Artikel ini dibuat dari pengalaman pribadi penulis untuk setiap sahabat yang sedang galau atau jengkel karena pekerjaan yang digeluti saat ini tidak sesuai dengan keahlian ataupun passion. Sebuah nasihat yang harus dilalui hampir 3 tahun oleh seorang lulusan manajemen keuangan yang bekerja di bidang pembukuan koperasi, admin di perusahaan digital printing dan merchandiser analyst di perusahaan garmen.

Lowongan pekerjaan yang tersedia semakin hari semakin semakin sedikit, berbanding terbalik dengan semakin banyaknya lulusan dari setiap perguruan tinggi. Minimnya pengalaman untuk memulai wirausaha menjadi salah satu sebab lulusan tersebut mencari pekerjaan. Kamu akan menyasar setiap lowongan yang ada, baik media cetak, online, info teman, rekomendasi orang tua, mendatangi job fair, dan lain-lain.

Advertisement

Apapun itu dilakukan agar label “pengangguran” tidak melekat dikarenakan telah lulus bangku kuliah. Pertimbangan minimnya gaji, kerja lembur tanpa dibayar, jenjang karir yang tidak jelas adalah beberapa risiko yang harus kamu terima.

Setelah proses seleksi, saling mempromosikan diri, dan negosiasi fasilitas perusahaan kamu mendapatkan salah satu posisi di perusahaan. Bisa jadi kamu akan di tempatkan di divisi yang sesuai keahlian kamu, sehingga ilmu yang kamu kuasai akan berguna dan akan berkembang. Atau divisi itu sesuai dengan passion kamu, pastinya kamu akan dengan semangat dalam belajar dan bekerja. Menjadi sebuah kendala saat pekerjaan kamu tidak sesuai keahlian ataupun passion, sudah harus belajar mengenal perusahaan ditambah harus belajar sesuatu yang benar-benar baru.

Mungkin bos tempat kerja kamu terbiasa dengan pekerja lama yang dulu ada di posisi kamu. Pekerja itu sanggup menyelesaikan tepat waktu atau bersedia lembur agar pekerjaan itu selesai dengan segera, atau apapun istilah yang di sampaikan oleh bos kamu untuk membandingkan kamu dengan pekerja yang lama.

Advertisement

Tapi perlu kamu ingat, pekerja itu sanggup menyelesaikan pekerjaan bukan karena dia pintar atau benar, melainkan karena terbiasa. Pegawai tersebut juga pasti mengalami masa-masa yang kamu alami sekarang, mungkin hanya berbeda di masalah waktu seberapa cepat belajar dan memahami pekerjaan tersebut.

Kalau kamu salah dalam pekerjaan pastinya sebagai manusia merupakan suatu kewajaran, tapi bagi perusahaan pasti dianggap merugikan. Kamu dibayar agar perusahaan semakin untung, bukan semakin rugi. Oleh karena itu, belajar dari rekan kerja perlu. Dan satu hal yang paling penting, JANGAN PERNAH MENGGERUTU! Bila kamu menghilangkan kebiasaan ini, berapa banyak ilmu yang akan kamu dapatkan. Ilmu itu bukan untuk saat ini, tapi nanti pasti akan kalian gunakan di tempat dan waktu yang lain, pasti itu.

Kalau pekerjaan yang tidak kita senangi atau kita anggap tidak bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bisa kita kerjakan dengan baik, tepat waktu dan hasilnya bermanfaat bagi perusahaan, bayangkan nantinya seandainya pekerjaan itu yang merupakan hobi kamu atau passion kamu. Kamu bisa menjawab sendiri bagaimana hasilnya, bukan?

Coba lihat ke bawah. Masih banyak orang yang tak seberuntung kamu, hingga mereka mati-matian mencari kerja hanya demi sesuap nasi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya