Akhir-akhir ini semakin marak kasus pemerkosaan atau pelecehan seksual terhadap anak. Apa yang terjadi pada sang tersangka? Dipenjara? Hanya itu? Pernahkah kamu memikirkan apa yang terjadi di kemudian hari pada korban. Hal yang biasa terjadi pada korban adalah:

Depresi

Advertisement

Yah pasti depresi. Siapa yang ingin hal buruk itu terjadi kepadanya.Siapa yang ingin masa kecilnya cacat, rusak, dan dilukai oleh orang lain. Dengan bayangan-bayangan negatif akan masa depan. Pandangan-pandangan lingkungan sekitar. Padahal dia hanya korban. Seringkali korban memiliki pikiran yang lebih rumit dan masalah lebih komplit.

Kurangnya Kepercayaan

Fakta bahwa pelaku pelecehan seksual dan pemerkosaan adalah orang-orang terdekat korban tidak dapat dipungkiri. Biasanya korban akan menjadi lebih selektif dalam menjalin hubungan, lebih pemilih. Jadi akan terkesan angkuh, cuek, dan tidak perduli dengan keadan sekitarnya.

Advertisement

Menarik Diri Dari Lingkungan

Korban pelecehan seksual dan pemerkosaan lebih sering terlihat sendiri. tidak pandai bergaul. Tidak ingin terlibat dalam sebuah kelompok. Lebih nyaman dalam kensendirian. walau sering merasa kesepian. Tapi takut membuka diri.

Lebih Membuka Diri

Yaps! Memang ada korban yang malah tumbuh dengan lebih berani bergaul. Biasanya korban yang seperti ini akan terjerumus dengan pergaulan bebas, narkoba, dan pemabuk. Fakta yang akan membuat anda tercengan adalah sebagian besar para wanita malam yang menjajakan dirinya adalah korban pemerkosaan. Karena apa mereka merasa tidak ada lagi harganya.

Bunuh Diri

Tak jarang korban lebih memilih jalan yang menurutnya instan. Yaitu mengakhiri hidupnya (bunuh diri). Kenapa ini semua bisa terjadi padahal posisinya korban. Lalu bagaimana dengan tersangka? Tersangka hanya akan dipenjara. Setelah bebas tersangka akan menjalani hidup dengan normal. Tapi tidak dengan korban. Apa kah ini adil? Tidak tentu saja. Lalu apa yang bisa kita lahkukan? Mari renungkan!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya