangan hanya di mulut, buktikan!

Yap! Kebanyakan people jaman now hanya ngomong sayang doang kepasangannya. Tapi nggak pernah buktiin kalau dia benar-benar sayang. Siapa yang setuju kalau aku ngomong kayak gini? Namun dari sekian banyak orang yang hanya bisa mengumbar rasa sayang lewat mulut. Ada juga nih gaess yang rela berkorban demi apapun demi pasangan mereka. Bisa kalian sadari sendiri kan? Mana yang benar sayang dan mana yang hanya sekedar sayang doang? Kalau bisa berarti kalian seperti yang dikatakan Om Deddy Corbuzier.

"You are smart people!" Hah

So, kalau kalian benar-benar sayang sama seseorang, buktikan! Karena apa? Karena nggak bakalan tahu kalau kalian benar-benar sayang sama mereka tanpa adanya perbuatan yang memperlihatkan hal tersebut. Tunjukan pada mereka betapa kalian sungguh menyayangi mereka. But, don't do a stupid thing! Kenapa aku bilang gitu.

Soalnya beberapa orang sering salah kaprah tentang memperlihatkan sayang mereka ke pasangan. Menunjukan rasa kasih sayang itu boleh, tapi lakukan sewajarnya ya gaess. Ya, aku rasa cukup tiga dulu deh. Untuk sekarang, sehubung kopi hitamnya udah abis dan stok rokok tinggal sebatang. Aku rasa ini dulu sesi berbagi galau bersama Yamashita. Bye bye, matta ne. Keep do your best and piss Auutt :)

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya