Teruntuk Ibu Dari Siapapun Calon Imamku Kelak

Assalamualaikum bu, salam hangat dariku, perkenalkan aku bu aku adalah gadis yang suatu hari akan menjadi pendamping dari putra kesayanganmu kelak.

Advertisement

Bu, aku hanyalah gadis biasa yang tak pandai memasak memang, hanya saja aku akan belajar sebisaku untuk meracik bumbu dapur terbaik, agar aku bisa menghidangkan masakan yang sama lezatnya sepertimu, setidaknya masakanku ini akan menghilangkan penat dan lelah bekerjanya selepas ia kembali dari tempatnya bekerja.

Bu, aku juga bukanlah wanita yang pandai berias diri, aku juga tidak begitu pandai dalam berpakaian, pakaian yang aku gunakan sederhana saja dengan hijab yang sederhana pula setidaknya cukuplah bu untukku menyambutnya saat pulang bekerja asalkan tidak menghilangkan keanggunanku sebagai istrinya.

Bu, aku juga bukan gadis yang handal dalam menata dan merapikan rumah, tapi bu percayalah aku sedang berproses menjadi istri yang baik bagi putra kesayanganmu, takan kubiarkan penatnya bertambah selepas kembali ke rumah, akan kupastikan rumah kami adalah tempat ternyaman selepas ia kembali dari kantornya.

Advertisement

Bu, aku sadar masih terlalu banyak kekurangan yang aku miliki untuk menjadi seorang istri dari putramu, tapi percayalah padaku bu takan kubiarkan putramu kecewa begitupun denganmu takan kubiarkan ibu merasa ragu terhadapku, aku banyak belajar berbagai hal agar engkau tidak salam mempercayakan putra kesayanganmu padaku, nantinya.

Bu setelah aku dipersunting putramu nanti, aku berjanji engkau tidak akan kehilangan segala bentuk perhatian dari putramu itu, di hati nya akan ada dua wanita yang mengisi hari harinya yaitu engkau wanita yang telah melahirkannya, mendidiknya, dan mengajarinya semenjak ia kecil. Dan kedua ya tentu aku istri dari putramu yang sudah berjanji mengabdikan hidupku untuknya, melewati suka dan duka bersamanya, dan akan mulai menua bersamanya.

Advertisement

Terimakasih bu telah mendidik putramu tumbuh dengan baik, sehingga ia menjadi lelaki yang mandiri, taat, dan shaleh, semua itu tentu bukan perjuangan yang mudah bagimu bu, terimakasih untuk perjuangan terbesarmu membesarkan calon imamku ini.

Jangan pernah cemburu padaku ya bu, aku tidak akan pernah merebut putramu darimu sama sekali, aku hanya akan menjalani hari yang baru bersama putramu tentunya dengan restumu. Terimakasih atas restu yang kau berikan untuk kami nantinya semoga restu ibu tak pernah putus begitu pun doa agar kami menggapai rumah tangga yang bahagia dan diridhoi untuk selalu menuju jannahNya bersama.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

" Writing with my soul ? "

9 Comments

  1. Terimakasih yg sudah share , semoga bermanfaat 🙂

  2. Fachmy Masiwan berkata:

    SUBHAANALLAH…
    siapapun dikau duhai adinda terkasih… smoga Allahu rabbi selalu menjagamu dalam dekapan Cinta-Nya..
    beruntunglah sang imam karena shaff-nya dihiasi sang bidadari maknawi layaknya dirimu..
    mungkinkah dikau adalah buah ramum nan lezat dari tatih terseok tahajjud di 2/3 malam sang pecinta..?
    maka berkah tak terhingga senantiasa tercurahkan atas ayah-bunda mu yang telah terpilih sebagai media hadirmu tuk menuturkan makna tertabir jamaliyyah Ilahi sekaligus penuntun menuju samudera makna tak terperi…
    aamiin tsumma aamiin..

  3. Aamiin allohuma aamiin , terimakasih 🙂 maaf baru sempat saya baca komentarnya

CLOSE